Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Siapakah ayah dari anak itu?


Siang harinya, dua pasangan suami istri bersama sepasang mantan kekasih itu nampak sudah duduk di kursi masing-masing sambil menikmati makan siang yang sudah disiapkan pelayan mansion. Saat sedang menikmati makanan, keromantisan Gerry dan Kyara mengalihkan perhatian mereka dari makanan yang sedang mereka santap.


"Kau mau ayamku, sayang?" Tanya Gerry karena sejak tadi Kyara nampak melirik ke arah piringnya.


"Tidak... Aku tidak menginginkannya." Dusta Kyara. Kyara meneguk salivanya susah payah saat melihat lumuran saos yang melimpah di atas ayam milik suaminya.


"Apa kau yakin?" Tanya Gerry lagi karena ia tahu istrinya tengah berbohong. Sejak hubungan mereka semakin membaik, entah kenapa Kyara sangat menyukai makanan yang ada di piringnya.


"I-iya... Pelankan suaramu... Lihatlah saat ini mereka memperhatikan kita." Cicit Kyara merasa malu.


"Anggap saja kami tidak ada." Ucap William merasa jengah melihat tingkah sahabatnya.


Wajah Kyara memerah. Namun lagi-lagi pandangannya tak teralihkan dari makanan di piring suaminya.


"Bukalah mulutmu. Aku akan menyuapkanmu." Ucap Gerry mendekatkan piringnya ke arah Kyara.


Kyara nampak malu-malu namun tetap membuka mulutnya. "Terimakasih." Ucapnya merasa senang. Karena ayam yang sejak tadi diperhatikannya telah masuk ke dalam mulutnya.


"Rania... Ayo buka mulutmu. Aku akan menyuapkanmu..." Ucap William tak ingin kalah saing dari Gerry.


Rania yang tidak ingin membuat suaminya malu itu pun membuka mulutnya. "Terimakasih." Ucapnya tersenyum.


Hana yang sejak tadi memperhatikan tingkah dua pasanga suami istri itu menarik kedua sudut bibirnya.


Mereka sungguh manis. Apa aku bisa suatu saat nanti seperti mereka? Batin Hana merasa tak yakin.


*


Seharian berada di mansion Bagaskara membuat Rania tak pernah menyurutkan senyumannya. Rania sungguh benar-benar merasa senang bisa berada dekat dengan sahabat dan keponankannya lagi.


Hingga senja pun mulai menyambut, William, Rania, Dika dan Hana pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Apa kau lelah seharian ini, hem?" Tanya William saat Rania sudah melakukan kebiasaannya denga menyandarkan kepalanya di bahunya.


Rania menggeleng. "Aku sungguh bahagia. Namun aku juga merasa lelah." Ucapnya apa adanya.


"Tidurlah... Jika sudah sampai nanti aku akan membangunkanmu." Ucap William.


Rania mendengus. "Kau pasti tidak akan membangunkanku." Cetusnya mengingat kelakuan suaminya.


William melipat bibirnya. Tangannya pun mulai bekerja mengelus perut rata istrinya.


*


Malam harinya, Rania yang sedang memainkan akun media sosialnya lagi-lagi dibuat terkejut saat kembali melihat foto dari akun wanita yang pernah ditemuinya beberapa bulan yang lalu.


"Bianca... Bianca Louis..." Gumam Rania mengingat kembali nama wanita itu.


Deg


Lagi-lagi jantung Rania dibuat bekerja lebih cepat saat melihat wajah gadis kecil yang bagaikan cerminan wajah suaminya.


"Apa ini kebetulan? Tapi... Kenapa wajah mereka mirip sekali?" Gumam Rania meragu sambil mengelus wajah gadis kecil yang terlihat sangat manis itu.


"Cilla? Nama yang manis..." Ucap Rania menyebut nama anak dari wanita bernama Bianca itu.


Rania pun semakin dibuat penasaran dengan siapakah ayah dari gadis kecil yang bernama Cilla itu. Namun setelah mencari petunjuk dari banyaknya foto yang diunggah oleh Bianca tidak ada satu pun yang memberikan kejelasan siapakah ayah dari anak itu.


Rania tak putus asa. Jemarinya pun mulai menggeser profil Bianca hingga memperlihatkan foto-foto dari teman media sosial Bianca yang menandai akun Bianca. Namun tiba-tiba saja jantung Rania seakan lepas dari wadahnya saat melihat foto Bianca bersama seseorang yang sangat di kenalinya.


"Bukankah ini..."


***


Buat mengetahui jadwal update, kalian bisa bergabung di grup chat author, ya... Dan buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update. Dan kalian juga bisa mampir di dua novel aku yang lainnya juga, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...