
Seiring berjalannya kerja sama diantara Bianca dan Tuan James. Hubungan diantara keduanya pun kian membaik. Bahkan sikap Tuan James yang datar pada Bianca pun perlahan mulai menghangat. Walau pun merasa bingung dengan sikap Tuan James yang mudah berubah itu, namun Bianca tak memikirkannya selagi kerja samanya dengan Tuan James berjalan dengan lancar.
"Jadi menurutmu pria itu diam-diam menaruh perasaan pada istriku?" Di ruangan kerjanya, Calvin menatap tajam seseorang yang ada di depan matanya saat ini.
"Dari yang saya tangkap memang seperti itu, Tuan. Bahkan penyebab Nona Bianca selalu berangkat bekerja lebih pagi waktu itu juga karena permintaan Tuan James yang tidak masuk akal." Terangnya.
Calvin mengepalkan kedua tangannya. "Dan kerja sama itu?"
"Benar, Tuan. Perusahaan Tuan James kini sudah menjalin hubungan kerja sama dengan butik Nona Bianca. Dan karena itu pula Nona Bianca dan Tuan James sering terlibat pertemuan beberapa waktu belakangan ini."
Brak
Tanpa diduga Calvin memukul kuat meja kerjanya membuat seseorang yang duduk di depannya terkejut. Sejak ia mencurigai sebuah mobil hitam yang waktu itu sepertinya sedang mengintai butik istrinya pada saat ia menjemput Bianca, Calvin pun memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi istrinya dari jarak jauh. Karena pemikirannya saat itu menduga bahwa seseorang yang ada di dalam mobil itu berniat jahat pada istrinya. Namun dugaannya salah. Karena pemilik mobil itu adalah pria yang menaruh hati pada istrinya.
"Terus awasi istriku kemana pun dia pergi!" Titah Calvin dengan wajah yang semakin dingin.
"Baik, Tuan."
"Sekarang kau boleh pergi!" Ucap Calvin yang diangguki pria di depannya.
Setelah orang suruhannya keluar dari dalam ruangnnya, Calvin pun menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Matanya terpejam dan tangannya memijat pelipisnya yang terasa sakit.
Bukan tanpa alasan William berani mengancam Kakaknya itu. Semua itu William lakukan karena ia tahu jika Calvin sudah sangat menyayangi Cilla. Dan hanya bersama Bianca Calvin bisa dekat dengan putri kecilnya itu. Walau pun tidak bisa secara langsung mengawasi rumah tangga Calvin dan Bianca dari dekat, namun William sudah menyuruh orang kepercayaanya yang kini bekerja di rumah Calvin untuk memberitahukan segala informasi tentang hubungan Calvin dan Bianca setelah menikah.
*
"Mulai hari ini aku yang akan mengantarkanmu pergi bekerja." Ucap Calvin saat Bianca baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Sontak saja ucapan Calvin membuat Bianca terkejut. "Kau yang akan mengantarkan aku bekerja?" Tanya Bianca memastikan.
"Ya. Dan aku juga yang akan menjemputmu pulang bekerja." Lanjutnya lagi.
"Apa? Tapi kenapa kau ingin mengantar jemput aku bekerja? Itu akan sangat merepotkanmu." Ucap Bianca merasa tak setuju.
"Tidak ada bantahan. Kau hanya boleh pergi bekerja jika aku yang mengantarkannya." Ucap Calvin dengan tegas.
Bianca yang hendak melayangkan protes pun tak bisa melakukan apa-apa sebab Calvin sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa sikapnya akhir-akhir ini aneh sekali? Bahkan dia melarangku pergi bekerja jika tidak dengannya." Bianca semakin dibuat bingung dengan sikap suaminya.
***