Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Perkumpulan tiga wanita


Hari minggu pun tiba, sesuai janji mereka dua hari yang lalu, akhirnya tiga orang wanita berbeda usia itu pun sudah berkumpul di mansion Bagaskara.


"Aku senang kalian bisa datang berkunjung ke sini." Ucap Kyara mengembangkan senyuman manisnya.


Rania dan Hana tersenyum.


"Ya. Lagi pula kami berdua sudah sangat merindukan si kecil Rey." Ucap Hana.


"Benar sekali... Aku sudah tidak sabar untuk menggigitnya." Seloroh Rania.


"Kau tidak boleh menggigit anakku!" Balas Kyara membalas candaan Rania.


"Tidak ada yang bisa melaranga. Jika perlu aku akan memakannya!" Lanjut Rania lagi.


"Hua..." Tangisan Baby Rey pun menghentikan candaan mereka.


"Rey..." Kompak mereka bersamaan lalu berlari ke arah Baby Rey yang terjatuh.


"Rania... Kenapa kau ikut berlari? Bukankah saat ini kau sedang mengandung!" Cecar Kyara merasa cemas melihat tingkah sahabatnya.


Hana pun sudah menggendong Baby Rey karena Kyara lebih memilih menegur sahabatnya lebih dulu.


"Aku terlalu refleks, Kya." Balas Rania tersenyum jenaka.


"Kau ini..." Dengus Kyara yang masih merasa cemas.


"Ma..." Baby Rey tiba-tiba menangis kencang. Sepertinya bayi itu merasa iri karena tidak diperhatikan.


"Eh, iya, anak Mama..." Kyara mengelus kepala anaknya yang sedang berada digendongan Hana.


"Kau itu takut tersaingi sekali!" Cibir Rania mengelus gemas pipi bulat Baby Rey.


Tak lama tangisan Baby Rey pun surut.


"Jagoan tidak boleh mudah menangis, ya." Ucap Hana mengelus punggung Baby Rey.


"Ehe..." Tiba-tiba Baby Rey tertawa. Membuat Hana, Kyara dan Rania saling pandang lalu tertawa bersamaan.


"Seneng banget dia dibilangin jagoan." Ucap Kyara.


Hana dan Rania tersenyum. Baby Rey pun mulai fokus memainkan rambut Hana dengan jemari mungilnya.


"Rania... Aku sungguh senang saat mendapatkan kabar jika kau saat ini tengah mengandung." Ucap Kyara saat mereka sudah duduk di karpet bulu ruangan tengah sambil menemani Baby Rey bermain.


"Kau harus menjaga kandunganmu dengan baik. Dan kau tidak boleh terlalu lelah dalam bekerja." Ucap Kyara.


"Tenanglah. Aku tidak bekerja terlalu berat di perusahaan Wilson. Bahkan asal kau tahu, Kya. Sean itu hanya mempekerjakanku sebagai penyemangatnya selama bekerja." Ucap Rania membocorkan rahasianya.


"Apa?!" Kyara terkejut. Begitu pula dengan Hana yang sedang bermain dengan Baby Rey.


"Penyemangat bagaimana maksudmu?" Tanya Kyara heran.


"Ya. Awalnya dia hanya ingin aku menemaninya selama bekerja di perusahaan dan menemaniya jika ada bekerja di luar perusahaan. Namun itu hanya berjalan sebentar, karena setelah itu aku sudah mulai belajar menjadi sekretaris yang sesungguhnya dan membantu pekerjaan sekretaris Deby." Tutur Rania.


"Aku rasa Seno itu benar-benar mencintaimu, Rania. Dari dulu dia selalu saja memberikan perhatian padamu walau kau selalu mengacuhkannya." Goda Kyara.


Rania mendelik. "Jangan membahasnya yang dulu, Kya. Aku hanya tidak ingin memberi harapan palsu padanya. Bukan karena penampilannya yang culun membuat aku tidak menerima cintanya." Jelas Rania.


"Iya... Aku mengerti... Lagi pula aku yakin Seno akan mendapatkan wanita yang baik untuk pria baik sepertinya."


"Semoga saja..." Timpal Rania.


"Oh iya, Kya. Sebutlah namanya dengan nama Sean." Ucap Rania mengingatkan.


"Agh, iya. Aku tidak terbiasa memanggil namanya dengan Sean. Namanya terdengar lebih manis jika dipanggil Seno." Balas Kyara tersenyum lucu.


Rania ikut tersenyum lucu. Hingga percakapan mereka terpotong saat melihat kedatangan Dika masuk ke dalam mansion.


***


Buat mengetahui jadwal update dan berbincang dengan author, kalian bisa bergabung di grup chat author, ya... Dan buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update. Dan kalian juga bisa mampir di dua novel aku yang lainnya juga, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...