Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Berbelanja


Pagi menjelang siang hari itu Kyara dan Gerry berangkat menggunakan mobil menuju pusat perbelanjaan yang berjarak 3 km dari rumah. Kondisi jalan raya hari itu cukup padat dengan kendaraan roda empat maupun roda dua yang berjalan menuju arah yang sama dengan mereka.


Suasa di dalam mobil cukup hening karna Kyara hanyut dalam pikirannya dengan hati yang semakin tidak enak, sedangkan Gerry fokus pada kemudi. Mobil mulai berjalan dengan lambat saat memasuki pusat perbelanjaan. Sebenarnya Gerry sudah menawarkan untuk berbelanja di supermarket saja namun Kyara menolak untuk berbelanja di supermarket dan lebih memilih untuk berbelanja di pasar yang harganya lebih terjangkau.


Pandangan Gerry menyapu setiap sudut jalan untuk mencari tempat parkiran mobilnya. Setelah mendapatkan tempat parkir yang kosong, Gerry pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tidak terlalu jauh dari pasar. Gerry memperhatikan penampilannya saat ini. Untung saja ia berpakaian santai sehingga tidak memalukan diajak ke tempat seperti saat ini.


"Ayo turun." Ajak Kyara pada Gerry yang masih sibuk merapikan rambutnya yang sebenarnya tidak kusut.


Mereka pun keluar dari dalam mobil. Kyara mengajak Gerry untuk membeli pakaian Baby Rey lebih dulu di toko pakaian khusus anak yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada.


"Kenapa tidak bilang kalau pakaian Rey sudah banyak yang sempit. Aku kan bisa membelinya lebih dulu di Jakarta sebelum berangkat ke sini." Protes Gerry. Pria itu merasa tak yakin dengan bahan pakaian yang dijual di pasar.


"Memangnya kenapa dengan pakaian yang di jual di sini? Walau pun murah, pakaian di sini cukup nyaman dikenakan oleh Rey." Balasnya.


"Bukan begitu. Aku hanya ingin Rey nyaman saat berpakaian. Namun jika kau merasa di sini lebih baik tak masalah." Putusnya menghindari perdebatan.


Helaan nafas Kyara terdengar sedikit kasar. Melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam toko baju. Lagi-lagi Kyara hanya bisa pasrah saat Gerry mengambil beberapa pakaian yang harganya lebih mahal dari pada yang lainnya.


"Kenapa kau mengambil bajunya banyak sekali? Sayang nanti jika tidak terpakai oleh Rey karna pertumbuhannya sangat cepat." Protes Kyara saat Gerry mengambil seluruh warna dari satu model baju yang sama.


"Tak masalah. Menurutku ini tidak banyak. Aku bahkan sudah mengirim pesan pada Jimmy untuk memesankan pakaian untuk Rey di butik langganan Mama." Ucapnya tanpa dosa.


"Huh? Kapan kau mengirimkan pesan padanya?"


"Terserah kau saja." Sungut Kyara pada akhirnya.


*


Acara berbelanja mereka pun akhirnya selesai juga. Kyara hanya bisa menghela nafas panjang saat berbelanja dengan Gerry. Bagaimana tidak, kedatangan Gerry di pasar itu cukup menarik perhatian banyak orang sehingga membuat orang-orang berkerumunan untuk melihat lebih dekat wajah tampan Gerry atau sekedar menyapanya.


"Lelah sekali..." Keluh Kyara sembari mengelap peluh yang membasahi dahinya.


"Sekarang mau kemana lagi?" Tanya Gerry mulai menghidupkan mesin mobilnya.


Kyara nampak berpikir. "Langsung ke taman saja. Aku ingin makan martabak yang dijual di sana."


Gerry mengangguk dan mulai melajukan mobil menuju taman.


Suasana di taman siang itu sudah cukup ramai oleh muda mudi yang menghabiskan jam istirahat mereka sambil memakan beberapa cemilan di sana. Kyara dan Gerry berjalan menyusuri jalan untuk mencari tempat duduk yang masih kosong.


***


Ketik lanjut, yuk!