Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Awal mula kejadian


"Untuk William... Aku sungguh meminta maaf padamu atas kejadian malam itu." Ucapan Bianca berhasil membuat William menatapnya dengan tajam. Begitu pula Reno, Dika dan Gerry yang sangat menunggu waktu ini terjadi.


"Maaf apa yang ingin kau katakan?" Tanya William namun tidak menghilangkan tatapan tajamnya. "Apakah malam itu terjadi sesuatu diantara kita?" Cecar William tidak sabar.


Bianca membalas tatapan William. Namun tatapan wanita itu hanya terlihat sendu. Seakan menyiratkan kesedihan di sana.


"Malam itu..." Bianca pun mulai menceritakan awal mula kejadian itu terjadi. "Saat malam itu keadaanku benar-benar kacau. Hingga aku memutuskan untuk pergi menghibur diriku di klab malam di tempat biasa kalian mengadakan perkumpulan. Dan kebetulan malam itu aku melihat keberadaan kalian di sana." Bianca kembali menghela nafasnya yang kian memberat.


"Namun aku tidak berniat sama sekali untuk bergabung bersama kalian dan lebih memilih untuk memesan table untukku sendiri. Dari jarak jauh aku selalu memperhatikan pergerakan kalian dalam tangis. Aku sangat ingin menceritakan bebanku saat itu namun aku tak sanggup."


"Hingga pada saat aku melihat William terlihat begitu mabuk berjalan ke arah kamar mandi, aku pun berinisiatif untuk mengikutinya karena aku takut terjadi hal buruk kepadanya."


Dika, Reno, Gerry dan Gerry terdiam. Mereka pun ikut kembali mengingat kejadian beberapa tahun lalu di saat mereka melakukan perkumpulan di salah satu klab malam yang menjadi tempat biasa mereka berkumpul. Dan saat itu William benar-benar dalam keadaan mabuk setelah meneguk beberapa gelas alkohol dengan dosis tinggi.


"Dan di luar dugaanku, ternyata William mengetahui jika aku mengikutinya."


"Bianca... Sedang apa kau di tempat ini?" Tanya William sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


"A-aku... A-aku hanya ingin menenangkan pemikiranku di sini." Balas Bianca dengan ragu. Takut William akan memarahinya.


"Kau... Agh..." William semakin memegang kepalanya yang sakit.


"Will... Kau tidak apa-apa?" Bianca nampak panik melihat William yang kesakitan.


"Bisakah kau mengantarkanku untuk pulang?" Kepalaku sungguh sakit?" Lirih William saat merasa tak dapat menahan sakit pada kepalanya.


Brak


Belum sempat Bianca menjawab, tubuh William pun ambruk begitu saja di atas lantai.


Pelayan pria yang kebetulan sedang membersihkan kamar mandi pun keluar saat mendengar suara keributan.


"Bisakah kau menolongku untuk membawa temanku ke dalam mobil?" Pinta Bianca pada pelayan pria itu.


Tanpa pikir panjang Bianca pun mengangguk lagi pula ia juga sudah tidak melihat keberadaan Gerry, Dika dan Reno di table mereka. Hingga pada saat tubuh William sudah berada di atas ranjang, Bianca pun berniat untuk meninggalkan pria itu dan menghubungi Gerry untuk memberitahu keadaan William.


Namun pergerakan Bianca terhenti saat tangan William lebih dulu ingin mencekal tangannya.


"William... Kau sudah sadar..." Ucap Bianca mencoba melepas cekalan tangan William. Namun bukannya melepas, William justru semakin mempererat cekalan tangannya di tangan Bianca.


"Bukankah kau sengaja mengikutiku ke kamar mandi tadi? Kau pasti berniat menggodaku seperti wanita yang lainnya bukan? Aku kira kau wanita yang baik, ternyata kau sama saja." Racau William semakin tidak jelas.


"William... Apa yang kau katakan!" Bianca berusaha melepas cekalan tangan William namun tidak bisa.


"Sudahlah... Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik kau segera menemaniku malam ini!" Perintah William lalu menarik tubuh Bianca Hingga jatuh ke dalam pelukannya.


***


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...