Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Alasan yang sebenarnya


"Bianca... Sudahlah... Jangan menangis..." Reno nampak berdiri dari tempat duduknya lalu mendekati Bianca. "Kemarilah..." Ucapnya merentangkan kedua tangannya pada Bianca.


Bianca ikut beranjak lalu membenamkan tubuhnya ke dalam pelukan Reno.


"Kau adalah adik bagiku. Dan bagi siapa saja yang menyakitimu aku tidak akan tinggal diam walau pun dia adalah saudara kandung dari sahabatku. Akan ku pastikan jika Calvin akan bertanggung jawab atas perbuatannya!" Tekan Reno sambil mengelus punggung Bianca yang bergetar.


Gerry, William dan Dika masih terdiam di posisinya. Jika dulu mereka akan dengan mudah memeluk Bianca, namun tidak dengan sekarang. Mereka bertiga nampak begitu enggan untuk melakukannya. Mungkin saja mereka bertiga masih menghargai perasaan wanita yang dicintainya, pikir author😌


"Kau tidak perlu melakukannya, karena hingga sampai saat ini Calvin tidak mengetahui jika dia telah memiliki seorang anak dari rahimku." Ucap Bianca dengan lirih.


"Apa?!" Reno nampak terkejut. Begitu pula dengan Gerry, Dika dan William.


"Apa maksudmu? Lantas apa maksud perkataanmu tadi yang mengatakan jika kau ingin menjauhkan anakmu dari ayahnya yang tidak mengharapkan kehadirannya?" Cecar Reno merasa bingung.


"Apa maksud semua ini, Bianca?!" Tanya Gerry yang sudah ikut beranjak.


"Pada malam itu sebelum kami melakukannya, Calvin sudah mengingatkan padaku agar tidak sampai mengandung benihnya karena sampai kapan pun dia tidak akan pernah mau memiliki seorang anak dari wanita yang tidak dicintainya. Dan jika aku melanggar ucapnnya, dia tidak akan mau menganggap anakku adalah anak kandungnya." Tutur Bianca sambil menahan sesak di dadanya.


"Dan kau tetap mau melakukannya setelah mendengar perkataannya?" Ucap Reno tak habis pikir.


Bianca mengangguk lemah. "Karena aku mencintainya. Benar-benar mencintainya." Ucap Bianca sambil terisak.


"Hiks..." Bianca semakin menangis kencangn Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Sudaglah Reno... Kau membuatnya takut." Tegur Gerry merasa kasihan melihat Bianca.


Reno menghela nafas panjang lalu mendudukkan Bianca kembali di atas tempat duduknya. Setelah melihat Bianca sudah sedikit tenang, William pun kembali angkat bicara setelah lama tidak bersuara.


"Bianca... Maafkan semua kesalahan Kakakku. Aku juga tidak menyangka jika Calvin berani melakukan hal itu kepadamu. Namun bagaimana pun juga anakmu adalah bagian dari keluargaku saat ini. Dan aku juga akan memastikan jika anakmu akan mendapatkan pengakuan dari ayah kandungnya. Besok pagi kita akan menyusul Calvin ke kota C." Ucap William dengan tegas.


"Tidak... Jangan membuatnya semakin membenciku." Tolak Bianca.


William pun teringat jika Bianca baru saja kembali dari kota C satu hari yang lalu. "Bukankah kau baru kembali dari kota C setelah satu minggu berada di sana? Apa keberangkatanmu ke sana ada hubungannya dengan Calvin?" Tanya William menyelidik.


Bianca nampak tertunduk. "Ya. Setelah terakhir kali pertemuan kita di mall waktu itu, aku memutuskan untuk mempertemukan Cilla dengan Calvin ayah kandungnya setelah melihat Cilla begitu sedih atas penolakanmu waktu itu. Namun niatku kembali aku urungkan saat aku melihat Calvin sedang berjalan keluar dari perusahaannya dengan seorang wanita yang sedang bergelayut manja di lengannya." Tutur Bianca merasa sedih.


"Dan maaf... Untuk kejadian di mall waktu itu, aku sangat ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada istrimu setelah ia sadar dari pingsannya. Namun saat itu aku benar-benar harus kembali ke negara ini karena aku mendapat kabar jika Ibuku masuk rumah sakit karena demam tinggi." Jelas Bianca panjang lebar.


***


Besok kita ketemu Calvin, yaa...