
William menghadapkan tubuhnya ke arah Kyara. Perlahan tapi pasti tangannya kini sudah memegang salah satu tangan Kyara yang membuat wanita itu sedikit terkejut.
"Jangan seperti ini, William..." Kyara mencoba melepaskan genggaman tangan William. Namun William menahannya.
"Sebentar saja, Ara..." Ucap William lirih. Akhirnya Kyara membiarkan sebelah tangannya tetap digenggaman William.
"Ara... Sejak awal bertemu denganmu waktu itu, aku sudah mulai tertarik denganmu..." William mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Kyara. "Aku kira waktu itu aku hanya sekedar suka kepadamu. Tapi lama kelamaan aku rasa perasaanku lebih dari sekedar rasa suka. Setelah sekian lama aku merenungi hatiku, akhirnya aku tahu jawabannya. Ara... Sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertemuan pertama kita." Ucap William dengan tegas menatap dalam mata Kyra.
Kyara tertegun. Ia tidak pernah menyangka jika selama ini William memendam rasa kepadanya. Walau pun terkadang Kyara sempat berpikir jika perlakuan William kepada lebih dari seorang teman. Cukup lama Kyara terdiam dalam keterkejutannya. Jujur saja ia sudah mulai nyaman pada William. Nyaman dalam artian yang berbeda.
"Mungkin saat ini terlalu cepat jika aku mengungkapkan niatku padamu, Ara. Namun aku harus mengatakannya. Kyara... Maukah kau menjadi pendamping hidupku?" Tanya William dengan mantap. Jangan tanyakan detak jantungnya saat ini yang sudah seperti berlari merathon.
Deg
Jantung Kyara tak kalah berdetak lebih cepat. Ia tidak menyangka jika William berani melamarnya saat ini. Kyara memejamkan kedua matanya barang sejenak. Ia sungguh tidak tahu harus mengatakan apa saat ini. Di sisi William ia merasa menjadi wanita yang dihargai. Bahkan terkadang Kyara merasa disayangi oleh pria itu. Dan itu semua tidak bisa ia dapatkan darinsuaminya—Gerry. Namun ada hal yang mengganjal di hatinya saat ini. Ia tidak tahu perasaan apa yang ia rasakan pada William.
"Ara..." Suara William terdengar mendayu di telinganya.
Kyara mengangkat wajahnya yang ia tundukkan.
"Sepertinya kau salah menilai perasaanmu, William. Aku hanya seorang OB. Derajatku sangatlah jauh denganmu. Kehidupan kita jauh berbeda." Tutur Kyara mengingatkan.
"Bagaimana dengan keluargamu?" Kyara kembali mencoba meruntuhkan pertahanan William.
Ibu jari William kini berpindah mengelus punggung tangan Kyara yang membuat tubuh wanita itu berdesir. "Ibuku juga berasal dari keluarga sederhana. Dan keluarga Ayahku menerimanya. Tidak ada istilah kaya dan miskin di keluargaku, Ara. Menurut keluargaku kita itu sama. Semua makhluk memiliki derajat yang sama di mata Tuhan. Bagaimana kita yang hanya hambanya berani membedakan derajat dan status yang hanya sementara di bumi ini?" William kembali menjelaskan agar Kyara merasa yakin. "Bahkan sejak lama Ibuku sudah menyuruhku untuk mencari wanita dari kalangan keluarga sederhana." Lanjutnya.
Tanpa disadari air mata Kyara mengalir di kedua pipinya. Ia sangat kagum dengan sosok lelaki seperti William yang pasti banyak dikagumi setiap wanita. Namun saat ini Kyara sadar akan statusnya. Ia masih berstatus sebagai istri orang. Istri dari sahabat baik William itu sendiri. Dan ia tidak mungkin menjadi wanita yang ada diantara Gerry dan William.
Kyara menghela nafasnya yang kian memberat. Ia tidak ingin menyakiti William. Namun ia harus mematahkan hati pria itu saat ini juga karena ia tidak ingin William terlalu jauh berharap padanya.
"Maafkan aku, William..."
***
Buat yang sering nanya dan ngeluh kenapa upnya terlalu pendek. Aku punya alasan tersendiri untuk itu. Kehidupan aku bukan hanya di dunia halu, tapi juga di dunia nyata. Aku juga punya kegiatan yang harus aku kerjakan di dunia nyata. Jika aku sempat nulis. Maka aku akan nulis 500an kata dulu perbab baru aku up. Aku gak bisa maksain lebih dari itu. Karena waktuku sangat kurang untuk itu. Waktu senggangku juga sangat minim. Selagi bisa aku up, pasti aku usahain buat nulis.
Aku juga punya novel lain yang harus aku kerjain. "Oh My Intovert Husband." Upnya juga aku kerjain secara bergantian. Jadi bagi kalian yang nunggu cerita aku di sini, kalian bisa singgah di novelku yang lain sambil menunggu aku up.
Dan aku harap janganlah memberi komentar yang membuat mood penulis jadi buruk. Karena itu juga berpengaruh pada niatnya untuk melanjutkan cerita.
Terimakasih.