Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Begitu tampan


Mata Kyara berkaca-kaca melihat hasil pemeriksaannya. Ia sungguh tidak menyangka jika sudah ada calon anaknya yang sudah hadir di dalam rahimnya. Kyara mengusap sudut matanya yang tiba-tiba basah. Namun senyum lebar masih menghiasi wajah cantiknya yang pucat.


Matanya kini menatap haru satu lembar gambar hasil USG yang baru saja di cetak. Sehat-sehat di dalam sini ya... Mama akan selalu menyayangimu dan akan berjuang untuk selalu memberikan kebahagian untukmu sampai akhir hidup Mama." Batin Kyara mengelus perutnya.


"Untuk masa awal kehamilan kandungan masih rentan akan keguguran. Untuk itu Ibu tidak boleh terlalu banyak pikiran dan melakukan pekerjaan berat yang bisa membahayakan kehamilan Ibu. Saya sudah meresepkan obat pereda rasa mual dan penguat kandungan beserta vitamin. Dan jangan lupa untuk menjaga pola makan dan memakan makanan yang bergizi." Tutur Dokter Laras. "Apa ada lagi yang bisa saya bantu?" Tanyanya.


Kyara menggeleng sebagai jawaban. Setelah mengucapkan terimakasih, Kyara pun keluar dari dalam ruangan pemeriksaan membawa satu lembar gambar USG yang sudah ia masukkan ke dalam tas.


Di perjalanan menuju apartemen. Kyara memutuskan untuk singgah terebih dahulu di minimarket yang ada di pinggir jalan yang ia lewati. Mata Kyara menelisik satu per satu deretan susu hamil di depannya. Setelah lama berpikir, akhirnya Kyara mengambil dua kotak susu hamil dengan harga yang masih terjangkau dengan isi kantongnya.


Sebelum membawa susu hamilnya ke dalam apartemen, Kyara lebih dulu membuang kotak susunya ke dalam tong sampah di depan minimarket untuk jaga-jaga bila Gerry melihat kemasan susunya di dalam kulkas nantinya. Motor matic Kyara kembali melaju meninggalkan mini market. Saat ini ia hanya ingin cepat sampai ke apartemen karena tubuhnya sudah lelah.


*


Derap langkah kaki berjalan ke arah dapur mengagetkan Kyara yang tengah meminum susu hamilnya. Untung saja satu gelas susu itu sudah berhasil masuk ke dalam mulutnya. Kepala Kyara tertunduk ketika mengetahui siapa yang kini ada di depannya.


Pak Gerry sudah pulang? Batin Kyara merasa awas jika Gerry mengetahui apa yang baru saja diminumnya.


Tanpa berucap satu kata pun, Gerry melangkahkan kakinya keluar dari dalam dapur menuju kamarnya. Tenaganya yang sudah banyak terforsir mengurus permasalah di kota S membuat Gerry ingin cepat mengistirahatkan tubuhnya di dalam kamar. Bahkan kini bukan hanya badannya saja yang lelah. Pikirannya juga lelah memikirkan kekasihnya yang sampai saat ini belum bisa dihubungi membuat Gerry begitu mengkhawatirkannya.


Kyara mengelus dadanya setelah melihat kepergian Gerry. Di satu sisi ia sangat takut dengan kepulangan Gerry. Namun di sisi lain entah kenapa ia merasa begitu bahagia bisa melihat wajah Gerry. Di penglihatannya saat ini wajah suaminya itu begitu tampan dan Kyara sangat ingin untuk melihatnya lagi.


Kyara menepuk kepalanya untuk menormalkan pikirannya yang terlalu jauh. Mulutnya nampak menguap beberapa kali merasakan matanya begitu mengantuk. "Sebaiknya aku ke kamar. Kenapa aku mudah sekali mengantuk. Apa ini termasuk gejala semasa kehamilan?" Gumamnya.


*


*


*


Mohon berikan dukungan untuk semua pembaca cerita recehanku ini. Dengan cara, like, komen dan votenya. Dukungan kalian semua menjadi penyemangat tersendiri untuk aku menulis. Terimakasih.


Lanjut lagi gak? Banyakin komennya, ya! 😊