
"Sean... apa yang kau lakukan?" Keyla berteriak saat Sean meletakkan tubuhnya di dalam bathup. "Kenapa kau memasukkanku ke dalam bathup?!" Protes Keyla.
"Bukankah kau ingin mandi? Lantas apa yang salah?" Sean bertanya dengan kening mengkerut. Merasa aneh dengan istrinya.
"Aku bukan ingin mandi. Tapi aku ingin buang air besar lebih dulu." Jelas Keyla menatap malas suaminya.
"Buang air besar?" Sean mengulang kembali pernyataan istrinya yang diangguki Keyla sebagai jawaban.
"Baiklah kalau begitu." Sean pun kembali mengangkat tubuh Keyla lalu meletakkannya di atas closet.
"Sean... kenapa kau masih berada di sini?" Keyla yang menunggu suaminya itu keluar dari dalam kamar mandi namun Sean tak kunjung keluar pun bertanya.
"Aku akan menemanimu di sini." Ucap Sean dengan santai.
"Menemaniku? Untuk apa? Aku ini ingin buang air besar Sean!" Keyla benar-benar dibuat naik darah dengan tingkah suaminya.
"Aku tahu. Tapi aku akan tetap menemanimu karena bisa saja kau membutukan bantuanku nanti saat kau sedang buang air besar."
"Tapi aku tidak akan membutuhkan bantuanmu!" Pungkas Keyla.
"Mau kau membutuhkan bantuanku atau tidak, aku akan tetap menemanimu di sini." Putus Sean tak ingin diganggu gugat.
"Sean..." Keyla benar-benar dibuat geram dengan sikap suaminya. Rasa sesaknya sedari tadi pun telah hilang begitu saja.
"Aw..." Keyla kembali meringis saat mencoba untuk bangkit.
"Hei... apa yang kau lakukan?" Sean berteriak saat melihat istrinya tegak begitu saja.
"Aku tidak jadi ingin buang air besar. Karena aku ingin langsung mandi saja." Ucap Keyla dengan ketus.
"Huh, baiklah." Sean pun kembali menggendong istrinya masuk ke dalam bathup.
"Mau apa lagi kau masih berada tetap di sini?" Cecar Keyla yang sudah benar-benar merasa kesal dan malu sebab Sean masih berada di dalam bathup.
"Memandikanmu. Sekarang berbaliklah. Aku akan menggosok punggungmu. Kita akan mandi bersama." Sean sudah siap dengan sabun dan penggosok badan di tangannya untuk memandikan Keyla.
Mau tidak mau Keyla pun akhirnya membalikkan tubuhnya agar drama di kamar mandi mereka cepat selesai.
Mereka pun menghabiskan waktu hampir satu jam di dalam kamar mandi sebab Sean selalu tak bisa mengontrol tangannya saat memandikan Keyla hingga membuat waktu mandi mereka lebih lama.
"Ya. Aku akan bekerja." Ucap Sean tanpa menghentikan aktivitasnya.
Keyla mengarahkan pandangan pada jam dinding. "Tapi jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh dan kau sudah sangat terlambat." Ucap Keyla.
"Tak masalah. Lagi pula perusahaan itu milikku. Tidak akan ada yang memarahiku." Ucap Sean dengan santai.
"Emh... Sean..." Keyla nampak ragu saat ingin mengungkapkan keinginannya.
"Ada apa, hem? Apa kau ingin aku tetap berada di apartemen dan kita kembali melanjutkan pertarungan kita di atas ranjang?" Goda Sean.
"Kau ini..." Lidah Keyla berdecak.
Sean tertawa kecil. "Lalu kau ingin apa, hem?" Tanyanya kemudian.
"Apa aku boleh ikut ke perusahaanmu? Aku sungguh bosan jika berada di apartemen seorang diri sampai menunggumu pulang." Keluh Keyla.
"Kau ingin ikut aku ke perusahaan!" Tanya Sean meyakinkan.
Kepala Keyla mengangguk dengan cepat. "Apakah boleh?" Tanyanya penuh harap.
Sean dengan cepat mengangguk. "Tentu saja. Bersiaplah. Aku akan membawamu ke perusahaan." Ucap Sean yang diangguki Keyla dengan semangat.
Pilihanmu memang tidak salah Keyla... Jika kau ikut denganku ke perusahaan, dengan begitu kita bisa melanjutkan aksi pertarungan kita di dalam kamar pribadiku nantinya. Sean tersenyum mesum dan menyeringai.
***
Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺
Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)
Serpihan Cinta Nauvara (End)
Oh My Introvert Husband (End)