Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Pemeriksaan


Pagi ini Kyara sudah rapi dengan dress bewarna peach dengan panjang selutut membalut tubuhnya. Kyara memandang wajahnya di depan meja rias. Wajahnya masih sama pucat seperti hari kemarin. Kyara mengoleskan sedikit lipbalm untuk menghilangkan kesan pucat di bibirnya. Setelah dirasa cukup, Kyara pun menyambar tas selempangnya yang berada di atas kasur. Pagi ini ia akan berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya sesuai saran Rania kemarin.


Motor matic bewarna hitam milik Kyara pun melaju meninggalkan apartemen. Membelah jalanan yang cukup ramai walau jam masuk kantor sudah lewat setengah jam yang lalu. Kyara memang memilih menggunakan motor saja dari pada memesan taksi. Karena badannya sudah lumayan membaik dari pada hari kemarin. Lagi pula saat ini ia harus menghemat pengeluarannya untuk bekal masa depannya dan anaknya esok hari. Walau pun Gerry sudah memberikannya kartu ATM sebagai nafkah melalui Asisten Jimmy setelah satu hari pernikahan mereka, namun Kyara enggan memakainya. Menurutnya ia tidak berhak menggunakannya karena Gerrry tidak mencintai dan mengharapkan kehadirannya.


Setelah mendaftar kebagian administrasi dan mendapat nomor antrian. Kyara mendaratkan tubuhnya di kursi tunggu. Kini tubuhnya berada diantara ibu-ibu hamil lainnya. Kyara tersenyum kecut ketika melihat bagaimana romantisnya wanita hamil seperti dirinya ditemani suami mereka mengontrol kandungan.


Kyara menglus perutnya yang masih datar. Berharap suatu saat anaknya tidak iri melihat anak-anak lainnya yang mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Mulai sekarang Kyara bertekad akan menjadi ibu sekaligus ayah yang hebat untuk anaknya kelak.


Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya namanya pun terpanggil untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


Dokter wanita yang Kyara perkirakan sudah berumur 30 tahunan menyambut ramah kedatangannya. Kyara mendaratkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan dokter setelah dipersilahkan untuk duduk.


"Selamat pagi, Ibu Kyara. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Dokter Laras yang sudah Kyara ketahui namanya dari name tag yang disematkan di jas kebesarannya.


"Selamat pagi, Dokter Laras. Kemarin saya sudah melakukan tes kehamilan menggunakan tespek di rumah dan hasilnya positif. Sekarang saya ingin memastikan kembali hasil dari tes kehamilan yang saya lakukan. Dan sudah beberapa hari ini saya memang mengalami gejala-gejala pada awal kehamilan seperti mual, muntah, mudah lelah, tidak berselera makan dan saya juga sudah telat datang bulan." Terang Kyara lembut.


Dokter Laras bersama seorang perawat membantu Kyara untuk berbaring di atas ranjang. Perawat pun menyingkap sebagian dress yang dikenakan Kyara hingga memperlihatkan perut putih Kyara yang masih datar. Kemudian perawat mengoleskan gel di atas perut Kyara. Selanjutnya Dokter Laras menempelkan transduser di atas perut Kyara dan memutarnya perlahan.


Dokter Laras tersenyum melihat hasil yang ditampilkan di layar monitor yang memperlihatkan adanya janin yang masih sebesar biji kacang di sana.


"Selamat Ibu Kyara. Anda benar hamil dan menurut prediksi usia kandungan anda sudah berjalan 6 minggu." Dokter Laras pun menunjukkan janin yang kini bersemayam di rahim Kyara di layar monitor.


*


*


*


Mohon berikan dukungan untuk semua pembaca cerita recehanku ini. Dengan cara, like, komen dan votenya. Dukungan kalian semua menjadi penyemangat tersendiri untuk aku menulis. Terimakasih.