
Deringan telepon yang berada di atas nakas membuat Kyara yang baru saja masuk ke dalam kamar segera melangkah lebar ke arah nakas. Wajah Kyara nampak berbinar ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Hallo, Kakek... Suara Kyara terdengar nyaring ketika sudah menggeser ikon hijau di layar ponselnya.
Hallo, Kya, cucu Kakek... Balas suara berat di ujung telepon yang sedang tersenyum mendengar suara cucu mantunya. Kau sedang apa dari tadi, Kya? Kenapa lama sekali menjawab telepon Kakek? Tanya Kakek Surya karena pada panggilan telepon ke 5 Kyara baru mengangkat teleponnya.
Emh... Kya sedang berada di dapur tadi, Kek... Dan baru saja masuk ke dalam kamar... Jelas Kyara
Apa kau baru selesai makan dari dapur, Kya?
Ya... Kya baru saja selesai makan, Kek... Apa Kakek sudah makan?
Oh.. Baguslah... Sudah... Habis selesai makan Kakek langsung menelponmu...
Bagaimana pengobatan Kakek di sana, apakah berjalan lancar?
Ya... Sekarang keadaan Kakek sudah lebih baik... Kakek hanya perlu banyak istirahat... Jika keadaan sudah kembali normal, dalam waktu dua bulan lagi Kakek akan kembali ke Indonesia.
Deg
Jantung Kyara berdetak dengan cepat mendengar ucapan Kakek Surya. Dua bulan lagi adalah waktu pernikahannya dan Gerry akan berakhir. Dan saat waktu itu tiba, ia sudah tidak ada lagi di kota ini dan tidak akan berjumpa lagi entah sampai kapan dengan Kakek Surya.
Mata Kyara sudah mulai mengembun merasakan sesak di dadanya. Setiap hari ia hanya bertukar kabar melepas kerinduan dengan Kakek Surya lewat media sosial saja. Dan saat dirinya sudah memiliki kesempatan untuk melihat Kakek Surya secara langsung, ternyata takdir baik tidak memihak kepadanya.
Kyara menyahut. Agh, iya, Kek... Kyara masih mendengarkan Kakek... Cepatlah kembali... Kya merindukan Kakek...
Kakek juga merindukan cucu Kakek yang satu ini... Sahut Kakek Surya kemudian menjeda ucapannya. Kya... Apakah Gerry memperlakukanmu dengan baik selama Kakek tidak ada di sana? Tanya Kakek Surya.
Pertanyaan yang selalu ditanyakan Kakek Surya takut jika Gerry memperlakukan cucu mantunya itu dengan buruk. Walau pun setiap hari ia selalu mendapat laporan dari Asisten Jimmy jika Gerry memperlakukan Kyara dalam hal wajar, namun Kakek Surya tetap merasa tidak tenang karena Asisten Jimmy tidak melaporkan hal yang terjadi ketika Kyara dan Gerry berada di dalam apartemen mereka. Sebenarnya Asisten Jimmy mengetahui bagaimana buruknya atasannya itu pada istrinya. Namun mengingat keadaan Kakek Surya yang sedang sakit membuatnya mengurungkan niat untuk memberitahu kejadian sebenarnya.
Kakek tidak perlu khawatir... Pak Gerry selalu memperlakukan Kya dengan baik. Dan Kakek jangan terlalu banyak pikiran. Saat ini yang harus Kakek pikirkan adalah kesehatan Kakek. Kya baik-baik saja di sini. Balas Kyara menenangkan Kakek Surya.
Baguslah jika begitu... Semoga saja anak itu bisa berubah dan belajar untuk mencintaimu, Kya... Harap Kakek Surya. Kyara hanya bisa mengiyakan ucapan Kakek Surya. Namun ia tidak yakin jika suaminya itu bisa belajar mencintainya mengingat betapa besar cinta suaminya itu untuk kekasihnya. Dan Kyara sadar, jika umur pernikahan mereka tidak akan berlangsung lama. Kyara pun sudah memiliki alasan untuk Kakek Surya ketika mereka sudah berpisah nanti.
****
*
*
Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉
Terimakasih sudah membaca karya recehku