Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Mengulang kembali


Di apartemennya, Sean nampak menunggu kepulangan istrinya yang sejak sore tadi berpamitan pergi menemani mommy berbelanja. Namun hingga sampai jam menunjukkan pukul 11 malam, sang istri belum juga kembali yang membuat Sean merasa cemas. Apa lagi nomor telefon sang istri dan mommynya tidak bisa dihubungi.


"Kemana perginya mereka? Kenapa lama sekali?" Lidah Sean berdecak. Namun wajahnya menampilkan raut kecemasan. "Lagi pula apa dia sudah bisa berjalan setelah kejadian kemarin malam?" Sean bertanya-tanya tentang aktivitas mereka kemarin malam yang pasti membuat istrinya sedikit tidak nyaman saat ini.


Hingga beberapa menit kembali berlalu, akhirnya wanita yang sejak tadi mengganggu pemikirannya pun akhirnya pulang.


"Kau kemana saja? Kenapa jam segini baru kembali?" Cecar Sean saat Keyla baru saja masuk ke dalam apartemen.


"Aku menemani Mommy berbelanja dan bertemu dengan teman lamanya." Keyla menjawab lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. "Rasanya aku sungguh lelah sekali." Gumamnya sambil memicingkan mata.


"Hei... apa yang kau lakukan? Aku bahkan belum selesai berbicara!" Sean berusaha menegakkan kembali tubuh istrinya.


"Kau ingin berbicara apa lagi, Sean?" Keyla membuka kembali kelopak matanya. Menatap malas pada suaminya.


"Lalu kenapa kau dan Mom tidak memberikan kabar jika kalian akan pulang malam?" Sean masih berupaya mencecar istrinya dengan pertanyaan.


"Aku tidak sempat untuk melakukannya. Lagi pula ponselku kehabisan daya." Jelas Keyla.


Lidah Sean berdecak.


Keyla yang sudah merasa lelah dan mengantuk itu pun memejamkan kembali kedua kelopak matanya. Dan melihat hal itu, Sean pun tanpa banyak berbicara langsung menggendong tubuh istrinya hingga kedua kelopak mata Keyla kembali terbuka.


"Sean... kenapa kau menggendongku! Turunkan aku! Turunkan!" Keyla memberontak di dalam gendonyan Sean.


"Terimakasih Sean. Kau tahu saja jika aku sudah sangat lelah untuk ke kamar." Keyla pun kembali menutup kelopak matanya dan semakin menelusupkan wajahnya di dada bidang Sean.


Namun saat sudah berada di dalam kamar, Keyla dikejutkan karena Sean tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya begitu saja di atas ranjang.


"Sean... apa yang kau lakukan!" Pekik Keyla hingga rasa kantuknya pun akhirnya menghilang.


"Enak saja kau langsung tertidur begitu saja sedangkan aku sejak tadi menunggumu pulang dan sudah tak sabar untuk mengulang percintaan kita tadi malam." Ucap Sean menyeringai.


"A-apa maksud ucapanmu, Sean?" Keyla dibuat bergedik melihat wajah suaminya yang kini sudah diliputi gairah.


"Kita akan mengulang percintaan kita tadi malam." Ucap Sean lagi sambil melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya dengan tergesa-gesa.


Sejak kejadian siang tadi yang sempat hampir mempermalukannya karena jejak kepemilikan yang ditinggalkan oleh Keyla, entah mengapa rasanya Sean sangat ingin mengulang kembali percintaan panas mereka. Dan perasaan itu semakin membuncah saat melihat kedatangan Keyla masuk ke dalam apartemennya tadi. Bahkan rasa cemas yang sempat ia rasakan pun sirna begitu saja.


"Tidak... aku tidak mau..." Keyla berupaya menolak. Yang benar saja. Tubuhnya saat ini masih terasa remuk akibat pertempuran mereka kemarin malam dan sekarang Sean kembali meminta haknya.


"Kau tidak bisa menolak, Sayang... lagi pula bukankah ini yang kau inginkan sejak awal kita menikah sehingga kau selalu berupaya menggodaku, hem?" Sean merangkak. Mendekati Keyla yang semakin memundurkan tubuhnya.


***