Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Tidak ada yang gratis


"William... Ternyata baju-bajuku sudah banyak yang tidak muat." Keluh Rania menatap pantulan tubuhnya di cermin.


William yang sedang mengancingkan lengan bajunya itu pun mendekat pada istrinya.


"Tentu saja tidak muat. Karena perutmu sudah semakin membesar." Ucap William sambil mengelus perut istrinya. "Nanti aku akan meminta Steve untuk membawakan ke apartemen baju kerja hamil yang sudah aku pesan untukmu." Ucap William menenangkan hati istrinya.


"Apa? Kau sudah memesan baju kerja baru untukku?" Rania terkejut.


William mengangguk sebagai jawaban. "Tadi malam aku meminta pada Steve untuk mencari baju kerha untukmu di butik langgananku." Jelas William.


"Suamiku... Kau perhatian sekali..." Rania tersenyum senang. Lalu memeluk tubuh suaminya tidak terlalu erat.


"Kau tahu kan tidak ada yang gratis di dunia ini?" Ucap William sambil menarik sebelah bibirnya ke samping.


"Ish... Kau ini selalu saja..." Rutuk Rania menghentakkan kakinya saat sudah menyadari pemikiran mesum suaminya.


Pagi itu sesuai permintaan Rania, William pun mengantarkan istrinya untuk kembali bekerja di perusahaan Wilson. Walau pun berat namun William tetap menuruti kemauan istrinya. Lagi pula William sangat mengerti jika Rania sangat segan pada Sean jika keluar begitu saja di saat ia sudah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun.


"Harusnya bulan lalu menjadi bulan perayaan pernikahan kita." Ucap William sambil mengelus kepala Rania yang kini bersandar di bahunya.


"Sudahlah... Aku sudah tidak berminat dengan sebuah resepsi pernikahan. Saat ini aku hanya ingin membina rumah tangga yang bahagia denganmu dan anak kita." Balas Rania sambil mengelus tangan suaminya.


"Kau benar... Namun aku masih tetap ingin memperkenalkanmu sebagai istriku kepada rekan-rejan bisnisku." Ucap William mengungkapkan isi hatinya.


"Kau sudah melakukannya. Bukankah kau sudah membuat berita acara tentang berlangsungnya pernikahan kita enam bulan yang lalu? Dan aku yakin jika saat ini orang-orang sudah mengetahui jika aku adalah istrimu." Balas Rania mengingatkan William tentang berita yang sedang viral tentang dirinya dan William saat ini di lingkungan bisnis.


"Namun tetap saja aku tetap ingin mengadakan pesta perayaan pernikahan kita." Kekeh William


"Kau bisa melakukannya nanti sambil mengadakan syukuran atas kelahiran anak kita. Karena untuk saat ini aku sungguh tidak berminat. Apa lagi dengan keadaan tubuh dan perutku seperti saat ini." Saran Rani.


William menghela nafas panjang. "Baiklah. Kita akan mengadakan syukuran atas kelahiran Baby beberapa bulan lagi sekaligus syukuran atas pernikahan kita." Ucap William menyetujui saran istrinya.


Mobil pun terus melaju memecah keramaian di pagi hari menuju perusahaan Wilson. Sepasang suami istri itu pun terus bercerita sambil bermesraan tanpa memperdulikan keberadaan Steve yang ada di depan mereka.


Inilah akibat jika aku hanya mengontrak di bumi ini. Suara hati Steve.


"Jangan terlalu lelah dan jangan lupa untuk meminum vitaminmu. Jika kau menginginkan sesuatu untuk makan siang nanti, kabari saja aku karena aku akan membelikannya untukmu." Ucap William sebelum Rania turun dari mobil.


"Baiklah. Terimakasih suamiku." Balas Rania sambil menatap sayang pada suaminya.


"Kemarilah. Aku ingin memelukmu sebentar saja." Ucap William merentangkan kedua tangannya.


Rania nampak ragu. Namun tetap menghambur ke dalam pelukan suaminya.


"Aku mencintaimu." Ucap William sambil mengecup singkat bibir istrinya.


"Aku pun begitu." Balas Rania lalu segera turun dari dalam mobil saat menyadari jika sejak tadi Steve mengamati pergerakan mereka dari kaca spion mobil.


*


Silahkan dipilih, ya... Kalian mau kisah ini akan berlanjut pada cerita?


- Sean dan Keyla (calon istri Sean)


- Dika dan Hana


- Bianca dan Calvin


Vote, komen dan likenya dulu baru lanjut lagi ya😌


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)