Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Amarah Kakek


Plak


Bunyi suara tamparan yang begitu keras menggema di sebuah gedung tua.


"Berani-beraninya kau berniat mencelakai mantuku dan sekarang anakku yang menjadi korbannya." Tamparan keras itu kembali melayang lebih keras di pipi Ketty hingga membuat wanita itu terjatuh dari kursinya.


Mama Riana kembali mendaratkan tamparan di pipi Ketty untuk meluapkan rasa sakit di hatinya saat ini. Hati ibu mana yang tidak sakit saat melihat anak yang dilahirkannya tengah mempertaruhkan nyawa antara hidup dan mati.


"Sudah, Mah... Cukup..." Papa Johan menahan tubuh Mama Riana yang hendak memukul Ketty kembali.


"Gerry, Pah... Gerry..." Raung Mama Riana memeluk erat tubuh suaminya. Rasanya begitu sesak saat mengingat kembali kondisi anaknya. Mama Riana memang tak menunjukkan sisi lemahnya jika di hadapan Kyara karena tidak ingin menantunya itu semakin merasa bersalah atas apa yang menimpa anaknya.


"Sabar, Mah..." Papa Johan mengelus punggung Mama Riana yang bergetar hebat. Baru kali ini Papa Johan melihat kembali sisi brutal istrinya itu setelah menikah dengannya.


"Johan! Bawa Riana pergi dari ruangan ini!" Perintah Kakek Surya. Karena ia tidak ingin menantunya semakin dalam tersulut emosi.


"Tidak... Aku belum selesai memberi pelajaran padanya..!!" Mama Riana memberontak di dalam pelukan suaminya.


"Sudahlah, Ma... Jimmy akan menyelesaikannya." Papa Johan segera membawa Mama Riana ke luar dari ruangan.


"Hemmpphh..." Ketty memberontak berharap bisa melepaskan ikatan tangan dan kakinya saat ini. Menendang kursi yang menjadi tempat duduknya tadi dengan kaki terikat. Tubuhnya tergeletak di atas lantai setelah mendapatkan tamparan dari Mama Riana. Namun tak ada satu orang pun yang berniat mendudukkannya kembali.


Kini tatapan Kakek Surya dan Asisten Jimmy menatap nyalang kepada Ketty. Asisten Jimmy berjongkok di hadapan Ketty. Dengan kasarnya Asisten Jimmy membuka lakban yang menutupi mulut wanita itu.


"Aghh..." Rintih Ketty merasa mulutnya terasa sakit.


"Lepaskan aku..!! Aku tidak bersalah!!" Jeritnya setelah bisa angkat bicara.


"Tidak bersalah kau bilang?!" Asisten Jimmy mencengkram erat dagu Ketty. "Jika kau bukan wanita, sudah ku habisi kau!" Bentaknya di depan wajah Ketty.


"Lepaskan aku..!!" Amuk Ketty meludahkan tangan Jimmy tanpa rasa takut.


"Kau...!!" Suara Jimmy menggelegar ke semua sudut ruangan.


"Jimmy..." Suara dari Kakek Surya membuat Jimmy mundur dari posisinya.


"Ini semua gara-gara kau...!!" Hardik Ketty pada Kekek Surya yang sedang berdiri di hadapannya. "Jika kau dari dulu merestui hubunganku dengan Gerry, semua tidak akan seperti ini. Kami akan hidup bahagia tanpa adanya wanita ****** itu!!" Maki Ketty.


Nafas Kakek Surya terbuang bebas di udara. "Apa kau kira saya adalah orang bodoh yang tidak akan menyelidiki latar belakang yang menjadi calon istri dari cucu kesayangan saya? Apa kau kira saya tidak tahu niat burukmu dari awal saat kau menolong cucuku waktu itu? Kau kira aku sebodoh itu, huh?!" Kakek Surya menatap nyalang pada Ketty.


"Bahkan saya sudah mengetahui semua rencana yang sudah kau susun dengan kekasih gelapmu saat kau menjadi istri dari cucuku!" Lanjutnya kemudian.


Ketty terhenyak mendengar semua ucapan Kakek Surya. Pantas saja laki-laki tua di hadapannya ini begitu keras menolak hubungannya dengan Gerry cucunya.


"Jimmy...!!"


"Ya, Tuan..." Asisten Jimmy mendekat pada Kakek Surya.


"Lakukan tugasmu dengan benar. Buat wanita ini ketakutan seperti saat ini ia membuat Kyara ketakutan akan kehilangan suaminya!" Titah Kakek Surya.


Asisten Jimmy mengangguk paham. Kakek Surya pun berjalan pelan meninggalkan ruangan. Tak lama tiga orang pengawal masuk ke dalam ruangan dengan membawa tiga ekor anjing yang mulai menggonggong dengan keras.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺