Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Jangan memisahkanku dengan duniaku


Siang itu, Keyla memutuskan untuk pergi ke studio musik milik mantan kekasihnya dari pada pulang ke apartemennya. Bukan tanpa alasan, Keyla hanya ingin menenangkan fikirannya lebih dulu dengan bernyanyi agar ia pulang ke apartemen dengan hati yang sudah tenang.


"Kau datang lagi, Key?" Tanya Riga—mantan kekasih Keyla yany masih berhubungan baik dengannya hingga sampai saat ini.


"Ya. Aku ingin bernyanyi." Ucap Keyla apa adanya.


Riga mengangguk lalu tersenyum. "Masuklah. Kau boleh bernyanyi sepuasmu di sini." Ucap Riga yang diangguki oleh Keyla.


Saat masuk ke dalam studio, Keyla dikejutkan dengan kehadiran dua sahabatnya yang juga ada di sana. "Fadly... Puput..." Seru Keyla begitu senang.


"Hei, Key... kau datang?" Tak berbeda halnya dengan Keyla, Fadly dan Puput pun nampak senang dengan kehadiran Keyla di sana.


"Ya. Aku ingin bernyanyi." Ucap Keyla dengan senyum di bibirnya.


"Kebetulan sekali. Kami juga sedang latihan untuk tampil nanti malam." Ucap Puput.


"Benarkah? Keyla mengembangkan senyumannya. "Apa aku masih boleh ikut tampil dengan kalian?" Tanya Keyla penuh harap. Karena setelah menikah Keyla memang memutuskan untuk tidak lagi ikut dalam perkumpulan band mereka .


"Tentu saja. Anak-anak yang lain pasti sangat senang jika kau ikut." Balas Puput dengan senang. "Tapi... apa suamimu akan mengizinkanmu untuk ikut?" Tanya Puput kemudian.


"Dia pasti mengizinkannya." Ucap Keyla dengan yakin.


"Baiklah... kalau begitu ayo latihan!" Ajak Fadly yang diangguki cepat oleh Keyla dan Puput.


Puput pun memberikan mic pada Keyla yang diterima Keyla dengan semangat. "Lagu yang biasa, ya!" Ucap Keyla yang diancungi jempol oleh Fadly dan puput.


Dari sudut ruangan, Riga menatap senyuman manis Keyla dengan senyum tipis di bibirnya. "Kau tidak pernah berubah walau kau bukan milikku lagi." Ucapnya merasa miris.


*


Pukul 5.30, Sean telah pulang dari perusahaannya. Melihat kepulangan suaminya itu, Keyla pun menghampiri Sean yang tengah duduk di atas sofa.


"Sean..." Suara Keyla terdengar mengalun memanggil nama Sean.


Sean yang sedang memejamkan kedua matanya itu pun membuka matanya. "Key..." Ucapnya dengan tersenyum pada istrinya.


Keyla pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Sean.


"Ada apa?" Tanya Sean yang menyadari jika istrinya ingin berbicara.


"Aku ingin meminta izin untuk tampil bernyanyi di cafe nanti malam bersama teman-teman bandku dulu." Ucap Keyla dengan wajah memelas pada Sean.


"Tidak boleh! Kau pasti ingin bernyanyi bersama bocah tengik mantan kekasihmu itu bukan?" Wajah Sean nampak tak ramah saat mengatakannya.


Keyla menghela nafas panjang. "Aku bukan hanya tampil dengannya. Tapi dengan yang lain juga." Jelas Keyla.


"Apa pun itu, aku tetap tidak mengizinkannya!" Cetus Sean.


"Aku mohon untuk kali ini saja. Bernyanyi adalah duniaku. Sejak dulu aku selalu bernyanyi untuk menghilangkan rasa jenuh dan kesedihanku. Aku mohon jangan memisahkan aku dengan duniaku. Aku berjanji akan menjaga batasanku dengan mantanku nantinya. Lagi pula kau tahu sendiri bukan jika mantan kekasihku juga akan menikah sebentar lagi?" Keyla berkata panjang lebar untuk meyakinkan suaminya.


***


Lanjut?