Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Apa kau siap?


Gerry membalikkan tubuhnya menghadap pada Kyara. "Aku hanya tidak ingin kau mengingat kejadian buruk itu lagi." Menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah istrinya ke belakang kuping.


"Gerry..." Kyara menghambur memeluk erat tubuh suaminya... "Aku kira kau benar-benar tidak normal." Cicit Kyara di dalam pelukan Gerry.


Gerry mengurai pelukan istrinya. "Kau bicara apa?" Ucap Gerry menatap tajam pada Kyara.


Kyara bergidik. Kemudian buru-buru memukul mulutnya pelan. "Ti-tidak. Aku tidak berbicara apa-apa." Sangkal Kyara menampilkan senyum paksanya.


"Kau..." Geram Gerry. Dan dengan sekali gerakan tubuh Kyara sudah melayang di udara.


"Aaa... Gerry... Turunkan aku! Turunkan aku!" Seru Kyara menepuk-nepuk punggung Gerry.


"Kau yang sudah menantangku, sayang... Aku rasa kau sudah mempersiapkan malam ini dengan sempurna!" Seringaian licik timbul di wajahnya. Apalagi Gerry sudah mengetahui jika Kyara meminta seorang pelayan untuk menjaga putranya.


"Ge-gerry... Ka-kau mau apa?" Ucap Kyara terbata saat Gerry merangkak ke atas ranjang.


Gerry menyunggingkan senyuman liciknya kemudian menghimpit tubuh Kyara. "Apa kau benar-benar sudah melupakan kehebatanku di atas ranjang, sayang?" Bisik Gerry di telinga Kyara.


Tubuh Kyara meremang. "Ge-gerry." Lirih Kyara saat Gerry membenamkan wajahnya di lehernya dan memberikan kecupan-kecupan di sana.


Tubuh Kyara menggelinjang saat ciuman Gerry semakin turun ke bawah. Tanpa terasa satu de*sahan pun keluar dari bibir mungilnya. Kecupan-kecupan lembut itu berhasil membuat kedua mata Kyara terpejam diiringi des*han yang keluar dari bibir mungilnya saat tangan Gerry mulai bekerja di bawah sana.


Gerry pun mengehentikan ciumannya kemudian menatap pada wajah Kyara yang sudah memerah. Tanpa menunggu lama bibir tebalnya pun sudah terbenam di kedua belahan bibir merah bak cerry milik istrinya. Tangan Gerry pun mulai menjalar mengabsen setiap inci tubuh Kyara. Kyara terus menggelinjang dan menyebut nama Gerry.


Dan tanpa Kyara sadari, kini tubuhnya sudah polos. Gaun malam itu sudah berserakan begitu saja di atas lantai. Gerry terus mencium bibir Kyara dengan lembut. Ia hanya ingin membuat Kyara terbuai akan permainannya dan melupakan malam-malam kelam mereka dulu. Ciuman yang awalnya lembut itu akhirnya berubah semakin menuntut saat Kyara membalas ciumannya. Kyara semakin memjamkan kedua matanya saat tangan Gerry semakain dalam bermain di inti tubuhnya.


Setelah merasa Kyara sudah mendapatkan pelepasannya, Gerry pun dengan tergesa-gesa melepaskan pakaian yang masih melekat di tubuhnya.


Glek


Kyara menelan salivanya dengan susah payah saat melihat tubuh suaminya yang sudah polos. Namun sedetik kemudian ia kembali berteriak saat menyadari tubuhnya pun sudah sama-sama polos seperti Gerry.


"Ge-gerry..." Gumam Kyara saat Gerry kembali membenamkan bibirnya di lehernya sejenak kemudian kembali memangut indahnya bibir mungilnya.


Dengan ragu-ragu dan wajah yang sudah merah padam Kyara pun mengangguk.


"Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kita, sayang..." Gumam Gerry membelai rambut Kyara yang sudah berantakan.


Dan tanpa ragu Kyara pun menarik wajah Gerry dan lebih dulu memangut bibir tebal suaminya. Kyara hanya ingin Gerry tidak merasa ia terpaksa melayani suaminya itu.


Gerry tersenyum. Kemudian kembali memberikan sentuhan lembut di setiap lekuk tubuh istrinya.


"Apa kau siap?" Tanya Gerry lagi.


Kyara mengangguk. Dan tanpa menunggu lama Gerry pun memulai kegiatan panas mereka.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...