
Wajah yang biasanya dingin itu kini terlihat sendu saat bayangan masa lalu bersama kekasihnya semakin memenuhi pemikirannya. Cukup lama Calvin larut dalam lamunannya. Setelah merasa dinginnya udara malam mulai menusuk ke dalam pori-porinya, Calvin pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
Saat sudah berada di dekat ranjang, wajah sendu Calvin berubah datar melihat wanita yang kini terlelap dengan mulut sedikit terbuka.
"Dia sudah seperti Cilla saja." Decak Calvin melihat gaya tidur Bianca yang sama persis seperti putrinya. Calvin tak langsung mengalihkan pandangannya dari wajah istrinya. Beberapa menit pandangannya masih tertuju pada wajah cantik istrinya. Setelah merasa cukup lama larut dalam pandangannya. Calvin pun merangkak menaiki ranjang dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur istrinya.
*
"Mommy... lihatlah wajah Daddy sungguh tampan bukan?" Tanya Cilla yang kini sedang asik mengelus wajah tampan Calvin yang sedang memangkunya. Saat ini mereka sedang berada di depan rumah sesuai dengan permintaan Cilla kemarin yang ingin bermain bersama mereka di depan rumah.
Bianca dibuat terdiam sesaat sebelum menjawab. "Kau benar. Daddymu sangat tampan." Balas Bianca sambil mengelus rambut putrinya tanpa menatap pada Calvin.
"Jika tidak tampan, mana mungkin Mommy setiap hari memandang foto Daddy bukan?" Tanya Cilla dengan polosnya.
Bianca dibuat terbelalak. "Cilla... kau jangan berbicara sembarangan:" Wajah Bianca nampak memerah menahan malu akibat ucapan istrinya.
"Aku tidak berbicara sembarangan. Aku mengatakan yang sebanarnya." Balas Cilla.
"Sudahlah. Bukankah Cilla ingin bermain? Bermainlah sebelum Daddy mengerjakan tugas Dad di dalam rumah." Ucap Calvin dengan lembut pada Cilla.
Cilla nampak meberengut. Namun sesaat kemudian ia pun meminta diturunkan dari pangkuan Calvin.
"Aku ingin bermain dengan Roggy... apa boleh?" Tanya Cilla penuh harap.
"Boleh. Bermainlah." Balas Calvin yang membuat senyuman terbit di bibir Cilla.
"Terimakasih Dad!" Balas Cilla lalu mengecup pipi Calvin.
Cilla pun kemudian bermain dengan mobil truk kesayangannya sembari bermain tanah.
*
Setengah hari itu Calvin dan Bianca habiskan untuk menemani putri mereka bermain apa saja yang ia inginkan. Hingga saat siang hari telah tiba, Bianca pun mengajak Cilla untuk masuk ke dalam rumah untuk membersihkan tubuhnya dan tidur siang.
"Kau ingin kemana?" Tanya Calvin saat melihat Bianca keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan pakaian kerjanya.
"Aku ingin pergi ke butik. Siang ini aku ada pertemuan dengan salah satu pelanggan di butikku." Jelas Bianca.
Calvin hanya diam dan tak lagi berbicara.
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Bianca lagi. Dan tak menunggu Calvin menganggukkan kepalanya karena pria itu tak ingin melakukannya, Bianca pun segera berlalu dari hadapan suaminya.
"Apa yang aku harapkan? Ucapan hati-hati darinya? Huh, kau terlalu berharap Bianca. Sedangkan membalas ucapanmu saja dia begitu enggan." Bianca merasa miris. Kakinya pun terus melangkah keluar dari dalam rumahnya.
Ting
Suara deringan panggilan masuk dari ponselnya membuat langkah Bianca terhenti.
"Ada apa, Merry?" Ucap Bianca setelah panggilan terhubung.
"Tuan James sudah menunggu kedatangan anda di butik, Nona." Suara Merry terdengar berbisik di seberang sana.
"Katakan padanya jika aku akan datang sebentar lagi." Balas Bianca lalu berjalan terburu-buru menuju mobilnya.
***
Buat beberapa hari kedepan aku bakalan slow update ya teman-teman. Karena saat ini aku sedang berada di luar kota. Jangan ditunggu ya updatenya😊