Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Aku menginginkanmu


"Lepaskan aku, William... Ingatlah dengan sikapmu saat ini bisa membuatku melanggar perintahmu untuk tidak mencintaimu." Pinta Rania mencoba melepaskan rengkuhan William.


William menulikan telinganya. Tangannya justru menarik kembali pinggang Rania hingga menghalangi celah di antara mereka.


"Will—" Ucapan Rania menggantung di udara karena William sudah kembali memangut mesra bibir istrinya.


Ciuman lembut yang diberikan oleh William membuat Rania kehilangan akal sehatnya. Bibirnya kembali membalas ciuman suaminya hingga ciuman lembut itu kian memanas.


William terus memangut bibir yang sepertinya akan menjadi candu baginya sambil menggering tubuh Rania ke arah ranjang. Dengan hati-hati William membaringkan tubuh Rania tanpa melepaskan pangutannya.


"Will..." Lirih Rania saat William melepas sejenak ciuman panas mereka kemudian kembali memangut mesra bibir istrinya.


William tak memberikan Rania celah sama sekali untuk berbicara ataupun menolak. Ia terus memberikan sentuhan hangat pada bagian lain tubuh istrinya yang mulai membuat tubuh Rania menggelinjang.


Kedua kelopak mata Rania tertutup sempurna saat ciuman William mulai turun ke leher jenjangnya. Tanpa Rania sadari, satu ******* pun keluar dari bibir mungilnya.


William terus fokus memberikan rangsangan pada tubuh istrinya agar menikmati sentuhannya.


"Hentikan..." Ucap Rania sedikit terbata. Namun ucapannya tidak sesuai dengan reaksi tubuhnya yang seakan meminta lebih akan perlakuan suaminya.


Dan akhirnya Rania hanya bisa pasrah berada di bawah kungkuhan suaminya saat William terus memberikan sentuhan-sentuhan lembut di tubuhnya.


"Aku menginginkanmu, Rania..." Ucap William dengan suara serak menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun.


"Will..." Lirih Rania lagi dengan nafas yang naik turun.


William kembali melanjutkan kegiatannya sambil mulai menanggalkan satu persatu helai pakaian yang melekat di tubuh Rania.


Rania hanya bisa memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya agar tak keluar.


"Jangan di tahan, Sayang..." Ucap William mengelus bibir istrinya.


Dan sekali lagi suara ******* pun keluar dari mulutnya karena tangan William semakin liar bermain di bawah sana. Hingga tanpa Rania sadari, jika kini tubuhnya dan William sudah polos tanpa sehelai benang pun.


"Bolehkah aku meminta hakku malam ini?" Pinta William dengan penuh harap. Bahkan wajah William sudah nampak memerah menahan hasratnya yang sudah memuncak.


"Kau akan membuatku melanggar janjiku jika kau melakukannya." Ucap Rania dengan menahan isak tangisnya.


"Ku mohon jangan... Atau kau ak—" Suara Rania berganti dengan teriakan keras saat merasakan sesuatu mulai menerobos masuk di bawah sana.


William menahan perih yang teramat pada punggungnya yang menjadi pelampiasan kesakitan istrinya.


"Hentikan..." Rania mencoba mendorong tubuh William saat merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian intinya.


William yang melihat istrinya kesakitan dengan air mata yang mengalir di kedua sudut matanya nampak tidak tega. Namun ia juga tak kuasa untuk menghentikan kegiatannya saat ini.


"Maafkan aku telah menyakitimu." Sesal William kemudian memangut kembali bibir istrinya untuk mengalihkan rasa sakit wanita itu.


William pun menghentikan kegiatannya sejenak agar Rania lebih tenang. Setelah melihat Rania sudah mulai tenang dengan perlakuan darinya, William pun kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


Sakit sekali. Batin Rania berteriak. Hanya air mata yang mewakili rasa sakit yang ia rasakan untuk pertama kalinya. Rania pun hanya bisa menjadikan seprai sebagai alat untuk ia cengkram sebagai pelampiasan rasa sakitnya karena ia menolak kembali menjadikan punggung William untuk menyalurkan rasa sakitnya.


***


^^^...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...^^^


^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^


^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^


^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^


^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^


^^^Like^^^


^^^Komen^^^


^^^Vote^^^


^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^