Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Kedatangan Ketty


Hari ini Gerry berangkat menuju perusahaan dengan mood yang begitu kacau. Setelah berbalas pesan dengan William tadi malam, sampai saat ini Gerry masih merasa emosi ketika mengingat kembali percakapan mereka lewat aplikasi hijau itu.


Asisten Jimmy yang mengetahui kondisi Bosnya hanya diam. Ia tidak tahu akar permasalahan yang membuat Bosnya nampak sangar pagi ini. Walau pun biasanya Gerry sudah biasa bersikap dingin. Namun pagi ini Asisten Jimmy dapat merasakan aura tidak enak dari dalam diri Gerry.


Gerry melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan dengan aura mencekam. Beberapa karyawan yang lewat berpapasan dengannya nampak memberi salam namun tak dihiraukannya sama sekali. Bahkan senyum tipis di bibirnya pun nampak lenyap tertelan aura gelapnya.


Melihat Gerry yang tidak membalas sapaan para karyawan, Asisten Jimmy pun mengambil alih dengan menganggukkan kepalanya pada setiap karyawan yang menyapa mereka.


"Selamat pagi Pak Gerry, Asisten Jimmy!" Ucap karyawan yang sedang mengantri memasuki lift ketika melihat presdir mereka akan masuk ke dalam lift khusus.


Kyara dan Rania yang sedang ikut mengantri masuk ke dalam lift mengalihkan pandangan mereka ke arah Gerry dan Asisten Jimmy. Sejenak mata mereka bertemu pandang dengan mata tajam milik Gerry. Kyara seketika tertunduk ketika melihat pandangan Gerry yang begitu tajam hingga mampu mengunus jantungnya.


Kenapa dia menatapku seperti itu? Batin Kyara begedik ngeri. Ia sungguh takut dengan pandangan suaminya itu.


"Ayo, Kya!" Rania menarik lembut tangan Kyara melihat Kyara yang masih diam pada posisinya sedangkan yang lain sedang menunggu mereka masuk ke dalam lift.


Di dalam lift Kyara nampak diam. Bahkan ia tidak memperdulikan rekan sesama OBnya yang kini tengah menggunjingnya secara terang-terangan. Sedangkan Rania, tentu saja ia sudah memberikan aura pembunuh pada mereka. Sehingga tiga wanita yang sedang menggunjing Kyara langsung mengunci mulut mereka.


"Kau kenapa, Kya?" Tanya Rania ketika mereka sedang memasukkan tas di dalam loker.


"Aku tidak apa-apa, Rania." Jawab Kyara mencoba tersenyum.


"Kau sedang tidak memikirkan suami kejammu itu, bukan?"


"Ti-tidak. Aku tidak sedang memikirkannya."


"Lalu?"


"Aku sungguh tidak apa-apa. Ayo kita mulai bekerja. Jangan sampai Bu Retno melihat kita masih berdiam diri di sini!" Ajak Kyara menarik tangan Rania keluar dari dalam ruangan.


Seorang wanita cantik bertubuh tinggi dengan pakaian yang begitu seksi nampak memasuki perusahaan dengan gaya angkuhnya. Para karyawan yang melihat kedatangan wanita itu nampak berbisik-bisik siapakah gerangan wanita itu.


"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" Tanya resepsionis ketika wanita itu sudah berada di depannya.


"Saya ingin bertemu dengan Gerry." Ucapnya masih dengan begitu angkuh.


Resepsionis nampak bingung melihat tingkah wanita itu. Apa lagi ia tidak menggunakan embel-embel Pak ketika menyebut nama presdir perusahaan mereka.


"Apalah anda sudah membuat janji sebelumnya, Nona?"


Wanita itu nampak menggebrak meja resepsionis membuat tiga orang resepsionis yang berada di depannya terlonjak kaget.


"Apakah saya harus membuat janji terlebih dahulu untuk menemui calon suami saya sendiri?!" Ucapnya begitu keras. Bahkan kini karyawan yang sedang berlalu lalang di lobby seketika menatap pada wanita itu. "Katakan pada Gerry jika Ketty—kekasihnya ingin bertemu!" Titahnya menatap tajam resepsionis.


Para resepsionis nampak meninmbang-nimbang. Antara percaya atau tidak dengan ucapan wanita di depan mereka. Jika benar wanita itu adalah calon istri Presdir mereka maka tamatlah riwayat mereka jika tidak memberikan izin untuk wanita itu menemui Gerry.


"Maaf, Nona. Tapi saat ini Pak Gerry sedang tidak bisa ditemui. Karna saat ini Pak Gerry sedang melakukan rapat dengan rekan bisnisnya."


*


*


Happy reading!:)


Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉