
Ketty menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan kasar. Pandangannya menatap nanar pada langit-langit kamar bewarna putih. Sejak dalam perjalanan pulang dari klab malam, Ketty tak hentinya memikirkan Gerry. Bagaimana cara agar dia bisa mendapatkan cinta Gerry lagi. Untuk kembali ke tanah air pun ia tidak bisa karna Gerry sudah pasti memblokir aksesnya. Cukup lama Ketty berpikir panjang bagaimana caranya ia bisa kembali ke tanah air dengan mudah.
Seringaian licik terukir di wajah Ketty saat ia sudah mendapatkan ide. Bagaimana pun juga ia harus kembali kepada Gerry. Tak masalah jika ia diminta meninggalkan pekerjaannya demi bisa mendapatkan hati Gerry kembali. Lagi pula menjadi istri Gerry akan lebih menguntungkan dibandingkan pekerjaannya saat ini bukan? Dan Ketty sangat yakin jika Gerry tidak akan semudah itu melupakannya mengingat pria itu terlalu mencintainya.
"Akhirnya aku bisa kembali lagi ke sini." Ketty tertawa dibalik masker dan kaca mata hitamnya. Setelah dua minggu merencanakan kepulangannya ke tanah air, akhirnya ia bisa kembali tanpa diketahui oleh orang-orang Gerry berkat bantuan temannya yang berhasil mempalsukan data-data dirinya.
"Tunggu aku Gerry." Kaki jenjang Ketty melangkah penuh percaya diri di bandara yang sedang ramai orang berlalu lalang.
Satu bulan sudah kepulangan Ketty ke tanah air. Selama itu pula ia menjadi mata-mata kegiatan Gerry setiap harinya. Ketty selalu berupaya mencari celah agar bisa menemui Gerry di luar perusahaannya. Namun ada satu hal yang belum Ketty tahu pasti, di setiap akhir pekan Gerry selalu melakukan perjalan ke kota A. Dan sampai saat ini Ketty belum mengetahui siapakah gerangan yang ditemui Gerry di sana. Jika ia nekat mengikuti pria itu ke kota A, akan sangat membahayakan. Karna orang-orang Gerry bisa dengan cepat menyadari keberadaannya. Rasa penasarannya yang cukip tinggi, akhirnya Ketty pun menyuruh orang untuk menyelidiki tentang kepergian Gerry ke kota A itu.
"Jadi info apa yang sudah kau dapatkan?" Cecar Ketty pada orang suruhannya. Pandangan Ketty tertuju pada satu arah di atas balkon kamarnya. Ia sudah tidak sabar menanti jawaban dari orang suruhannya.
"Dari hasil pemantauan saya selama dua minggu belakangan, Tuan Gerry selalu menuju ke sebuah ruko untuk menemui seorang wanita dan anak laki-lakinya yang masih bayi."
"Siapa wanita itu?" Cecar Ketty menahan gemuruh di dadanya.
"Dari informasi yang saya dapatkan, wanita itu adalah istri dari Tuan Gerry dan bayi itu adalah anak Tuan Gerry bersama istrinya."
"Apa?!" Suara Ketty terdengar melengkin sangking terkejutnya.
"Kau jangan bercanda!" Maki Ketty tidak percaya.
"Informasi yang saya dapatkan benar dan dapat dipercaya, Nona." Tekan suruhan Ketty.
"Berarti gerry sudah menikah? Dan kapan?" Ketty mencengkram kuat gelas di tangannya. "Berarti Gerry juga sudah mengkhianatiku sejak lama!" Geram Ketty karna mengingat jika mereka saat ini sudah memiliki seorang bayi.
"Siapa wanita sialan itu?" Sumpah demi apapun saat ini Ketty benar-benar merasa murka atas informasi yang ia dapatkan. "Apa wanita itu adalah orang yang dijodohkan oleh tua bangka itu dengan Gerry?" Terka Ketty. "Dia pasti hanyalah wanita kampung yang sangat berbeda jauh denganku. Gerry pasti tidak akan mencintainya!" Yakinnya. Namun keyakinan itu surut saat mengingat kembali mereka bahkan sudah memiliki seorang anak.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan Gerry, maka tak ada satu orang pun yang bisa mendapatkannya!" Ketty mengepalkan tangannya kuat.
***
Lanjut?
Jangan lupa beri dukungan dengan cara
Like
Komen
Vote
Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺