
"Sean... Apa yang kau lakukan! Turunkan aku! Turunkan!" Keyla menepuk pundak Sean agar suaminya itu segera menurunkannya. Namun Sean hanya diam sambil terus berjalan membawa Keyla menuju kamarnya.
"Turunkan aku!!" Keyla kembali berteriak saat mereka sudah berada di lantai dua.
"Jika kau masih berteriak, aku akan melepaskanmu hingga kau jatuh di atas lantai!" Ancam Sean yang berhasil membuat Keyla terdiam.
Saat sudah berada di dalam kamar mereka, dengan hati-hati Sean menurunkan tubuh Keyla di atas ranjang.
"Sean... Kau mau apa?" Keyla memasang wajah cemas saat melihat tatapan Sean yang nampak tidak seperti biasanya.
"Apa kau sudah paham kesalahanmu saat ini, Keyla?" Tanya Sean dengan tatapan tajam pada Keyla.
"Aku tidak memiliki kesalahan apa pun!" Keyla masih bersikeras. Lagi pula bukankah Sean yang sejak awal sudah memberikan kebebasan baginya untuk melakukan apa pun yang ia suka?
"Kau masih bersikeras jika kau tidak memiliki kesalahan apa pun?" Emosi Sean yang sempat menyurut kini kembali bangkit melihat tatapan tak bersalah istrinya. Sean pun merangkak ke atas ranjang. Dan aksinya itu membuat Keyla memundurkan tubuhnya ke belakang. Bayangan percintaan mereka yang sempat gagal itu kembali teringat di benaknya.
"Sean... Jangan mendekat..." Keyla memejamkan kedua matanya. Merasa ketakutan dengan wajah sangar suaminya saat ini.
"Kenapa kau takut berdekatan denganku sedangkan kau tidak takut berdekatan dengan mantan kekasihmu itu?" Sean mencengkram erat rahang Keyla saat sudah berhasil menjangkau tubuh istrinya.
Keyla meringis. Merasakan sakit yang teramat pada rahangnya sebab Sean semakin mencengkram erat rahangnya.
Melihat Keyla kesulitan bernafas, Sean pun melepaskan cengkramannya.
"Uhuk... Kau jahat Sean... Kau jahat..." Keyla menangis. Merasa takut sekaligus sakit akibat perbuatan Sean.
Sean menulikan telinganya. Tubuhnya pun kembali mendekat pada istrinya. "Akan aku lakukan hal yang paling menyakitkan lebih dari ini." Ucap Sean dengan tersenyum menyeringai.
"Apa maksud ucapan—" Ucapan Keyla melayang begitu saja di udara sebab Sean sudah lebih dulu membungkam bibir Keyla dengan bibirnya.
Keyla yang sempat memberontak itu pun akhirnya terbuai dengan kelembutan ciuman yang suaminya berikan. Sentuhan-sentuhan kecil di tubuhnya oleh tangan Sean berhasil membuat tubuh Keyla menggelinjang.
"Ah..." Satu ******* pun berhasil lolos dari bibir mungil Keyla saat Sean melepaskan pangutannya.
Sean tersenyum senang. Merasa Keyla sudah semakin hanyut dalam permainan yang ia ciptakan.
"Jangan menahannya, sayang..." Bisik Sean di telinga Keyla melihat istrinya itu menggigit bibir bawahnya agar desahannya tidak keluar.
"Se-sean... ku mohon sudah..." Keyla semakin memejamkan kedua matanya saat sentuhan Sean semakin menjalan ke dalam pakaiannya.
Sean tak menghentikan kegiatannya. Pria itu justru semakin memberikan sentuhan-sentuhan lembut di tubuh istrinya agar Keyla semakin terbuai akan permainannya. Setelah merasakan Keyla semakin terbuai, Sean pun menghentikan aktivitasnya laku menyatukan kening mereka.
"Kau tahu... Aku sangat tidak suka dengan perlawananmu." Ucap Sean dengan lirih sambil mengusap bibir istrinya yang basah dengan jemarinya. "Dan aku juga tidak suka bila kau disentuh oleh pria lain karena kau adalah milikku." Sean memberikan kembali sentuhan di tubuh istrinya hingga Keyla tersadar jika saat ini tubuhnya dan Sean sudah polos tanpa sehelai benang pun. Dan entah kapan suaminya itu melepaskan pakaian mereka sebab dirinya telah terbuai oleh permainan suaminya.
"Malam ini kau akan menjadi milikku seutuhnya." Bisik Sean di telinga Keyla lalu membaringkan tubuh Keyla dengan hati-hati di atas ranjang.
***
Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺
Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)
Serpihan Cinta Nauvara (End)
Oh My Introvert Husband (End)