Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Menatap tajam


Setelah selesai memperkenalkan Sean kepada kolega bisnisnya, Tuan Richard pun mempersilahkan pada para tamu undangan untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan di atas meja mereka.


"Will, ayo makan makananmu. Jangan seperti orang yang tidak menghargai hidangan yang sudah disediakan oleh Tuan Richard!" Tegur Gerry saat William masih tidak melepaskan pandangan pada sosok wanita yang kini tengah dikelilingi keluarga Tuan Richard tanpa memperdulikan makanan di depannya.


"Will!!" Ucap Gerry sedikit keras agar William tersadar.


"Diamlah! Aku akan memakannya!" Decak William kemudian mulai memakan makanan di hadapannya.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya makan malam pun selesai. Para tamu undangan pun mulai berbincang membahas tentang bisnis mereka masing-masing sambil menikmati alunan lagu yang diputar oleh petugas acara.


Berbeda dengan William yang sama sekali tidak berniat membahas tentang bisnisnya kepada para koleganya. Karena saat ini pandangannya kembali menghunus tajam pada sosok yang sudah membuat darahnya naik.


"William, kau ingin kemana?" Gerry menahan pergelangan tangan William yang hendak pergi meninggalkan meja.


"Pulang!" Cetus William dengan datar.


Gerry menghembuskan nafas kasar di udara. "Tunggulah sebentar lagi acara akan selesai. Kau jangan seperti—" Ucapan Gerry terputus karena William dengan cepat menyelanya.


"Baiklah. Aku akan tetap berada di sini!" Berdecak kemudian kembali duduk di posisinya.


Sedangkan diseberang sana, Rania nampak mencengkram erat gaun yang dikenakannya karena merasa sangat gugup saat manik matanya bertemu dengan mata elang milik suaminya.


Kenapa William bisa berada di sini? Pertanyaan itu masih saja berkeliaran di kepalanya.


"Wah... Ternyata calon menantumu sangat cantik ya, Chel!" Seru salah seorang wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.


Nyonya Chelsea tersenyum. "Ya, aku juga tidak menyangka jika Sean sudah memiliki seorang kekasih!" Sahut Nyonya Chelsea begitu senang.


"Kalau begitu kau tidak jadi menjodohkan William dengan anaknya kolega suamimu itu?" Bisik wanita itu di telinga Nyonya Chelsea.


"Jika Sean dapat bahagia dengan pilihannya, maka aku tidak akan mengatur jalan hidupnya." Jawab Nyonya Chelsea tersenyum.


Rania yang sedikit mendengarkan pembicaraan mereka bergedik ngeri di tempatnya. Ia sungguh tidak menyangka dengan ide konyol Sean yang memintanya berpura-pura menjadi pasangannya membuatnya hampir terjun bebas ke dalam jurang seperti saat ini.


Pukul sepuluh malam akhirnya acara itu selesai, Rania dapat menghembuskan nafas lega karena sudah selesai menjadi bahan pajangan oleh Mommy Sean untuk diperkenalkan kepada seluruh keluarganya. Dan untung saja dengan itu membuat Rania bisa menjaga jarak dari suaminya sejak acara berlangsung.


"Terimakasih sudah menghadiri acara keluarga kami ini Tuan William." Sean mengulurkan tangannya ke arah William dengan senyuman penuh persaingan di bibirnya.


William yang dapat menangkap tatapan pria di depannya sontak menerima uluran tangan itu dan menjabatnya. "Sama-sama. Senang bisa berada di tempat ini. Dan terimakasih atas jamuan makan malamnya." Balasnya begitu datar.


Sean menarik bibirnya ke samping. Kemudian turut menyalami Gerry dan Asisten Jimmy. Setelah melepas kepergian tamu undangan, Sean pun segera masuk ke dalam mansionnya untuk mencari wanita cantik yang sudah menjadi pasangan pura-puranya malam ini.


"Rania... Ayo kita pu—" Ucapan Sean terputus berganti dengan teriakan kecil saat mendapatkan cubitan keras di pinggangnya oleh Rania.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...