Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Berusaha menghindar


"Aku memang sudah kembali sejak sore tadi. Namun tadi aku tidak sengaja bertemu dengan teman lamaku di lobby apartemen dan kami memutuskan untuk berbincang di cafe yang berada di sebelah apartemen ini sebentar." Jawab Rania dengan jujur.


William menatap kedua bola Rania dengan dalam. Dapat ia lihat jika saat ini istrinya berkata jujur.


"Apa kau ingin makan? Aku tidak tahu kau akan pulang secepat ini. Jadi aku belum memasakkan makanan untukmu." Sesal Rania.


"Aku sudah makan di mansion Gerry tadi sebelum kembali ke apartemen." Jawab William.


"Syukurlah... Kalau begitu aku ingin membersihkan tubuhku lebih dulu." Pamit Rania yang sudah hampir membeku berada sedekat ini dengan William.


Tanpa menunggu jawaban William, Rania pun berlalu begitu saja dari hadapan suaminya itu.


"Kenapa dia pergi buru-buru sekali? Aku bahkan belum selesai bertanya kepadanya." Gumam William memperhatikan langkah Rania yang semakin cepat.


*


Malam pun semakin larut, Rania yang sedang berbalas pesan dengan Sean di balkon kamarnya itu dikejutkan oleh kedatangan William yang ikut bergabung bersamanya.


"Sedang apa kau di sini?" Tanya William menatap pandangan Rania yang tak lepas dari layar ponselnya.


"Tidak ada. Aku hanya menikmati dinginnya angin malam." Rania pun mematikan layar ponselnya dan meletakkannya di atas meja.


William memperhatikan tingkah istrinya itu. "Hari sudah semakin malam. Sebaiknya kau segera masuk dan istirahatlah." Perintah William karena waktu memang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Sebentar lagi. Aku masih ingin berada di sini." Balas Rania.


"Apa kau masih ingin melanjutkan berbalas pesan dengan seseorang di seberang sana?" Tebak William.


"Salah satunya. Lagi pula aku cukup bosan berada di kamar terus." Ucap Rania apa adanya. Apalagi berdekatan denganmu terlalu lama membuat aku tidak bisa mengontrol perasaanku. Lanjut batin Rania.


Tak lama suara deringan ponsel William pun terdengar memekakkakn telinga dari dalam kamar. William pun dengan buru-buru kembali memasuki kamar dan melakukan percakapan singkat di dalam sana.


Sepuluh menit berlalu. Akhirnya William pun kembali keluar ke balkon. Rania masih tetap berada di posisinya. Namun wanita itu nampak termenung tanpa memainkan ponselnya kembali.


"Sudah selesai?" Tanya Rania saat menyadari kedatangan William.


William mengangguk dan turut mendaratkan bokongnya di samping Rania. Suasana di balkon pun kembali hening saat William dan Rania terdiam di posisinya.


"Kenapa?" Tanya Rania merasa bingung. Badannya sedikit memiring untuk memperhatikan wajah suaminya.


"Ada hal yang harus aku kerjakan dan cukup membuat waktuku tersita beberapa hari ke depan. Jika kau merasa bosan berada di apartemen, kau bisa berkunjung ke mansion utama untuk bertemu Kyara dan Baby Rey di sana." Saran William.


"Apakah pekerjaan di perusahaanmu cukup berat?" Tanya Rania.


William kembali terdiam. Pria itu nampak berpikir.


Rania yang dapat menangkap jika William sulit menjawabnya pun kembali angkat bicara. "Baiklah. Semoga pekerjaanmu cepat selesai." Ucap Rania mencoba tersenyum.


Hari-hari pun semakin berlalu. Seperti yang dikatakan William malam itu, pria itu benar-benar jarang kembali ke apartemen mereka. William hanya sesekali kembali waktu tengah malam dan kembali berangkat pagi-pagi sekali. Dan entah mengapa semakin hari Rania merasa William berusaha menjaga jarak dengannya. Seperti pagi ini, William sudah berangkat pagi-pagi sekali sebelum suaminya itu sempat memakan sarapan yang dibuatnya.


"Apa ada dengannya? Apa dia benar sesibuk itu sehingga tidak sempat memakan sarapan paginya sebentar saja?" Gumam Rania merasa sedih.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...