Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Istri sungguhan


Sean mengusap peluh yang membanjiri pelipis istrinya yang kini berada di bawah kungkungannya dengan jemarinya. Perasaan bahagia telah berhasil membuat istrinya itu kini telah menjadi miliknya seutuhnya nampak tercetak jelas di wajah Sean. Namun perasaan bersalah pun turut hadir saat melihat sisa air mata di sudut mata istrinya.


"Apa sangat sakit, hem?" Tanya Sean lalu turut menghapus sisa air mata di sudut mata istrinya.


Keyla hanya diam. Pemikirannya kini terpenuhi oleh kejadian beberapa jam yang lalu dimana Sean telah merenggut sesuatu yang telah ia jaga selama ini. Dan apa maksud perlakuan suaminya itu. Apa hanya karena nafsunya sesaat suaminya itu sampai melupakan perjanjian yang telah mereka buat di awal pernikahan?


Melihat Keyla yang hanya diam saja, membuat Sean semakin merasa bersalah. "Apa kau marah padaku, hem?" Tanya Sean sambil mengelus lembut permukaan wajah istrinya.


"Aku tidak marah. Untuk apa aku marah karena kau hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu. Tapi kau sadar bukan, jika sekali saja kau menyentuhku maka selamanya kau akan terikat pernikahan denganku?" Ucap Keyla setelah cukup lama terdiam.


"Aku tidak melupakannya dan aku juga tidak lagi memperdulikannya. Karena saat ini dan sampai kapan pun juga kau akan tetap menjadi istriku satu-satunya." Ucap Sean dengan tegas tanpa ada keraguan di wajahnya.


"Kau tidak sedang bercanda bukan?" Kedua mata Keyla nampak mulai mengembun setelah mendengar ucapan suaminya.


"Aku tidak bercanda. Dan aku ingin mulai saat ini kini menjalani pernikahan normal seperti pasangan suami istri lainnya." Ucap Sean.


Keyla mengembangkan senyumannya. Ia sungguh tidak menyangka jika secepat ini Sean akan menerimanya sebagai istri di dalam hidupnya. Perjuangannya di awal pernikahan dulu untuk menggoda suaminya akhirnya berbuah manis juga.


"Terimakasih telah menerima kehadiranku di dalam hidupmu." Keyla mengangkat kedua tangannya lalu memeluk tubuh suaminya yang masih berada di atas tubuhnya.


Melihat pergerakan Keyla, Sean pun merapatkan tubuh mereka hingga Keyla dapat memeluk erat tubuhnya. Dan tanpa sadar pergerakan Keyla itu berhasil membangunkan sesuatu yang sudah redup tadi.


"Sebagai balasan karena aku telah menerimamu sebagai istri sungguhanku, maka aku ingin meminta hakku untuk kedua kalinya." Sean tersenyum menyeringai. Dan tanpa memperdulikan Keyla yang hendak angkat bicara, Sean pun segera melakukan tugasnya sebagai suami yang baik di atas ranjang😩


*


Tring


Tring


Tring


Suara deringan ponsel yang terdengar memekakkan telinga membuat pasangan suami istri yang masih terlelap itu pun mulai terjaga.


"Siapa yang menelfonku pagi-pagi begini?" Decak Sean merasa sebal pada seseorang yang sudah mengganggu tidur lelapnya. Bahkan Sean belum menyadari jika saat ini matahari sudah semakin naik dan bersinar terang menerangi bumi. Sedangkan Keyla yang masih sangat mengantuk itu pun akhirnya kembali melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.


"Felix? Ada apa kau mengangguku pagi-pagi begini?" Sembur Sean pada Felix saat panggilan sudah terhubung. Namun sesaat setelah Felix menjawab ucapannya, kedua mata Sean dibuat membola saat mengetahui jika saat ini sudah menunjukkan pukul sembilan pagi dan setengah jam lagi ia ada pertemuan penting dengan rekan bisnisnya dari luar negeri.


***


Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


Serpihan Cinta Nauvara (End)


Oh My Introvert Husband (End)