Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Aku tidak akan lelah


"Entah mengapa aku merasa jika wanita itu bukanlah wanita yang baik." Gumam Rania saat sudah masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan William, suaminya itu memilih untuk berada di ruang tamu lebih dulu sambil berbalas pesan dengan para sahabatnya.


Rania pun teringat dengan tatapan penuh arti dari wanita itu yang tadi tertuju padanya. "Aku tidak akan membiarkan wanita mana pun merebut suamiku dari sisiku termasuk dirimu." Ucap Rania merasa sebal sekaligus waspada.


Tak ingin terlalu larut dalam ketakutannya, Rania pun segera masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.


Ceklek


William masuk ke dalam kamarnya dan tak mendapatkan keberadaan istrinya di sana. "Apa dia sedang mandi?" Gumam William sambil melangkah masuk. "Sepertinya dia memang sedang mandi." Gumamnya lagi saat melihat ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


Seringaian licik pun tercetak di bibirnya saat memikirkan sesuatu. "Rania sayang... Abang bule datang..." Ucapnya dengan gaya tengilnya lalu mulai menanggalkan satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya.


"Aaaa..." Rania yang sedang menikmati guturan air sower membasahi tubuhnya terpekik dengan kuat saat merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya.


"Hust... Jangan berteriak begitu. Ini aku suamimu." Ucap William sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Rania.


"William... Apa yang kau lakukan!" Rania mulai dibuat risih karena tangan suaminya sudah menjalar kemana-mana.


"Memangny aku melakukan apa?" William bertanya kembali.


Rania dibuat mendengus. "Lepaskan tanganmu, aku ingin mandi dengan tenang." Geram Rania saat merasakan tangan William sudah mulai di luar kontrol.


William menulikan telinganya. Tangannya kini semakin aktif mengelus perut buncit istrinya dan sesekali menyentuh setiap bagian yang menjadi favoritnya.


Rania yang awalnya merasa risih pun mulai terbawa dengan permainan yang William lakukan. Hingga tanpa terasa satu ******** pun lolos dari bibir mungilnya.


"William... aku sungguh lelah..." Ucap Rania berharap William menghentikan aktivitasnya.


Rania yang hendak menolak pun tak kuasa dengan permintaan suaminya setelah mendapatkan sentuhan-sentuhan halus yang membuatnya ikut terbuai dalam permainan suaminya.


*


"Sayang... Apa kau sudah ingin tidur?" William yang hendak memejamkan kedua matanya pun kembali membuka lebar kedua kelopak matanya saat mendengar suara lembut dari istrinya.


"Ya... Ada apa sayang?" William pun memiringkan tubuhnya menatap pada Rania yang kini tengah menatapnya.


"Apa aku besok boleh kembali datang ke perusahaanmu?" Tanya Rania dengan nada ragu.


William nampak terdiam. Namun sesaat kemudian ia pun tersenyum. "Tentu saja. Jika kau ingin kau bisa menjadi sekretarisku. Tapi aku tak ingin karena aku takut kau akan kelelahan nantinya." Tutur William mematahkan semangat Rania.


"Aku tidak ingin menjadi sekretarismu. Karena aku sudah tidak lagi bekerja, aku ingin datang mengantarkan makan siang untukmu setiap harinya." Ucap Rania tanpa mengungkapkan niatnya yang sebenarnya.


"Baiklah. Mulai besok akan ada sopir yang akan mengantar jemputmu datang ke perusahaanku. Namun jika kau merasa lelah, kau tidak perlu mengantarkan makan siang untukku karena aku tidak ingin menyusahkanmu dan anak kita." William mengelus perut buncit istrinya.


"Tidak, tidak. Aku tidak lelah hanya untuk membawakan makan siang untukmu." Pungkas Rania. Dan juga aku ingin menjagamu dari wanita itu karena aku memiliki firasat buruk padanya. Lanjut Rania dalam hati.


***


Calvin otw sebentar lagi yaa🤗


Berikan semangat dulu dong dengan vote, komen dan likenya😶