
Setelah menghabiskan waktu dua malam yang dilalui dengan malam panas mereka, akhirnya William dan Rania pun sudah kembali ke apartemen pada pagi harinya.
"William... Ayo cepat... Aku sudah terlambat..." Rania nampak terburu-buru memasukkan ponsel dan barang keperluan lainnya ke dalam tas jinjingnya.
"Sarapanlah lebih dulu. Kau bisa tidak fokus dalam bekerja jika belum sarapan." Perintah William.
"Nanti saja. Aku bisa memakannya di dalam mobil." Rania buru-buru ke arah dapur memasukkan sarapan paginya ke dalam kotak bekal.
"Ayo!" Ajaknya dengan menenteng kotak bekalnya.
William mendesahkan nafas kasar di udara dan mengikuti langkah istrinya yang tergesa-gesa.
"Steve... Bisakah kau menjalankan mobilnya lebih cepat!" Pinta Rania dengan mulut terisi makanan.
"Kita akan menabrak pengendara lainnya jika lebih mempercepat laju mobil ini, Nona." Balas Steve dengan datar. Karena jalanan yang cukup padat membuat mobil tidak bisa bergerak terlalu cepat.
Rania berdecak kemudian menghabiskan sarapan paginya. Sedangkan William yang berada di samping istrinya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang ketakutan terlambat.
William menatap datar istrinya yang kini tengah berlari masuk ke dalam pagar perusahaan dengan cepat.
"Dia itu terlalu takut terlambat. Padahal jika dia terlambat satu jam saja Tuan Sean tidak akan memarahinya." Ucap William karena mengingat Sean yang begitu berminat pada istrinya.
"Mungkin saja Nona Rania sudah biasa disiplin saat bekerja, Tuan." Balas Steve.
"Dia memang wanita pekerja keras." Gumam William. "Jalankan mobilnya Steve!" Titah William saat tubuh Rania sudah menghilang dari pandangannya.
Steve mengangguk walau William tak melihat pergerakannya.
*
Brak
"Aw..." Ringis Rania saat merasa keningnya terasa sakit akibat menabrak punggung seseorang.
"Apa anda tidak bisa berjalan dengan benar, Nona!" Dengus Felix karena punggung kokohnya terasa sakit akibat hantaman kepala Rania.
"Lagi pula kenapa kau berjalan di depanku!" Amuk Rania sambil mengelus keningnya.
"Kau tidak apa-apa, Rania?" Sean berjongkok menyamakan tingginya dan Rania.
"Keningku sakit..." Ringis Rania.
Sean pun membantu Rania untuk bangkit. "Kenapa kau berjalan tergesa-gesa seperti itu?" Tanya Sean merasa heran.
"Aku hanya takut datang terlambat karena lima menit lagi jam kantor akan dimulai." Jawab Rania dengan jujur.
"Tentu saja. Lagi pula aku takut kau akan berpikiran macam-macam jika aku datang terlambat padahal aku belum sampai satu bulan bekerja."
Mereka pun melanjutkan jalan menuju pintu lift.
"Aku tidak berpikiran macam-macam. Karena aku hanya memikirkan satu macam." Ucap William saat sudah berada di dalam lift.
"Kau itu... Aku itu serius Tuan Sean." Dengus Rania dengan bibir mengerucut.
Felix yang berada di belakang Rania dan Sean nampak menatap tajam pada punggung Rania karena Sean sama sekali tidak memperdulikan keadaanya yang ditabrak oleh wanitanya.
"Selamat pagi Tuan Sean, Tuan Felix, Rania." Sapa Deby bangkit dari duduknya.
"Pagi..." Jawab Sean, Felix dan Rania secara bersamaan.
Rania pun berjalan memutari meja untuk duduk di kursi kerjanya.
"Rania..." Panggil Deby saat Rania sedang merapikan meja kerjanya yang sedikit berantakan.
"Ada apa Deby?" Tanya Rania dengan kening mengkerut karena Deby tengah menatapnya wajah serius.
"Tadi malam saat aku datang untuk merayakan ulang tahun temanku di salah satu hotel, sepertinya aku melihatmu sedang berjalan bersama Tuan William menuju salah satu kamar hotel. Dan aku yakin penglihatanku itu tidak salah. Sedang apa kau dan Tuan William berada di dalam satu kamar hotel yang sama, Rania?" Selidik Deby dengan tatapan penuh pertanyaan.
Pertanyaan Deby pun berhasil menghentikan langkah Sean yang hendak masuk ke dalam ruangannya.
***
^^^Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!^^^
^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^
^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^
^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^
^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^
^^^Like^^^
^^^Komen^^^
^^^Vote^^^
^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^