Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Tidak sabar meghukummu


Setelah cukup menatap pemandangan yang membuat matanya memanas, Sean memerintahkan Felix untuk kembali ke perusahaan karena masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan. Selama dalam perjalanan menuju perusahaan, Sean tak hentinya mengumpat kata-kata kasar untuk istrinya dan mantan kekasih istrinya itu.


"Kau tidak akan aku biarkan lolos malam ini, Key!" Gumam Sean dengan senyum menyeringai. "Tidak ada satu orang pun yang boleh menyentuh wanita yang sudah menjadi milikku!" Berangnya pada mantan kekasih Keyla.


Saat mobil masuk ke dalam gerbang perusahaan, Sean menatap pada interaksi Rania dan William yang tengah saling melempar senyuman dan tangan William aktif mengelus perut buncit Rania. Entah mengapa perasaan tidak suka saat melihat keromantisan Rania dan William yang dulu ia rasakan lenyap begitu saja berganti dengan perasaan biasa saja. Dan perasaan aneh yang ia rasakan dulu pada Rania kini berganti dengan perasaan pada Keyla, istrinya.


"Bukankah itu mobil Sean?" Tanya William menatap pada mobil yang melewatinya seraya memberi klakson padanya.


Rania mengangguk. "Ya. Sepertinya dia baru saja kembali dari luar." Jelas Rania yang diangguki paham oleh William.


"Will, kalau begitu aku pamit masuk ke dalam dulu. Aku tidak enak pada Sean bila aku belum juga kembali dari istirahat siang." Ucap Rania saat melihat jam sudah hampir memasuki jam kerja kembali.


"Baiklah. Nanti sore aku akan menjemputmu. Jangan menungguku di luar gerbang karena aku akan menjemputmu ke dalam." Titah William untuk kesekian kalinya pada Rania.


Rania mengangguk seraya tersenyum.


"Baik-baik di dalam perut Mommy jagoan Daddy..." William mengelus perut buncit istrinya lalu mengecup singkat kening Rania tanpa memperdulikan jika bisa saja ada orang lain yang melihat aksinya.


Rania yang sudah terbiasa dengan sikap William pun hanya tersenyum lalu mengelus pergelangan tangan suaminya.


"Pergilah. Aku akan menunggumu sampai kau masuk dan hilang dari pandanganku." Ucap William.


Rania nampak malu mendengar ucapan suaminya. Dengan langkah kaki yang tidak terlalu lebar, ia pun berlalu dari hadapan suaminya untuk masuk ke dalam gedung perusahaan.


"Aku rasa, aku benar-benar dibuat sudah bucin olehnya." William tersenyum malu lalu berjalan ke arah mobilnya setelah melihat Rania hilang dari pandangannya.


*


"Tuan Sean, anda ingin pulang?" Tanya Deby saat melihat Sean keluar dari dalam ruangannya dengan menjinjint tas kerjanya.


"Ya. Kau tunggulah Rania sampai dijemput oleh suaminya dulu baru kau boleh pulang." Titah Sean yang masih menaruh rasa perhatian sebagai teman pada Rania teman lamanya. Lagi pula dengan kondisi perut Rania yang semakin membesar membuat Sean sedikit khawatir dengan pergerakan Rania yang selalu lupa jika ia sedang mengandung.


Deby mengangguk patuh. Setelah mendapat respon dari Deby, Sean pun segera melangkah menuju lift.


"Itu Tuan Sean? Aku kira dia akan lembur malam ini." Ucap Rania yang baru saja kembali dari dalam kamar mandi.


"Aku juga heran dan berpikiran yang sama denganmu." Balas Deby. Karena seingatnya Sean masih memiliki beberapa pekerjaan lagi yang harus diselesaikan hari ini.


"Tidak usah terlalu dipikirkan. Mungkin saja Tuan Sean menyelesaikan pekerjaan di rumah." Balas Rania tak ingin ambil pusing.


***


Kira-kira Keyla dihukum apa ya sama Sean sehingga Sean buru-buru begitu?😩


Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


Serpihan Cinta Nauvara (End)


Oh My Introvert Husband (End)