Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Bekerja dengan baik


"Em... Mungkin saja pil penunda kehamilanmu itu tidak bekerja dengan baik di dalam tubuhmu." Balas Gerry dengan asal.


"Tidak berfungsi dengan baik?" Tanya Kyara dengan kening mengkerut.


"Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi. Bukankah kau juga sudah setuju jika kita memiliki anak lagi? Dan... Apakah kau tidak senang jika memiliki anak lagi dariku?" Tanya Gerry mengalihkan pembicaraan.


"Ya... Aku sangat senang... Tapi aku hanya heran saja." Balas Kyara mengeluarkan pemikirannya.


"Sudahlah... Tidak perlu memikirkannya... Aku sangat bahagia jika kau hamil lagi, Sayang..." Gerry memeluk istrinya erat. Di dalam hatinya ia sungguh berteriak senang karena misinya berjalan dengan lancar. Dan dia akan menjadi Ayah dari dua orang bayi sebentar lagi.


Rey... Katakan hebat pada papamu ini! Sorak batin Gerry.


Seperti ada yang aneh dengan kehamilanku ini... Kyara ikut membatin.


"Karena kau sedang hamil saat ini. Maka kau harus meminta padaku apa saja yang kau inginkan, maka aku akan mengabulkannya untukmu. Apa kau sudah menginginkan sesuatu saat ini?" Tanya Gerry setelah ia dan Kyara duduk di sisi ranjang.


"Terimakasih... Namun saat ini aku tidak menginginkan apa pun." Balas Kyara dengan jujur.


Gerry menghela nafasnya. "Apa nanti kau sudah berniat menginginkan sesuatu." Tanyanya lagi.


"Sayangnya tidak..." Balas Kyara merasa aneh dengan suaminya.


"Huh, ya sudah... Lebih baik pagi ini kau istirahat saja di kamar. Biarkan Bibi yang menyiapkan sarapan pagi untukku. Dan untuk Rey, mulai hari ini biarkan aku yang memandikannya jika pagi hari. Karena aku tidak ingin kau kelelahan." Perintah Gerry.


"Tapi, Gerry... Aku rasa ini semua terlalu berlebihan. Aku masih sanggup membuatkan makanan untukmu dan mengurus Rey." Tolak Kyara akan perintah suaminya.


"Tidak ada bantahan, Sayang..." Tekan Gerry tak ingin dibantah.


Kyara menghela nafas panjang. "Terserah kau saja." Pasrahnya karena ia tidak mungkin melawan kehendak suaminya.


"Katakan sayang padaku!" Titah Gerry karena sejak tadi Kyara tak memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Ya... Gerryku Sayang..." Ucap Kyara merasa malu sekaligus geli akan panggilan barunya itu.


Cup


"Aku mencintaimu, Rey dan Baby..." Ucap Gerry mencium singkat bibir Kyara lalu mengelus perut datar istrinya.


"Kami pun begitu, Papa..." Balas Kyara lalu memeluk tubuh hangat suaminya.


*


Setelah mengetahui jika Kyara saat ini sedang hamil anak ke-dua mereka, akhirnya pada siang harinya Gerry pun memutuskan untuk mengajak Kyara untuk mengecek kandungan istrinya di rumah sakit tempat Dika bekerja.


Berada di dalam gendongan Gerry, kedatangan Rey ke rumah sakit itu mendapatkan cukup perhatian dari pengunjung rumah sakit karena ketampanannya yang sangat mirip dengan papanya.


"Lihatlah semua orang memuji ketampananmu, Boy..." Ucap Gerry mengelus sayang kepala putranya.


"Semoga saja bayi yang ada di dalam perutku saat ini wajahnya mirip denganku supaya kita adil." Ucap Kyara yang sedikit merasa cemburu karena fisik Baby Rey sangatlah mencerminkan sosok ayahnya.


Gerry melipat bibirnya. "Mau mirip aku atau pun dirimu, yang penting Baby lahir dalam keadaan sehat dan selamat." Ucap Gerry mengalihkan kecemburuan istrinya.


Kyara tersenyum. "Aamiin... Aku harap juga begitu." Balasnya tersenyum.


"Gerry... Kyara..." Sapa Dika saat melihat Gerry dan Kyara berjalan menuju lift.


"Dokter Dika..." Ucap Kyara seraya tersenyum. Sedangkan Gerry, pria itu hanya tersenyum tipis membalas sapaan Dika.


"Apa benar jika saat ini Kyara tengah hamil?" Tanya Dika mengingat percakapannya dan Gerry pagi tadi.


"Ya. Saat ini aku sedang hamil adik Rey..." Balas Kyara tersenyum.


"Baguslah jika begitu. Berarti obat penyubur kandungan yang aku berikan waktu itu pada Gerry bekerja dengan baik di dalam tubuhmu." Balas Dika dengan santai tanpa melihat wajah Gerry yang nampak terkejut mendengar ucapannya.


***


Vote, komen dan likenya dulu baru lanjut lagi ya😌


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)