Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Mengantarkan makan siang


Dari tempatnya berdiri, Mama Riana nampak terkekeh kecil melihat anak dan menantunya. Lalu memutuskan untuk berlalu dari sana.


"Asisten Jimmy kenapa, Gerry?" Tanya Kyara yang sempat mendengar hembusan nafas kasar Asisten Jimmy.


"Entahla... Mungkin dia belum kenyang saat sarapan tadi." Jawab Gerry asal.


Kepala Kyara mengangguk walau tak begitu paham.


"Apa aku masih boleh menitipkan makan siangmu lewat sopir? Aku akan memakai kotak bekal yang baru saja dibeli Mama kemarin sore. Dan itu bewarna maron." Tutur Kyara sedikit ragu. Entah mengapa ia memang menyukai warna-warna bernuansa pink dan merah.


"Aku akan lebih senang jika kau yang mengantarkannya, sayang." Senyuman tersemat di bibir Gerry.


Kyara terdiam. "Apa kau tak masalah jika aku datang ke perusahaanmu, Gerry?" Tanyanya sedikit meragu.


Salah satu alis mata Gerry nampak terangkat. "Tentu saja tidak masalah. Aku bahkan sangat senang jika kau datang ke perusahaanku." Tegas Gerry.


Kepala Kyara tertunduk. "Apa kau tidak malu jika seluruh karyawanmu tau jika kau menikahi aku yang hanya berstatus OB di perusahaanmu dulu." Ucap Kyara semakin rendah diri. Ia sangat mengetahui dan paham perbedaan derajat diantara dirinya dan Gerry sangatlah begitu jauh.


"Hei... Kau ini bicara apa!" Mengangkat dagu Kyara dengan tangannya. "Bahkan jika satu dunia pun tahu aku tidak akan malu. Aku justru bangga memiliki istri sepertimu!" Tekan Gerry. Tangan Gerry terulur membawa Kyara ke dalam pelukannya. "Jangan lagi bersedih... Aku bukan tidak ingin menunjukkan jati dirimu pada orang-orang. Namun waktu belum memadai untuk aku melakukannya." Mencium gemas pipi istrinya.


Kyara sedikit tersenyum.


"Mulai saat ini aku ingin kau mengantarkan makan siangku ke perusahaan. Aku tidak mau mendengar kata penolakan." Ucap Gerry.


"Apa kau yakin?" Kyara masih meragu.


"Aku sangat yakin. Lagi pula aku akan lebih bersemangat jika kau ada di sampingku di waktu lelahku."


Senyuman Kyara kian melebar. "Baiklah. Aku akan mengantarkannya nanti." Putus Kyara pada akhirnya.


"Bawalah Rey. Aku pasti sangat senang jika kau membawanya." Pinta Gerry.


Kepala Kyara mengangguk. "Baiklah..." Ucapnya kemudian membalas pelukan suaminya.


*


Sesuai perkataan Gerry tadi pagi, siang ini Kyara sudah berada di depan gedung perusahaan besar Bagaskara dengan diantar sopir. Menggendong Baby Rey dengan gendongan Baby wrap dan sebelah tangannya menjinjing kotak bekal makan siang untuk suaminya.


"Hei... Kalian lihat itu siapa..." Cetus salah satu OB wanita yang memang tidak menyukai Kyara.


Beberapa OB lainnya turut mengalihkan pandangan mereka dan tertuju pada Kyara. Bu Retno yang baru saja keluar dari dalam lift pun turut melebarkan mata saat melihat OB yang dulu sering ia tindas kini ada di depannya.


Kyara yang menyadari tatapan tajam orang-orang kepadanya seketika tertunduk dengan tubuh bergetar. Akhirnya yang ia takutkan terjadi juga.


"Hei kau..." Seru Bu Retno mendekat pada Kyara.


"Bu—Bu Retno..." Gumam Kyara saat Bu Retno dan ketiga OB yang selalu merendahkan dan menindasnya dulu mendekat ke arahnya.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...


.


.


.