Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Dua bocah sahabat


Siang itu Sean, Felix dan Rania pun melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu perusahaan cabang Wilson yang berada di pusat kota.


"Perusahaanmu ini milik keluargamu juga, Tuan Sean?" Tanya Rania dengan nada formal saat mereka sudah masuk ke dalam gedung lima lantai perusahaan cabang keluarga Sean.


"Ya." Balas Sean singkat sambil terus berjalan memasuki perusahaannya.


Kedatangan Sean siang itu cukup membuat para pegawai di sana terkejut karena mereka tidak mendapatkan informasi apapun tentang kedatangan presdir baru di perusahaan pusat.


"Selamat datang Tuan Sean." Sapa mereka sembari membungkuk sejenak saat Sean berjalan melewati mereka.


Sean menganggukman kepala membalas sapaan mereka.


"Mari ikut saya, Tuan." Ucap seorang pria yang cukup matang di usianya yang Rania perkirakan adalah penanggung jawab di perusahaan itu.


Sean, Felix dan Rania mengikuti langkah pria paruh baya itu. Mereka pun dituntun untuk masuk ke dalam ruangan khusus petinggi perusahaan


"Apa kau sudah menyiapkan laporan yang sudah saya perintahkan, Pak Darto?" Tanya Sean dengan dingin saat sudah mendaratkan bokongnya di kursi kebesarannya di perusahaan cabang.


"Sudah, Tuan." Balas pria paruh baya bernama Darto tersebut. Pak Darto pun bergegas kembali ke dalam ruangannya untuk mengambil laporan tentang perkembangan perusahaan, kinerja para pegawai perusahaan termasuk laporan keuangan setiap bulannya.


Setalah kedatangan Pak Darto kembali ke dalam ruangan itu. Sean, Felix dan Pak Darto pun melakukan perbincangan serius saat Sean mulai mempelajari setiap laporan yang sudah dibacanya. Sedangkan Rania, wanita itu hanya duduk terdiam sambil mendengarkan apa saja yang dibicarakan oleh ketiga orang pria di depannya.


Satu jam berada di perusahaan cabang, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat proyek pembangunan wahana bermain yang terletak tidak begitu jauh dari perusahaan cabang.


"Pembangunan proyek ini bukankah salah satu kerjasama dengan perusahaan Bagaskara?" Tanya Rania saat mereka sedang memantau proyek pembangunan yang sudah berjalan hampir lima puluh persen.


Sean mengangguk. "Perusahaan Tuan Gerry cukup berpengaruh dalam pembangunan proyek kali ini. Karena mereka menanamkan saham untuk proyek ini lebih dari tiga puluh persen." Terang Sean.


Rania mengangguk paham. "Dari yang aku baca, perusahaan milikmu dan perusaan Bagaskara sudah bekerja sama cukup lama."


"Ya. Orang tuaku dan Kakek Surya cukup menjalin kerjasama yang baik di setiap tahunnya."


Mereka pun terus berjalan mengelilingi pembangunan proyek yang sedang berjalan dan sesekali bercerita. Pembicaraan mereka pun terhenti saat ketua proyek berjalan tergopoh-gopoh ke arah mereka.


"Tak masalah." Balas Sean dengan santai. Apalagi ketua proyek pembangunan ini adalah teman sekolahnya dulu. Jadi baik Sean maupun pria itu nampak menahan tawanya saat mereka berbicara formal seperti saat ini.


"Aku tahu kau bisa diandalkan dalam keadaan apapun." Seloroh Sean saat perbincangan serius diantara mereka telah selesai.


Pria itu melebarkan senyuman ke samping. "Kau terlalu memujiku, Tuan Sean."


Sean melepaskan tawanya yang sejak tadi ia tahan. "Biacaralah biasa saja. Anak buahmu sudah tidak ada lagi disekitar kita." Seloroh Sean. Felix yang berada di belakang Tuannya hanya bisa menghembuskan nafas pelan saat dua pria yang cukup membuat onar di sekolahnya dulu telah bertemu kembali.


Pria itu pun membalas tawa Sean. Percakapan mereka pun berlanjut hingga senja mulai menyambut. Sean pun berpamitan untuk kembali ke hotel penginapan mereka sebelum esok hari melanjutkan pekerjaan mereka kembali.


***


Buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update:)


^^^Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!^^^


^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^


^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^


^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^


^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^


^^^Like^^^


^^^Komen^^^


^^^Vote^^^


^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^