Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Kau mengataiku bodoh?


Kejadian di ruangan rapat siang itu benar-benar membuat Rania tak habis pikir dengan kepercayaan diri Sean tanpa rasa malu sedikit pun.


"Ada apa dengan wajahmu, Sayang!" Tanya William saat melihat wajah Rania yang nampak tak henti menahan tawanya sejak masuk ke dalam mobil.


"Apa kau tahu William..."


"Tidak." Ucap William cepat.


"Ish. Aku belum selesai berbicara." Rutuk Rania berubawah wajah masam.


William terkekeh lalu mengelus perut istrinya gemas. "Iya, ada apa, hem?" Tanya William kemudian.


"Sean itu sungguh sangat lucu." Rania tertawa-tawa saat membayangkan betapa bangganya wajah Sean tadi saat mengungkapkan hasil mahakrya istrinya.


Melihat Rania tertawa setelah berbicara jika Sean lucu membuat wajah William langsung berubah dan salah paham. "Apa maksudnya kau memuji pria lain lucu di hadapan suamimu?" Cetus William memalingkan wajah ke samping merasa kesal.


Rania menghentikan tawanya lalu menatap malas pada suaminya yang nampak merajuk atas kesalahpahaman pemikirannya. Dengan menghela nafas panjang, Rania pun langsung menjelaskan kejadian di dalam ruangan rapat tadi siang pada suaminya.


Mendengar penjelasan istrinya membuat wajah William bertambah sebal. Dan ternyata ekspresi William pun di luar dugaan Rania ternyata suaminya masih tetap merajuk.


"Ada apa lagi dengan wajahmu? Bukankah aku sudah menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Dan itu benar-benar lucu." Ucap Rania dengan kening mengkerut.


"Kau menganggap hal yang dilakukan Sean itu lucu?" Tanya William dengan wajah sebal.


Rania dengan cepat mengangguk. "Tentu saja." Ucapnya.


William mendengus. "Jika kau mengatakan apa yang dilakukan Sean itu lucu dan bodoh, berarti kau juga mengataiku bodoh karena aku juga sering mengatakan hal seperti itu pada rekan bisnisku dan juga staffku di perusahaan." Sungut William.


"A-apa?" Rania kehabisan kata-kata sambil menggelengkan kepalanya.


Untung saja aku masih jomlo sehingga aku tidak ikutan bodoh seperti Tuan William dan Tuan Sean. Sorak batin Steve yang sibuk mengemudi di depan pasangan suami istri yang sedang bersiteru itu.


*


"Rania... Apa yang kau lakukan!" William yang baru saja keluar dari dalam mobil langsung berteriak saat melihat istrinya berjalan dengan cepat masuk ke dalam mansion dengan membawa perut buncitnya.


Rania hanya diam dan terus berjalan masuk ke dalam mansion Bagaskara.


"Rania... Kau sudah datang?" Kyara yang hendak masuk ke dalam lift mengurungkan niatnya saat mendengar langkah kaki mengarah ke arahnya.


Rani tersenyum sambil terus berjalan ke arah Kyara. "Aku baru saja sampai, Kya." Balas Rania lalu mencium singkat pipi sahabatnya.


"Kau membuatkan minuman untuk Kak Gerry?" Tanya Rania melihat minuman jahe hangat di tangan Kyara.


"Ya. Gerry menginginkannya." Balas Kyara tersenyum.


"Apa Kak Gerry masih mengalami ngidam sympatic?" Tanya Rania merasa lucu atas apa yang menimpa suami sahabatnya itu.


"Ya... Begitulah. Sudah hampir satu bulan ini Gerry selalu keluar masuk kamar mandi memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya. Aku sungguh kasihan melihatnya." Ucap Kyara merasa sedih atas nasib suaminya.


Rania nampak tersenyum. "Mungkin saja bayimu kali ini ingin ayahnya merasakan langsung posisimu waktu itu saat mengandung Kakaknya." Balas Rania membuat Kyara ikut tersenyum lucu.


***


Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


Serpihan Cinta Nauvara (End)


Oh My Introvert Husband (End)