Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Terlalu lama menangis


"Bagaimana proses sidang yang dijalani wanita itu kemarin?" Tanya Kakek Surya menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


"Proses sidang berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Nona Ketty akan diproses secara hukum di negara S." Ucap Jimmy.


"Bagus. Pastikan dia tidak akan pernah kabur selama menjalani masa tahanannya dan jangan biarkan dia memiliki akses masuk ke negara ini setelah bebas nanti!" Tekan Kakek Surya.


Asisten Jimmy mengangguk. Setelah hampir tiga minggu mengurung Ketty di dalam gedung tua ditemani tiga ekor anjing di dalam ruangan penyekapannya, akhirnya Asisten Jimmy melepaskannya untuk menjalani proses hukum yang berlaku setelah melihat wanita itu nampak depresi dan memohon agar dipenjara saja.


"Apa ada pertemuan yang harus saya hadiri siang ini?"


"Siang ini Tuan ada pertemuan dengan Tuan Bayu perwakilan dari perusahaan Aditama di restoran Delima."


"Baiklah. Apa kau sudah menyiapkan berkas-berkas yang akan dibawa nanti?"


"Semuanya sudah ada di atas meja saya, Tuan."


Kakek Surya mengangguk. "Baiklah. Kau boleh pergi." Ucap Kakek Surya.


Asisten Jimmy mengangguk dan segera keluar dari dalam ruangan.


*


Dokter Hana nampak bersenandung mengikuti alunan lagi yang terdengar dari headset yang digunakannya. Sore itu ia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya di taman sambil menikmati cemilan yang baru saja dibelinya di kantin.


"Rasanya sungguh sepi jika Winda tidak bekerja." Keluhnya saat lagu mulai berganti. Dokter Hana terus berjalan mencari kursi yang masih kosong. Tiba-tiba pandangan Dokter Hana tertuju pada wanita yang nampak sedang menangis dengan tubuh bergetar di sudut taman.


"Sepertinya aku mengenalnya." Gumam Dokter Hana mendekat pada wanita itu. Melepas headset yang masih terpasang di telinganya.


"Hallo, Nona..." Sapanya memegang pundak wanita itu.


Wanita itu nampak kaget. "Eh... Dokter..." Ucapnya sambil menghapus air mata di sudut matanya. "Duduk dulu, Dokter." Memberi ruang untuk Dokter Hana duduk.


"Kita sering bertemu sebelumnya. Namun tidak sempat berkenalan." Dokter Hana mengulurkan tangannya.


"Hana."


"Kyara."


"Kenapa anda menangis, Nona Kyara?" Tanya Hana menatap wajah sembab Kyara.


"Apa begitu terlihat?" Tanya Kyara dengan polosnya.


"Tentu saja. Wajah anda nampak sembab dan tubuh anda juga bergetar." Jelas Dokter Hana.


Apa wanita ini menangisi Dika? Dokter Hana masih saja berpikir jika Kyara adalah kekasih mantan kekasihnya mengingat Dokter Dika begitu perhatian pada wanita di depannya saat ini.


Kyara nampak menghela nafas panjang. "Aku bahkan lupa kapan terakhir kalinya aku tidak menangis." Kyara menyematkan senyum tipis di akhir ucapannya.


Dokter Hana memiringkan sedikit tubuhnya menghadap pada Kyara. "Hah, yang benar saja?" Ucapnya tak percaya.


Kyara mengangguk meyakinkan.


"Kau bisa bercerita kepadaku jika hatimu sudah tak kuat menahannya seorang diri." Ucapnya sedikit merasa iba.


Hembusan nafas Kyara terbuang bebas di udara. "Apa kau tahu, jika satu bulan lebih ini aku lewatkan dengan menangis sepanjang hari." Lirih Kyara dengan kepala tertunduk.


"Apa yang menyebabkanmu seperti itu? Apa karna kekasihmu?" Tebak Dokter Hana.


Kyara seketika menggeleng. "Suamiku."


"Su-suami?" Kepala Dokter Hana menggeleng.


Apa suaminya adalah Dika? Bukankah kata Winda waktu itu Dika masih single. Lanjut Dokter Hana dalam hati.


"Suamiku mengalami tabrakan karena menyelamatkanku. Dan karena kejadian itu menyebabkan sudah satu bulan ini suamiku dalam keadaan koma pasca operasi." Ungkap Kyara.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara...


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺


Buat yang nunggu kapan Gerry akan sadar, harap bersabar, ya. Karna sejak awal udah aku kasih tahu jika dalam cerita ini aku akan menghadirkan sedikit kisah Dika dan Hana untuk menemani perjalanan cinta Kyara dan Gerry saat Gerry dalam keadaan koma.


Terimakasih buat dukungan teman-teman semua:)