Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Calon istri Sean


"Kau benar-benar mengecewakan Mom, Sean." Ucap Mom Chelsea lagi.


Sean menghela nafas panjang. Dan hanya kata maaf yang bisa ia ucapkan pada Mommynya.


"Jika kau masih menyayangi Mommy, datanglah nanti malam ke mansion dan terimalah perjodohan yang sudah Mom dan Daddy bicarakan sebelumnya." Ucap Mom Chelsea lalu pergi meninggalkan ruangan Sean.


"Argh..." Sean mengusap wajahnya frustasi. Karena lagi-lagi ia harus terperangkap dalam perjodohan konyol yang sudah direncanakan Mommynya.


"Aku tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Lagi pula wanita yang aku cintai sudah menemukan kebahagiaan dan cintanya." Lirih Sean.


Malam hari pun tiba. Setelah mendapatkan kembali perintah dari Mommya untuk datang ke mansion, akhirnya dengan terpaksa Sean pun datang ke mansion keluarganya dengan langkah malas.


Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Kedatangan Sean ke mansion itu tidak disambut dengan hangat oleh Mom Chelsea Karena wanita yang sedang kecewa pada putranya itu lebih memilih untuk membantu pelayan mempersiapkan makan malam di meja makan.


"Apa Mom masih marah kepadaku, Dad?" Tanya Sean pada Dad Richard yang sedang membaca buku di sofa.


Dad Richard menurunkan buku bacaannya. "Sepertinya begitu. Sejak tadi siang wajah Mommymu terlihat tidak bersahabat."


Sean mendengus. "Apa Mommy begitu sangat menginginkan aku untuk segera menikah?" Tanya Sean pada dirinya sendiri menatap pada punggung Mommynya.


"Ya." Timpal Dad Richard.


Sean mengalihkan pandangannya pada Dad Richard.


"Mommymu itu sudah sangat menginginkan kehadiran seorang cucu di mansion ini. Mommu itu selalu merasa kesepian karena kau terlalu sibuk dengan duniamu sendiri dan Daddy juga terkadang sibuk mengurus hewan peliharaan Daddy."


Pukul tujuh malam, akhirnya tamu yang sudah ditunggu oleh keluarga Wilson itu pun tiba.


"Selamat datang di kediaman keluarga kami, Dareen." Sapa Dad Richard pada sahabat lamanya.


"Aaa.... Amel.... Aku sangat merindukanmu..." Mom Chelsea buru-buru menghambur memeluk sahabat lamanya dengan erat.


"Chelsea... Kau tetap saja tidak berubah..." Ucap Nyonya Amel dengan tertawa.


Mom Chelsea ikut tertawa. Lalu pandangannya tertuju pada wanita cantik yang berada di samping sahabatnya.


"Keyla... Kau semakin cantik saja, sayang..." Puji Mom Chelsea. Mom Chelsea pun buru-buru memeluk Keyla.


"Terimakasih, Tante." Balas Keyla dengan tersenyum.


"Ayo duduk dulu." Ajak Dad Richard pada tamunya.


Akhirnya kedua keluarga itu pun duduk di ruang tamu.


"Dimana Sean?" Tanya Nyonya Amel saat tidak melihat anak sahabatnya.


"Ada... Sebentar lagi Sean akan turun..." Ucap Dad Richard yang diangguki paham oleh Nyonya Amel.


Tak lama menunggu, akhirnya sosok pria tampan itu pun nampak berjalan ke arah mereka.


"Wah... Putramu tampan sekali ya, Chel..." Puji Nyonya Amel melihat ketampanan Sean.


Nyonya Chelsea tersenyum. Sean pun mulai menyalami Nyonya Amel dan Tuan Dareen.


"Loh... Keylanya tidak disalami juga, Sean?" Tekan Nyonya Chelsea merasa tidak enak dengan sahabatnya.


Dengan malas Sean pun turut menyalami Keyla dan menatap wanita itu dengan dingin.


"Sebelum pembicaraan kita dimulai, lebih baik kita menikmati makan malam terlebih dahulu." Ajak Dad Richard.


"Baiklah." Balas Tuan Dareen.


Mereka pun beranjak menuju meja makan. Selama makan malam berlangsung, Sean nampak sesekali menatap wanita yang ia yakini akan dijodohkan dengannya itu dengan tatapan dingin.


Sepertinya tidak masalah jika aku menerima perjodohan ini. Lagi pula Mom hanya ingin memiliki seorang cucu dariku. Dan aku hanya perlu cepat membuatnya hamil lalu berpisah dengannya.


***


Cerita Sean dan jodohnya akan menemani pucak konflik rumah tangga William dan Rania sebentar lagi. Harap bersabar saja, ya... Karena aku juga sedang berusaha untuk menuntaskan cepat masalah William dan Bianca.