Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Anak kita tidak hadir


"Ternyata tugas sebagai seorang sekretaris juga tidak mudah." Ucap Rania memperhatikan Deby yang sedari tadi sibuk menerima telefon dari berbagai pihak dan juga mencatat apa saja agenda Sean hari ini dan seterusnya.


"Oh iya Rania, apa kau sudah diberitahu Tuan Sean jika sore ini aku akan membawamu ke tempat MUA yang akan meriasmu?" Tanya Deby setelah selesai membereskan barang-barangnya di atas meja.


"Sudah. Apakah kau juga akan ikut di acara nanti malam?" Tanya Rania.


Deby menggeleng. "Tidak. Aku hanya bertugas untuk mengantarkanmu untuk dirias ke tempat MUA langganan keluarga Tuan Sean." Jelas Deby. "Lagi pula kedua bayiku pasti akan rewel jika ditinggal pada saat malam hari." Lanjut Debby kemudian.


"Ohh... Aku pikir kau juga ikut." Tambah Rania.


Deby tersenyum. "Ya sudah. Ayo berangkat." Ajak Deby meraih tangan Rania. "Tidak perlu gugup dan khawatir... Kau hanya perlu mendampingi Tuan Sean selama acara berlangsung." Ucap Deby mengelus punggung tangan Rania guna menenangkan Rania yang terlihat gugup.


"Huh, baiklah..." Rania tersenyum kaku dan kemudian mengikuti langkah Deby.


"Oh iya, Deby... Apa kau terus merias wajahmu setiap pergi ke kantor seperti hari ini?" Pertanyaan bodoh yang sedari tadi memenuhi pemikirannya akhirnya keluar dari bibir mungil Rania saat memperhatikan wajah Deby yang nampak cantik dari balutan make upnya saat sedang menyetir. Berbeda jauh dengan dirinya yang hanya menggunakan bedak tipis dan lip tipis di bibirnya.


Deby mengalihkan pandangannya pada Rania sekilas. "Tentu saja. Sebagai seorang sekretaris, kita juga harus memperhatikan hal yang menunjang penampilan kita. Salah satunya dengan merias wajah." Jawabnya tersenyum.


"Apakah aku juga harus merias wajahku seperti dirimu?" Rania memegang kedua pipinya. Dari banyaknya karyawan wanita yang ia jumpai di perusaan tadi, ia dapat membandingkan jika dirinyalah yang paling sederhana dalam merias wajahnya.


"Mungkin kau bisa menambah sedikit warna pada bibirmu." Saran Deby kemudian.


*


Suasa di kediaman mansion mewah keluarga Wilson malam itu nampak mulai ramai oleh kedatangan para undangan dari kolega bisnis Tuan Richard. Tuan Richard dan Nyonya Chelsea nampak menyambut para tamu undangan dengan senyuman terkembang di bibir mereka.


Kedatangan mobil BMW bewarna hitam memasuki perkarangan mansion mereka mengalihkan perhatian Tuan Richard dan Nyonya Chelsea. Dua orang pria tampan dan gagah keluar dari dalam mobil diikuti seorang asisten yang tidak kalah tampan dari mereka.


"Selamat datang di kediaman kami yang sederhana ini Tuan Gerry, Tuan William dan Asisten Jimmy!" Sambut Tuan Richard dan Nyonya Chelsea berbarengan.


Gerry, William dan Asisten Jimmy pun mengangguk bersamaan.


"Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk menghadiri undangan kami. Mari silahkan masuk." Ucap Tuan Richard yang diangguki Gerry, William dan Asisten Jimmy.


Para pelayan pun mulai menuntun Gerry, William dan Asiten Jimmy masuk ke dalam mansion.


Gerry, William dan Asisten Jimmy pun mengangguk bersamaan.


Di luar mansion, Tuan Richard dan Nyonya Chelsea nampak menunggu kedatangan seseorang dengan harap-harap cemas.


"Bagaimana jika anak kita tidak datang di acara malam ini Dad?" Nyonya Chelsea nampak panik mengingat sikap anaknya yang keras kepala itu.


"Tenanglah, Mom. Dia pasti akan datang." Ucap Tuan Richard menenangkan.


Hingga sepuluh menit pun berlalu, kedatangan seseorang yang diharapkan pun belum juga terlihat. Nyonya Chelsea masih terus menatap ke arah pintu utama berharap agar sosok anaknya dapat terlihat di sana. Tak lama pembawa acara pun mulai meminta agar Tuan Richard dan Nyonya Chelsea agar dapat menaiki panggung kecil yang sudah disediakan untuk memberi kata sambutan pada tamu undangan.


"Anak kita tidak datang, Dad..." Lirih Nyonya Chelsea saat sudah berada di atas panggung. Hingga suara bariton pun mulai terdengar dari ambang pintu mengalihkan pandangan Nyonya Chelsea dan juga para tamu undangan.


"Maaf kami datang terlambat." Ucap seseorang yang sudah berada di ambang pintu bersama seorang wanita cantik yang terlihat tengah menggandeng lengan tangannya.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...