Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Larut dalam mimpi


Hari-hari pun terus berlalu. Tak terasa sebulan sudah Gerry terbaring dalam kondisi koma di rumah sakit. Selama itu pula Kyara selalu bolak-balik ke rumah sakit untuk menjaga suaminya hingga lelah.


Pandangan Kyara terpaku pada wajah Gerry yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus. Rambut suaminya itu pun mulai memanjang. Kyara pun kembali fokus mengelap tubuh Gerry tanpa rasa malu. Karena sudah satu bulan ini ia selalu berusaha menahan rasa getarannya saat mengelap tubuh Gerry yang telanjang. Dan semakin hari Kyara sudah terbiasa dengan kegiatannya itu. Apalagi Kyara menolak dengan keras saat perawat ingin membantu membersihkan tubuh suaminya.


"Selamat hari senin, Gerry... Hari ini adalah hari ke tigapuluh dua kau terbaring di ranjang ini... Apa kau masih betah berada dalam mimpi panjangmu, hem?" Ucap Kyara menahan getaran di hatinya. "Aku sedang membersihkan tubuhmu saat ini. Jika saat ini adalah awal di saat kita baru menikah, kau pasti akan memakiku karna sudah lancang memegang setiap inci tubuhmu." Ucap Kyara terkekeh kecil. Namun air mata mengalir di kedua sudut matanya.


"Apa yang sedang kau mimpikan saat ini, hem? Kenapa kau tidak berusaha keluar dari dalam mimpi indahmu itu. Bukankah kau berkata jika saat ini akulah hal yang terindah yang pernah kau temui?" Cecar Kyara dengan bibir mengerucut.


"Apa kau tahu, Gerry. Saat ini bayi kita sudah berumur lima bulan. Dia semakin pintar dan menggemaskan. Semakin hari wajahnya semakin mirip denganmu waktu kecil. Agh, maafkan aku. Karna beberapa hari yang lalu aku sudah lancang membuka album foto lamamu. Pasti jika kau tahu, kau akan memakiku bukan?" Ucap Kyara kembali terkekeh.


Kyara meletakkan baskom dan kain lapnya setelah selesai membersihkan tubuh Gerry. Tak lama seorang perawat pria pun masuk membantu membereskan alat-alat yang Kyara pakai.


"Apa kau tidak merindukan Baby Rey? Dia sudah sangat ingin bertemu denganmu. Setiap hari dia selalu memanggilmu disetiap celotehannya. Apa kau tidak mendengarkannya, hem? Apa telingamu sudah tidak berfungsi dengan baik hingga kau tidak mendengar tangisan Rey yang sangat ingin bermain denganmu." Kyara menjatuhkan wajahnya di tangan Gerry. Air matanya mulai membasahi tangan Gerry.


"Maaf kalau sampai saat ini aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu. Maaf jika sampai saat ini aku belum bisa membalas ungkapan cintamu. Dan maaf, karna aku tidak bisa menghentikan tangisanku saat melihat keadaanmu." Kyara mulai terisak di dalam gumamamnya.


*


Suasana di perusahaan Bagaskara pagi itu nampak menegangkan saat Kakek Surya menginjakkan kakinya kembali menjadi presiden direktur di sana. Setelah satu bulan Gerry belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar dari komanya, akhirnya Kakek Surya memutuskan untuk kembali ke perusahaan menggantikan sementara posisi Gerry. Dan hal itu juga didukung oleh para dewan direksi setelah mereka melakukan rapat beberapa hari yang lalu.


Para karyawan nampak bertanya-tanya tentang kembalinya Kakek Surya menjadi presdir di perusahaan. Mereka pun tak kalahbertanya-tanya tentang kemanakah perginya sosok Gerry selama satu bulan belakangan ini. Mereka memang belum mengetahui musibah yang menimpa Gerry karna Kakek Surya sangat menutupi dari awak media kejadian yang menimpa cucunya.


"Ternyata Gerry melakukan tugasnya dengan baik." Tutur Kakek Surya pada Asisten Jimmy setelah membaca hasil kerja sama perusahaan mereka dengan perusahaan Dharma menghasilkan keuntungan yang sangat besar.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺