Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Dua wanita sefrekuensi


Keesokan harinya, William dan Rania pun berangkat menuju rumah sakit di tempat Dika bekerja untuk mengecek keadaan Rania. Di saat dalam perjalanan, lagi-lagi William dibuat geleng-geleng kepala saat melihat istrinya sudah tertidur setelah menyandarkan kepalanya di bahunya.


"Dia itu kenapa suka sekali tidur." Gumam William mengelus sayang puncak kepala istrinya.


Tiga puluh lima menit berkendara, akhirnya mobil pun sudah sampai di pelantaran rumah sakit dimana Dika bekerja. William menatap pada wajah istrinya yang masih tertidur pulas, walau pun tidak tega, William pun tetap membangunkan istrinya.


"Rania... Ayo bangun... Kita sudah sampai." Ucap William menepuk lembut bahu istrinya.


Perlahan kedua kelopak mata Rania pun terbuka. "Euh..." Lenguh Rania dengan kelopak mata yang sudah terbuka sempurna. "Kita sudah sampai?" Tanyanya memperhatikan halaman sekitar.


William mengangguk. "Ayo turun." Ajak William.


"Baiklah." Ucap Rania lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


Mereka pun berjalan memasuki rumah sakit sedangkan Steve membawa mobil untuk diparkirkan di besement rumah sakit. Saat sedang berjalan mengikuti langkah suaminya, Rania tiba-tiba saja menghentikan langkahnya saat melihat seorang yang sangat dikenalinya tengah berbincang dengan seorang perawat di sampingnya.


"Dokter Hana..." Panggil Rania sedikit keras.


Dokter Hana yang masih asik berbincang itu pun membalikkan tubuhnya. "Rania..." Ucap Dokter Hana dengan senyum terkembang di kedua pipinya. Dokter Hana pun buru-buru berjalan mendekati Rania.


"Dokter Hana..."


"Rania..."


Bagaikan dua orang yang sudah lama tidak bertemu, Dokter Hana dan Rania pun langsung berpelukan dengan erat saat.


"Aku sangat merindukanmu..." Bisik Rania di telinga Dokter Hana.


"Aku pun begitu..." Balas Dokter Hana juga berbisik.


"Ehem." Deheman pria yang sudah merasa sebal karena diabaikan itu pun menghentikan aktivitas mereka.


"Tuan William." Sapa Hana sedikit membungkuk pada pria tampan yang nampak berwajah muram menatap mereka.


William mengangguk. "Apa kalian sudah selesai melepas rindu tanpa memikirkan keberadaanku di sini?" Ucap William merasa jengkel.


Rania dan Dokter Hana saling berpandangan lalu kompak tertawa kecil.


"Beginilah kalau dua manusia sefrekuensi dipertemukan kembali." Balas Rania dengan tertawa.


Dokter Hana tersenyum senang. Dia dan Rania cukup menjalin pertemanan yang baik setelah Kyara mengenalkan mereka waktu itu. Dan pertemenan mereka pun semakin terasa nyaman karena baik Rania maupun Hana memiliki kesamaan yaitu bercerita mengenai pria-pria tampan yang sering mereka tonton di drama Korea kesukaan mereka masing-masing.


"Ya. Aku merasa sedikit tidak enak badan akhir-akhir ini." Balas Rania.


Hana mengangguk paham.


"Rania... Ayo... Dika pasti sudah menunggu di ruangannya." Ajak William saat memperhatikan jam di pergelangan tangannya. Karena sebelumnya ia sudah membuat janji dengan Dika untuk memeriksakan keadaan Rania.


"Hana... Lain kali kita harus bertemu kembali, ya... Saat ini aku harus segera mengecek keadaanku lebih dulu bersama Dokter Dika." Pamit Rania yang diangguki oleh Rania.


"Ya sudah kalau begitu kami duluan ya, Hana. Oh iya... Apa kau tidak ingin ikut bersama kami ke ruangan Dokter Dika?" Tanya William dengan seringaian jahat di wajahnya.


Hana melebarkan kedua matanya. Matanya menatap William dengan tatapan mematikan.


"Tidak. Aku bahkan sudah bosan bertemu dengannya." Balas Hana terbawa kekesalannya.


Rania yang mendengarkannya nampak mengerutkan dahinya, bingung.


***


Buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update:)


Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!


Sambil menunggu cerita ini update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya juga, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...