Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Harum sekali


"Kau sudah lama, Jimmy?" Ucap Gerry menjatuhkan bokongnya di kursi yang bersebelahan dengan Kyara.


"Saya baru saja sampai, Tuan." Jawab Asisten Jimmy.


Kepala Gerry mengangguk mengerti. "Apa kau sudah mempersiapkan apa saja yang aku butuhkan hari ini?" Tanyanya.


"Sudah, Tuan. Semuanya sudah ada di dalam mobil."


"Baiklah." Ucap Gerry. Kemudian mereka pun memulai sarapan saat Kakek Surya sudah bergabung bersama mereka.


"Apa ada yang ketinggalan, Gerry?" Tanya Kyara saat ia mengantar kepergian suaminya untuk bekerja pertama kalinya.


"Tentu saja ada!" Cetus Gerry memasang wajah masamnya.


Kyara sedikit ketakutan melihat wajah Gerry. "A-apa?" Tanyanya dengan begitu penasaran.


"Kau!" Cetusnya.


"A-aku?" Kening Kyara mengkerut.


"Karena kau tidak ikut bersamaku, aku merasa ada sebagian hidupku yang tertinggal!" Jawab Gerry dengan nada datar tanpa ada romantis-romantisnya.


"Kau ini..." Kyara menepuk dada bidang suaminya. Rona merah mulai menyembul di kedua pipinya. Kyara juga merasa malu. Karena saat ini Asisten Jimmy menatap datar ke arah mereka.


Gerry tertawa. Menangkap tangan mungil istrinya kemudian mengecupnya singkat. "Aku pergi bekerja dulu. Baik-baiklah selama di rumah. Jika ada apa-apa kabari aku." Ucap Gerry. Menarik pinggang Kyara agar mengikis jarak diantara mereka. "Jangan lupa untuk mengirimkan apa saja aktivitas Rey hari ini. Aku akan segera kembali." Membenamkan ciuman cukup lama di kening istrinya.


Senyum Kyara kian melebar. "Hati-hatilah. Dan jangan terlalu lelah." Tanpa memperdulikan asiten Jimmy, Kyara segera masuk ke dalam pelukan suaminya. "Kau ini harum sekali." Gumam Kyara mengendus aroma parfum yang menempel di jas Gerry.


"Tentu saja. Apa kau menyukainya?" Goda Gerry yang sedikit mendengar gumaman istrinya.


"Eh, bagaimana?" Kyara segera melepaskan pelukannya.


"Tidak ada. Ya sudah, aku berangkat dulu." Pamit Gerry.


Kepala Kyara mengangguk. Mengulurkan tangannya pada Gerry. Awalnya Gerry nampak bingung, namun setelah diberi kode oleh Kyara, akhirnya Gerry pun paham dan menerima uluran tangannya.


"Jangan lupa untuk memakan bekalnya." Ucap Kyara.


"Aku akan menghabiskannya." Ucap Gerry dengan yakin.


Kyara tersenyum dan kemudian melepas kepergian mobil suaminya yang sudah hilang dari pandangannya.


*


Suasa gedung perusahaan Bagaskara pagi itu kembali dikejutkan karena kehadiran Gerry kembali ke perusahaan. Gerry tetap melangkahkan kakinya dengan pandangan lurus ke depan dengan wajah dinginnya diikuti Asisten Jimmy yang tak kalah memasang wajah dinginnya.


Pak Gerry sudah kembali.


Kemana saja Pak Gerry selama ini?


Apa Tuan besar tidak lagi bekerja di perusahaan?


Wah... Pak Gerry semakin tampan


Bisik-bisik karyawan mulai terdengar saat tubuh Gerry hilang dari kotak besi yang membawanya ke lantai teratas perusahaan Bagaskara.


"Selamat pagi Tuan, Gerry. Asisten Jimmy!" Sapa Sinta yang sudah berdiri di balik meja kerjanya. Sinta tidak terkejut melihat kedatangan Gerry kembali ke perusahaan, karena Sinta cukup mengetahui apa yang terjadi pada atasannya itu.


Gerry dan Asisten Jimmy berhenti sejenak dan mengangguk. Kemudian melanjutkan langkah mereka masuk ke ruangan Presiden Direktur.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺