Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Gejala yang berbeda


"Apa anda yakin dengan keputusan anda, Tuan?" Tanya Hugo.


James mengangguk. "Ya. Jika dia sudah bahagia dengan kehidupannya saat ini, tidak ada alasan untukku menggantikan kebahagiaan itu." Terang James.


"Lalu bagaimana dengan kejadian beberapa tahun lalu itu? Apa anda juga tidak akan memberitahukannya kepada Nona Bianca?"


James nampak diam dan berpikir.


"Saya rasa ada baiknya anda mengatakannya agar Nona Bianca tak lagi penasaran dan mencaritahu siapakah pria yang menolongnya waktu itu." Saran Hugo.


"Kau benar. Aku akan mengatakannya pada Bianca." Putus James.


"Jadi kapan anda akan mengatakannya Tuan?" Tanya Hugo.


"Secepatnya. Sebelum kita berangkat ke Indonesia menghadiri pernikahan adikku di sana." Ucap James.


"Baiklah. Saya rasa keputusan anda sudah benar kali ini, Tuan." Ucap Hugo merasa kagum dengan sikap Tuannya yang tidak ingin memaksakan kehendaknya.


*


Dua minggu pun berlalu. Dan seperti hari sebelumnya, Merry pun tak lagi menggunakan pengharum di tubuhnya jika ia pergi bekerja karena tak ingin Bianca kembali mual ketika berada di dekatnya.


"Nona Merry..." Suara seseorang yang sangat dekat dengannya membuat langkah Merry yang ingin menaiki tangga terhenti.


"Ya. Ada apa Grace?" Tanya Merry.


"Apa anda tidak semakin merasa ada yang aneh dengan sikap Nona Bianca akhir-akhir ini?" Tanya Grace.


"Aku merasakannya. Lalu ada apa?" Merry merasa bingung.


"Melihat sikap Nona Bianca yang sering mual dan suka meminta makanan yang biasanya dia tidak suka, sepertinya ada sesuatu di tubuh Nona Bianca." Ucap Grace menduga.


"Saya rasa sepertinya Nona Bianca saat ini sedang mengandung. Gejala yang dialami Nona Bianca hampir sama percis dengan apa yang dialami Kakak saya yang sedang mengandung saat ini." Bisik Grace di telinga Bianca.


"Apa?" Merry terbelalak. Ia memang tidak sampai memikirkan hal apa yang membuat Bianca berubah akhir-akhir ini.


"Apa Nona Bianca tidak mengatakan jika dia sedang mengandung kepada anda?" Tanya Grace.


Merry menggeleng. "Sepertinya Nona Bianca juga tidak tahu jika saat ini mungkin saja ia sedang mengandung." Balas Merry. "Baiklah, Grace. Aku harus segera menemui Nona Bianca dan mengatakan apa yang kau katakan." Ucap Merry begitu bersemangat. Dan tanpa menunggu jawaban Grace, Merry pun segera melangkah menaiki tangga menuju ruangan Bianca.


Semoga saja ucapan Grace benar. Batin Merry penuh harap.


"Nona Merry... Astaga... Kenapa dia langsung pergi saja. Bagaimana jika dugaanku salah."


*


"Merry... Ada apa denganmu?" Tanya Bianca menatap heran pada asistennya yang terlihat tergesa-gesa berjalan ke arahnya.


"Nona Bianca. Apa mungkin saat ini anda sedang hamil?" Tanya Merry dengan tersenyum lebar.


"Hamil? Apa maksudmu, Merry?" Bianca semakin dibuat bingung.


"Melihat gejala yang anda alami beberapa minggu belakangan ini, itu sama persis dengan gejala yang dialami ibu hamil pada umumnya. Seperti anda yang sangat sensitif dengan bebauan." Terang Merry.


Bianca dibuat terdiam. Ingatannya pun kembali melayang saat sedang mengandung Cilla. "Sepertinya tidak. Waktu hamil Cilla saya tidak mengalami gejala seperti ini." Balas Bianca tak ingin berharap.


"Bukankah gejala pada setiap kehamilan Ibu hamil itu berbeda-beda, Nona?" Ucap Merry lagi. Wajah Merry masih terlihat penuh harap. Karena jika Bianca benar-benar hamil, maka itu akan memperkuat hubungan diantara rumah tangganya dan Calvin. Dan Merry sangat berharap dengan kehamilan Bianca sikap Calvin akan berubah lebih hangat dan membuat Bianca tidak lagi bersedih seperti yang ia lihat sebelumnya.


***