
Di tengah hujan deras yang tengah mengguyur kota, Calvin terus mengemudikan mobilnya dengan cukup kencang agar cepat sampai di butik Bianca
"Hujannya deras sekali." Gumam Calvi lalu sedikit memelankan laju mobilnya sebab tak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Beberapa menit berlalu, mobil Calvin pun telah sampai di depan Bianca Boutique. Calvin segera turun sambil mengeluarkan payung dari dalam mobilnya.
"Maaf Tuan. Anda ingin mencari siapa?" Seorang penjaga yang sudah berumur sekitar empat pulih tahunan nampak menghampiri Calvin yang sedang berdiri di depan butik Bianca sambil memegang payung di tangannya.
"Saya ingin mencari Bianca." Balas Calvin dengan datar. Pandangannya pun kembali menatap ke depan dimana ruangan butik sudah nampak gelap.
"Nona Bianca baru saja pulang beberapa menit yang lalu, Tuan." Penjaga itu semakin mengeraskan suaranya sebab hujan semakin bertambah deras.
"Bianca sudah pulang?" Calvin pun terpaksa ikut berbicara dengan kuat.
"Benar, Tuan." Balasnya meyakinkan. "Apakah anda suami dari Nona Bianca?" Tanyanya memastikan.
Calvin mengangguk. "Kalau begitu saya pamit dulu. Terimakasih atas informasinya." Walau pun terkesan datar dan dingin, namun Calvin masih bisa bersikap sopan pada orang yang lebih dewasa darinya.
Mobil Calvin kembali melaju membelah hujan deras malam itu.
"Kemana wanita itu? Kenapa aku tidak melihat mobilnya saat melintas tadi?" Gumam Calvin. Dengan hati-hati Calvin pun mulai menambah kecepatan mobilnya.
Beberapa menit berlalu berkendara, Calvin tak kunjung melihat keberadaan istrinya yang mungkin saja sedang berteduh seperti perkataan Zeline. Namun pemikiran Calvin harus terpatahkan saat pandangannya tertuju pada sosok wanita yang saat ini sedang berdiri di belakang mobilnya sambil memegang payung di tangannya.
"Bianca?" Gumam Calvin. Calvin pun memelankan laju mobilnya lalu meminggirkan mobilnya di depan mobil milik Bianca. "Apa yang wanita itu lakukan?" Lidah Calvin berdecak. Calvin pun segera keluar sambil membawa payung.
"Bianca... sedang apa kau di sini?" Mendengar suara seorang pria yang sangat dikenalinya, membuat Bianca yang sedang berjongkok sambil melihat keadaan ban mobilnya yang bocor pun mengangkat wajahnya.
"Calvin?" Wajah Bianca nampak terkejut melihat wajah suaminya. Bianca segera berdiri dari posisinya. "Sedang apa kau di sini?" Bianca pun turut memberikan pertanyaan yang sama pada Calvin.
"Mencariku?" Bianca menunjuk wajahnya.
"Jangan berbicara yang tidak penting! Sekarang katakan, alasan apa yang membuatmu dengan bodohnya berhenti di tempat ini!" Cecar Calvin.
"Aku ingin melihat keadaan ban mobilku yang bocor." Balas Bianca dengan jujur. Bianca pun mengalihkan pandangannya pada ban mobilnya yang bocor.
"Wanita bodoh!" Gumam Calvin pelan. "Kau bisa menghubungi montir bengkel untuk datang dan menunggu kedatangannya tanpa keluar!" Cecar Calvin. Calvin pun segera menarik tangan Bianca masuk ke dalam mobil Bianca. "Ambil tasmu!" Titahnya yang dilakukan cepat oleh Bianca. Calvin pun kembali menarik tangan Bianca menuju mobilnya.
"Calvin... tunggu dulu... bagaimana dengan mobilku?" Bianca berusaha menahan tangan Calvin agar tak menariknya. Namun sikapnya itu justru membuat payung di tangannya jatuh begitu saja di atas aspal.
"Bodoh!" Umpat Calvin dengan pelan lalu dengan cepat memasukkan tubuh Bianca ke dalam mobilnya. "Apa dia tidak bisa berpikir jika tubuhnya sudah basah seperti itu dan dia masih memikirkan hal yang tidak penting!" Geram Calvin. Calvin pun mengambil payung Bianca yang terjatuh lalu masuk ke dalam mobilnya.
***
Lanjut?
Berikan semangat dulu dong dengan vote, komen dan likenya😶
Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)
Serpihan Cinta Nauvara (End)
Oh My Introvert Husband (End)