
Dengan perasaan yang begitu senang tanpa tahu maksud dan tujuan suaminya memperbolehkannya untuk ikut ke perusahaan, Keyla berdandan dengan cantik pagi itu dan tak lupa memakai gaun bewarna pastel kesukaannya yang membuat penampilannya semakin manis.
"Ayo Sean. Aku sudah siap." Keyla mengembangkan senyumannya pada Sean yang tengah memainkan ponselnya sambil duduk di atas sofa.
Sean mengangkat kepalanya. Menatap pada wajah cantik istrinya. Dia benar-benar ingin menggodaku ya! Amuk batin Sean merasa istrinya semakin cantik dan semakin membuatnya merasa panas hingga hampir terbakar. Jika tidak mengingat pagi ini ia sudah sangat terlambat untuk datang ke perusahaan dan tidak ingin memberikan contoh buruk pada karyawannya, mungkin Sean sudah menghempaskan kembali istrinya ke atas ranjang dan membawanya ke dalam percintaan panas mereka.
"Sean..." Keyla melambaikan tangannya di depan wajah Sean saat melihat suaminya itu hanya diam saja.
Sean tersadar dari lamunannya. Pria itu kemudian berdiri. "Ayo!" Ajaknya sambil menarik tangan Keyla keluar dari dalam kamarnya.
"Kau membawa mobil sendiri?" Tanya Keyla saat sudah masuk ke dalam mobil sport Sean.
"Tentu saja. Felix sudah berada di perusahaan. Lalu siapa yang akan membawa mobil jika bukan aku." Ucap Sean merasa malas dengan pertanyaan bodoh istrinya.
Keyla mengangguk saja tanpa menjawab. Tangannya pun mulai menyambar ponsel yang sudah ia masukkan ke dalam tasnya. "Mobilmu bagus juga. Sepertinya akan bagus jika aku membuat story di dalam mobilmu." Keyla tersenyum senang lalu membuka aplikasi sosial medianya untuk membuat story.
Sean hanya bisa dibuat menggeleng dengan tingkah absurd istrinya namun entah mengapa masih terlihat menggemaskan di matanya.
Mobil pun mulai melaju. Selama dalam perjalanan Keyla habiskan dengan membuat video dan berfoto ria di dalam mobil Sean tanpa berniat membawa Sean masuk ke dalam foto atau pun video yang ia buat.
"Kau sedang apa?" Pancing Sean saat melihat istrinya kembali berfoto ria.
"Selfie." Balas Keyla dengan santai tanpa berniat membawa Sean untuk ikut berfoto.
Ck
Lidah Sean berdecak melihat tingkah istrinya yang tidak peka sama sekali. Tak ingin larut dalam kekesalannya, Sean pun lebih memilih fokus pada kemudinya dan menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di perusahaan.
Keyla mengangguk lalu turun dari dalam mobil dengan dibantu oleh Sean.
"Sean... Sepertinya pakaianku tidak pantas jika dibawa masuk ke dalam perusahaanmu." Cicit Keyla memperhatikan pakaiannya lalu pakaian karyawan Sean yang sangat jauh perbandingannya.
"Tidak pantas bagaimana? Pakaian ini sudah sangat cocok di tubuhmu." Balas Sean merasa aneh dengan ucapan istrinya. "Sudahlah... Ayo!" Ajak Sean memegang tangan istrinya masuk ke dalam perusahaannya.
Dengan kepala tertunduk, Keyla pun terus berjalan dengan langkah tidak percaya diri.
Sepertinya besok aku harus ke butik untuk memesan beberapa kemeja. Batin Keyla sambil terus berjalan.
"Nona Keyla..." Mendengar seseorang memanggil namanya membuat Keyla segera mengkat wajahnya.
"Deby..." Balas Keyla tersenyum pada Deby yang kini tengah tersenyum kepadanya.
"Nona cantik sekali..." Puji Deby menatap pada wajah dan pakaian yang dikenakan Keyla.
Keyla nampak tersenyum malu. Perasan tidak percaya dirinya tadi akhirnya sirna dengan rasa bangga saat Deby memuji penampilannya. Tak bertahan lama, senyuman Keyla pun berangsur surut saat melihat kedatangan wanita dengan perut buncitnya mendekat ke arah mereka.
"Nona Keyla..." Rania nampak tersenyum manis pada Keyla.
"Rania?" Ucap Keyla dengan wajah kakunya.
Bukankah wanita ini yang sampai saat ini dicintai oleh Sean? Batin Keyla sambil menatap Rania intens.
***