
"Kenapa kau memelukku?! Dasar pria mesum!" Maki Keyla sambil melepar bantal ke wajah Sean.
Dengan gerakan sigap Sean menangkap bantal itu sebelum mendarat di wajah tampannya. "Kau jangan memutar keadaan. Jelas-jelas kau yang memelukku?!" Kilah Sean tidak mau mengakui kesalahannya. Apa lagi saat ia menyadari jika bantal guling yang ia pasang menjadi pembatas mereka sudah hilang begitu saja.
"Aku yang memelukmu? Jangan sembarangan memutar balikkan fakta!" Keyla melototkan matanya pada Sean.
"Aku tidak—" Ucapan Sean melayang begitu saja di udara sebab suara deringan di ponselnya kembali terdengar.
"Mommy?" Ucap Sean membaca nama yang tertera di layar ponselnya lalu menggeser ikon hijau di layar ponselnya.
"Ada apa Mom menelfonku?" Tanya Sean saat panggilan telah terhubung.
Kau bertanya kenapa Mom menelfonmu? Tentu saja Mom ingin bertanya apa kalian sudah sarapan pagi atau belum karena sekarang sudah pukul sembilan pagi namun kalian tak kunjung keluar dari dalam kamar. Ucap Mom Chelsea panjang lebar dari seberang telefon.
Sean terbelalak. Menatap pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Mom tahu kalian sedang berusaha untuk memberikan cucu untuk Mom. Tapi kalian juga harus memikirkan cacing di perut kalian yang sudah memberontak untuk diberi makan. Ucap Mom Chelsea lagi semakin asal.
"Mom ada dimana sekarang?" Tanya Sean tak ingin semakin larut dalam pembicaraan konyol mommynya.
Mom dan Dad beserta kedua mertuamu sudah kembali pulang sejak satu jam yang lalu. Lebih baik saat ini kau segera mengajak mantu Mom untuk makan. Ucap Mom Chelsea.
"Baiklah. Kalau begitu aku matikan dulu telefonnya, Mom." Ucap Sean lalu mematikan sambungan telefonnya.
"Huh, bagaimana aku bisa tertidur sampai jam segini!" Gerutu Sean lalu turun dari ranjang. Namun pergerakannya terhenti saat melihat Keyla tengah mengikat rambutnya hingga menampakkan leher jenjangnya yang putih bersih.
Glek
"Kenapa kau diam di situ? Apa kau tidak ingin membersihkan tubuhmu?" Tanya Keyla saat menyadari jika Sean masih berada di sisi ranjang dengan tatapan tertuju ke arahnya.
"Emh, ya. Aku akan membersihkan tubuhku lebih dulu." Ucap Sean gelagapan seperti seorang pencuri. Sean segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi setelah sebelumnya mengambil pakaian gantinya di dalam koper.
"Dia itu aneh sekali..." Guma Keyla menggelengkan kepalanya dan tanpa sadar jika ialah yang membuat suaminya seperti itu. "Sambil menunggu Sean mandi, lebih baik aku menyiapkan pakaian gantiku dan membersihkan tempat tidur." Gumam Keyla lalu berjalan menuju kopernya.
Dua puluh menit menunggu Sean membersihkan diri, akhirnya Sean keluar dari dalam kamar mandi dengan penampilan cassualnya yang membuat Sean terlihat lebih tampan.
"Mandilah. Jangan sampai membuatku menunggu lama!" Titah Sean dengan angkuh lalu berjalan melewati Keyla yang bersungut mendengar perintahnya.
Awas saja kau pria arogan... Aku akan membuatmu jatuh sedalam-dalamnya pada pesonaku sehingga kau tidak memiliki kesempatan untuk meminta berpisah denganku. Tekad Keyla dalam hati lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Jika selalu berada di dekatnya seperti ini, bisa-bisa aku akan termakan ucapanku sendiri yang terlalu percaya diri untuk tidak menyentuhnya. Batin Sean merasa kesal melihat Keyla yang mulai menarik perhatiannya.
***
Komen, vote dan like dulu baru lanjut deh😌
Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (End)