Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Hanya sebagai ayah dari anakku


"Kau sudah melihat hasil tes itu dengan jelas bukan?" Tanya William pada Calvin saat mereka sudah berada di luar ruangan.


Calvin diam. Namun pandangannya kini terisi penuh oleh wajah Cilla yang nampak menatapnya dengan wajah sendu.


"Lalu apa yang saat ini ingin kau lakukan?" Tanya William lagi walau pun Calvin tidak menjawab pertanyaannya.


"Sebaiknya kita bahas masalah ini di luar." Ucap Gerry melihat Calvin masih tidak bergeming.


William mendengus. Lalu berjalan lebih dulu meninggalkan para sahabatnya yang masih termangu di tempatnya.


"Aku sangat membenci keadaan seperti ini!" Rutuk William sambil terus melangkah.


"Calvin..." Suara Gerry terdengar tinggi. Sebab Calvin terlalu lama mengabaikan segala pertanyaan dari mereka.


"Kita bahas masalah ini di rumahku saja." Ucap Calvin dengan datar setelah cukup lama terdiam.


Gerry dan lainnya mengangguk setuju. Sedangkan Bianca, wanita itu hanya diam sambil mengelus rambut putrinya. Tak menunggu lama, mereka pun berjalan meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Calvin selama tinggal di kota C.


*


Suasana di ruangan tamu rumah Calvin saat ini nampak tegang oleh tatapan ke empat pria yang kini menatap Calvin dengan tajam.


"Minggu depan aku akan membawa Bianca dan Cilla ke mansion utama." Ucap Calvin menatap pada William.


William menarik sudut bibirnya ke samping. "Apa yang ingin kau lakukan?" Tantang William.


"Aku akan memperkenalkan Bianca dan Cilla sebagai calon istriku dan darah dagingku sebagai bentuk pertanggung jawabanku." Ucap Calvin dengan tegas.


Sontak ucapan Calvin membuat ke empat pria itu semakin menatapnya tajam.


"Aku memang membutuhkan pertanggung jawaban dari Calvin namun tidak untuk menikahiku. Aku hanya ingin dia bertanggung jawab sebagai ayah dari anakku dengan memberikan kasih sayang yang selama ini Cilla dambakan. Namun tidak untuk menikah. Aku dan Calvin bisa memberikan kasih sayang pada Cilla tanpa terikat dalam hubungan pernikahan sekali pun." Tolak Bianca dengan tegas.


"Dan aku tidak akan mengabulkan permintaanmu jika kau tidak mau menikah denganku!" Balas Calvin tak kalah tegas.


"Aku tidak ingin menikah dengan pria yang sama sekali tidak mengharapkan kehadiranku! Pernikahan itu bukanlah hubungan yang main-main. Dan aku tidak ingin terikat dalam hubungan yang salah!" Balas Bianca lagi.


"Mom... Kenapa Mom dan Daddy bertengkar." Ucap Cilla merasa takut saat melihat wajah tegang Mommy dan Daddynya.


"Bianca..." Tegur Reno agar Bianca sadar akan kehadiran Cilla diantara mereka.


"Cilla... Maafkan Mom..." Bianca memeluk erat Cilla dengan perasaan bersalah.


Pembicaraan mereka pun kembali berlanjut saat Cilla sudah mulai tenang.


"Menurutku keputusan Calvin sudah tepat untuk menikahi Bianca. Karena bagaimana pun. status hubungan kedua orang tua sangat berpengaruh penting bagi kehidupan Cilla selanjutnya." Terang Dika.


"Aku—" Ucapan Bianca melayang begitu saja di udara saat tangan Gerry naik ke atas seakan meminta Bianca tidak menjawab ucapannya.


"Aku setuju. Aku juga tidak ingin jika keponakanku hidup dalam hubungan kedua orang tuanya yang tidak jelas." Tambah William.


"Jangan memaksaku jika aku tidak ingin!" Tolak Bianca lagi.


"Dan harus kau ingat. Jika aku tidak akan memberikan pertanggung jawaban apa pun jika kau tidak mau menikah denganku!" Tekan Calvin yang membuat Bianca terdiam sambil meneteskan air mata di kedua pipinya.


***


Mana nih komen, vote dan likenya? Komen yuk masa enggak😌