Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Bianca


"Tante..." Ucap anak itu lagi dengan ketakutan karena Rania tak kunjung menjawab pertanyaan.


"Rania..." Deby pun turut menepuk pundak Rania guna menyadarkan lamunan wanita itu.


"Eh, iya." Seru Rania saat sudah kembali ke alam sadarnya. "Tante tidak marah kepada kamu gadis cantik." Ucap Rania kemudian menggendong gadis kecil itu ke dalam pelukannya.


"Beneran Tante tidak marah?" Gadis kecil itu masih saja terus merasa ketakutan.


Rania tersenyum seraya mengelus rambut pirang anak itu. "Tentu saja tidak." Ucapnya begitu lembut.


"Cilla..." Suara khas wanita bule terdengar begitu khawatir di telinga Rania.


"Cilla... Kau kemana saja? Mom mencarimu kemana-mana." Wajah Ibu dari anak itu terlihat begitu cemas menatap pada wajah anaknya. Kemudian mengalihkan pandangan pada Rania. "Apa anak saya membuat kekacauan di sini?" Tanyanya menatap pada Deby yang sedang memasukkan barang belanjaan Rania kembali ke dalam keranjang.


Rania tersenyum dengan manisnya. "Tidak. Dia hanya tidak sengaja menabrakku saat sedang berlari." Terang Rania sambil mengelus kepala gadis itu yang terlihat ketakutan.


"Mom..." Gadis kecil itu mengulurkan kedua tangannya pada Momnya.


"Lain kali kau jangan pergi kemana-mana tanpa sepengetahuan Mom. Kau tahu Mom sangat mengkhawatirkanmu." Tutur wanita itu mencium lembut pipi putrinya.


Gadis kecil itu mengangguk. "Ayo kita pergi mencari es krim untukku!" Pintanya menjatuhkan wajahnya di bahu sang Ibu.


Mereka sangat manis. Batin Rania.


"Anakmu begitu manis." Puji Rania mengelus puncak kepala Cilla.


"Ya. Dia memang sangat manis seperti ayahnya." Ucap Wanita itu dengan tersenyum.


"Ayahnya?"


Wanita itu mengangguk. "Ayahnya memang begitu manis sama seperti Cilla." Tambahnya melebarkan senyuman.


Rania ikut tersenyum. "Wajah anakmu mengingatkanku pada seseorang." Ucap Rania meragu.


"Oh ya?" Wanita itu terkejut. "Siapa?" Tanyanya begitu penasaran.


"Namanya Wil—"


"Mom..." Gadis kecil itu mulai merengek. "Ayo kita pergi mencari es krimku atau aku akan meninggalkan Mom seperti tadi." Ancamnya dengan kedua pipi menggembung.


"Agh, sepertinya aku harus segera mencarikan es krim untuk putriku sebelum dia kembali merajuk. Maaf atas segala kekacauan yang sudah anakku perbuat." Ucapnya begitu sungkan.


Rania tersenyum. "Tak masalah. Hanya hal kecil yang tidak perlu dibesarkan." Ucapnya.


"Kalau begitu kamu pamit pergi dulu, Nona?"


"Rania."


"Deby."


Wanita itu tersenyum. "Baiklah. Aku pergi dulu Nona Rania, Nona Deby." Ucapnya kemudian mulai melangkah setelah Rania dan Deby mengganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Oh iya siapa namamu?" Pekik Rania menghentikan sejenak langkah wanita itu.


"Bianca. Namaku Bianca Louis." Balasnya kemudian kembali melangkah.


*


"Kau baru pulang?" Tanya William saat Rania baru masuk ke dalam apartemen dengan tangan berisi penuh dengan plastik.


Rania menatap pada William yang tengah menatapnya dengan tatapan datar. "Ya. Aku dan Deby cukup lama menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan." Balasnya kemudian mengambil kembali plastik belanjaannya yang diletakkan di lantai.


"Apa kau membeli seluruh isi supermarket itu?" Sindir William karena saat ini sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit.


"Ya. Aku memang berniat membeli seluruh isi supermarket itu!" Balasnya dengan bersungut-sungut.


William melipat bibir menahan senyumannya saat melihat wajah Rania yang begitu menggemaskan.


"Bersiap-siaplah. Karena malam ini aku akan mengajakmu untuk pergi ke mansion Gerry." Ucap William.


"Kau serius?" Ucap Rania begitu senang.


William mengangguk. "Cepatlah sebelum Rey tertidur." Perintahnya yang dengan cepat diangguki Rania.


***


^^^Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!^^^


^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^


^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^


^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^


^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^


^^^Like^^^


^^^Komen^^^


^^^Vote^^^


^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^