Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Tidak saling ikut campur


Malam itu, Mom Chelsea yang berniat menginap di apartemen Sean pun mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk pulang ke mansion agar Sean dapat kembali melanjutkan niatnya untuk membuatkan cucu untuknya. Namun sayang, Sean yang diharapkannya itu justru memilih untuk tidur di kamar tamu agar tak kembali tergoda oleh tubuh istrinya.


"Hampir saja aku memakan ucapanku sendiri untuk tidak menyentuhnya." Ucap Sean lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Setelah membersihkan tubuhnya dan melepas kepergian Mommynya untuk kembali pulang ke mansion, Sean lebih memilih membiarkan Keyla untuk masuk ke dalam kamarnya sedangkan ia lebih memilih untuk menghabiskan malamnya di kamar tamu agar tak kembali tergoda oleh kemolekan istrinya. Apa lagi aroma wangi Keyla sehabis mandi kembali meningkatkan gairahnya dan ingin menerkam istrinya itu.


Malam pun semakin larut. Namun Sean yang ingin menenangkan pemikirannya dari istrinya itu tak dapat melakukan keinginannya sebab wajah dan tubuh Keyla selalu terngiang di benaknya. "Huh, wanita itu benar-benar membuatku tidak waras!" Gerutu Sean lalu menutup wajahnya dengan bantal. Beharap dapat memejamkan matanya yang sudah lelah untuk terlelap. Namun usahanya berujung sia-sia sebab hingga pukul satu malam matanya masih saja terasa enggan untuk terpejam.


Tiba-tiba Sean pun teringat dengan obat tidur yang dibelikan oleh Felix yang masih tersimpan di dalam tas kerjanya. "Sepertinya aku memerlukannya." Gumam Sean lalu segera turun dari ranjang. Berjalan ke arah ruang kerjanya berada untuk mengambil obat tidur.


*


Setelah kejadian malam itu, baik Sean mau pun Keyla saling sama-sama menjaga jarak satu sama lain. Dan semenjak malam itu juga Sean memutuskan untu tidur di kamar tamu agar tidak kembali tergoda oleh penampilan Keyla setiap ingin tidur selalu memakai pakaian minim.


Hingga satu bulan berlalu, Sean dan Keyla masih saja menjaga jarak satu sama lain hingga membuat hubungan mereka semakin merenggang. Dan entah mengapa, Keyla pun sudah tak lagi berniat menggodanya seperti biasanya.


"Kau ingin kemana?" Tanya Sean merasa heran karena pagi-pagi sekali Keyla sudah nampak rapi dengan pakaian bepergiannya.


"Aku ingin pergi bersama temanku." Balas Keyla dengan santai seolah tak menyembunyikan sesuatu apa pun.


Sean yang masih sibuk memakai kemeja di tubuhnya itu  menghentikan sejenak kegiatannya dan menatap intens pada wajah istrinya. "Temanmu yang mana?" Tanya Sean sedikit curiga.


'"Aku rasa kau tidak perlu tahu. Bukankah kau yang membuat peraturan agar kita tidak saling mencampuri urusan satu sama lain." Ucap Keyla dengan tersenyum. Senyuman yang terlihat sangat menyebalkan oleh Sean.


Keyla yang melihat sikap Sean hanya tersenyum kecut lalu keluar dari dalam kamar setelah mengambil tas selempangnya di atas meja rias.


Setelah kepergian Keyla, Sean langsung menyambar ponselnya di atas nakas lalu melakukan panggilan telefon dengan seseorang.


"Kau cari tahu kemana istriku pergi pagi ini dan sama siapa. Laporkan setiap aktivitasnya padaku!" Titah Sean lalu memutuskan sambungan telefonnya. Melihat gerak-gerik istrinya yang terkesan santai itu justru membuat Sean menjadi curiga.


"Walau pun aku yang membuat aturan agar kita tak saling ikut campur urusan satu sama lain, namun bukan berarti aku membiarkanmu melakukan apa saja sesuai kehendakmu, Keyla." Ucap Sean memandang pada langit yang masih nampak gelap.


***


Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


Serpihan Cinta Nauvara (End)


Oh My Introvert Husband (End)