
Brak
Suara meja yang terdengar dipukul cukup keras siang itu mengagetkan Deby dan Rania yang sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing di meja kerja.
"Ada apa itu, Rania?" Tanya Deby merasa penasaran dengan suara dari dalam ruangan Sean.
Rania mengangkat kedua bahunya. "Aku juga tidak tahu." Balas Rania sambil menatap pintu ruangan Sean yang sedikit terbuka.
"Berani-beraninya dia bermain api di belakangku dengan mantan kekasihnya itu!" Amuk Sean sambil menggenggam erat ponsel di tangannya. Setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya untuk menyelidiki kemana dan dengan siapa istrinya pergi, Sean dibuat begitu terkejut saat mengetahui jika Keyla Bertemu dengan mantan kekasihnya dan menghabiskan waktu bersama hingga sampai siang ini. Semua foto yang menjadi bukti pertemuan Keyla dan mantan kekasihnya itu berhasil membuat dada Sean bergemuruh.
Tak lama Sean pun keluar dari dalam ruangan dengan langkah tergesa-gesa. Bahkan Sean tak berniat menatap pada Deby dan Rania yang kini menatap heran padanya.
"Tuan Sean kenapa tumben sekali tidak menyapamu sebelum pergi?" Tanya Deby sambil terus menatap punggung Sean yang mulai lenyap dari pandangannya.
"Aku mana tahu. Memangnya aku seorang peramal yang bisa menebak isi hati dan pemikirannya." Rania dibuat menggeleng oleh perkataan Deby yang menurutnya ada-ada saja. "Sudahlah. Sebaiknya kita lanjut bekerja karena sebentar lagi akan masuk waktu istirahat." Ajak Rania yang diangguki oleh Deby. Lagi pula saat ini Rania sungguh tidak sabar untuk makan siang bersama suaminya di rumah makan Padang yang sejak tadi malam mengganggu pemikirannya untuk makan di sana.
*
Sean terus melangkahkan kakinya hingga sampai di depan lobby. Di depannya berdiri, Felix sudah nampak menunggu kedatangannya di samping mobilnya.
"Jalankan mobilnya dengan cepat!" Titah Sean saat sudah masuk ke dalam mobil.
"Baik, Tuan." Balas Felix dengan patuh lalu mulai menarik pedal gas mobil.
Dari kaca spion depan, Felix memperhatikan wajah Sean yang kini nampak menahan amarah sambil menatap layar ponselnya. Baru saja aku merasa tenang dengan masalah percintaan Tuan Sean dan Nona Rania, kini aku kembali dipusingkan oleh masalah rumah tangga Tuan Sean dan Nona Keyla. Felix hanya bisa mengelus dada meratapi nasibnya yang buruk sebagai seorang pria single yang disuruh mengurus masalah percintaan dua insan manusia yang sudah berumah tangga.
"Kau lihat Felix, dia sudah berani bermain api di belakangku. Bahkan sejak pagi buta dia sudah pergi bertemu dengan mantan kekasihnya!" Sean menggertakkan giginya yang beradu. Rahangnya nampak mengeras dan wajah yang memerah.
"Bukankah anda yang membebaskan Nona Keyla sejak awal untuk melakukan apa saja sesuai keinginannya, Tuan?" Ucap Felix mengeluarkan isi pemikirannya. Sean yang ia lihat saat ini seperti pria yang tengah cemburu dengan istrinya sedangkan ia sendirilah yang memberi ruang agar istrinya bebas melakukan apa saja di belakangnya.
Dari kursi belakang, Sean menatap Felix dengan tajam saat mendengar ucapan asistennya yang sebenarnya ada benarnya.
"Maaf, Tuan. Saya salah bicara." Ucap Felix yang merasa sedikit ngeri dengan tatapan Sean saat ini.
Sean mendengus lalu kembali menatap pada interaksi Keyla dan mantan kekasihnya. Dan kali ini amarah Sean sudah berada di ubun-ubun saat melihat mantan kekasih Keyla dengan beraninya mencium puncak kepala Keyla.
"Sial! Kau akan aku beri pelajaran malam ini, Key!" Geram Sean dengan tangan terkepal erat.
***
Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺
Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)
Serpihan Cinta Nauvara (End)
Oh My Introvert Husband (End)