Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Sudah tidak sabar


"Sayang... kau sudah sampai?" Suara Kyara terdengar lembut menyambut kedatangan suaminya saat masuk ke dalam kamarnya.


"Ya. Aku baru saja sampai." Gerry mengecup kening Kyara singkat. "Anak Papa tampan sekali..." Gerry pun turut mengecup kening dan pipi bayinya.


"Tunggu sebentar ya. Ini Rey suka lari-lari dipakaikan bajunya." Ucap Kyara sambil menahan tubuh putranya yang kembali ingin berlari.


"Biar aku saja yang memakaikan bajunya." Ucap Gerry lalu mengambil alih baju di tangan Kyara. "Rey... Ayo sini sama Papa pakai bajunya." Ucap Gerry lalu menggendong tubuh putranya.


"Kenapa denganmu dia menurut begitu sih." Ucap Kyara menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya.


"Karena dia lebih sayang kepadaku dari pada kepadamu." Goda Gerry.


Kyara memberengut. Kedua pipinya yang chubby mulai menggembung. "Kau ini..." Ucapnya dengan kesal.


Gerry tertawa karenanya. "Ini sudah siap. Ayo pergi!" Ajak Gerry lalu menggendong Baby Rey ke dalam pelukannya.


"Tunggu sebentar. Aku mau mengganti bajuku lebih dulu." Ucap Kyara yang diangguki oleh Gerry.


Gerry pun melangkah keluar dari dalam kamarnya karena ia lebih memilih menunggu Kyara di ruang tamu.


Tak lama menunggu, Kyara pun sudah turun dari dalam kamarnya.


"Ayo berangkat!" Ajak Kyara pada Gerry yang masih asik bermain dengan Baby Rey.


"Mamah..." Wajah Baby Rey seketika berubah panik saat melihat Kyara yang sudah berpakaian untuk pergi. "Kut..." Ucapnya merentangkan tangannya pada Kyara. Bayi tampan itu terlihat takut untuk ditinggalkan.


"Iya... Rey ikut kok." Kyara pun menggendong tubuh Baby Rey karena Baby Rey menolak digendong oleh Gerry.


"Sayang... kau sedang hamil... jangan terlalu sering menggendong Rey. Dia sudah sangat berat." Ucap Gerry mengelus sayang rambut istrinya.


"Tak apa... aku hanya sebentar untuk menggendongnya ke depan." Ucap Kyara menenangkan Gerry.


"Baiklah... ayo pergi." Ajak Gerry yang diangguki oleh Kyara.


*


"Apa jenis kelamin bayi kami sudah kelihatan?" Tanya Gerry begitu tak sabar saat Dokter melakukan pemeriksaan.


"Untuk saat ini belum kelihatan, Tuan. Kita bisa melihatnya jika usia kandungan Nyonya Kyara sudah berusia empat bulan ke atas." Jelas Dokter yang diangguki paham oleh Gerry.


"Lihatlah... adik Rey masih sangat kecil." Ucap Gerry menunjukkan selembar foto hasil USG pasa Rey.


"Adik..." Ucap Rey sambil menunjuk foto di depannya.


"Iya... Adik Rey ini..." Ucap Gerry merasa gemas.


"Baby Rey sudah tidak sabar melihat adik bayinya, ya?" Dokter kandungan itu nampak tersenyum gemas melihat tingkah lucu Baby Rey.


Kyara dan Gerry tersenyum.


"Bukan hanya Rey. Saya juga sudah tidak sabar melihat bayi kedua kami lahir." Balas Gerry lalu mengelus perut istrinya yang masih nampak rata.


Dokter kandungan itu tersenyum.


Setelah merasa cukup berada di ruangan pemeriksaan, Gerry dan Kyara pun keluar dari dalam ruangan dengan senyuman menghiasi wajah mereka.


"Gerry... apa kau sibuk? Aku ingin bertemu dengan Hana dulu selagi kita berada di sini." Ucap Kyara mengungkapkan keinginannya.


"Tidak juga... jika ku ingin bertemu dengannya aku akan mengantarkanmu ke ruangannya." Ucap Gerry.


"Terimakasih... aku sudah sangat merindukan Hana." Kyara melebarkan senyumannya saat membayangkan akan bertemu dengan sahabat baiknya. Kyara pun berjalan lebih dulu meninggalkan Gerry yang masih terdiam di tempatnya.


Sangat merindukannya? Bukankah mereka baru saja bertemu beberapa hari yang lalu? Kepala Gerry dibuat menggeleng mendengar ucapan istrinya yang tidak masuk akal.


***


Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


Serpihan Cinta Nauvara (End)


Oh My Introvert Husband (End)