Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Amukan Jimmy


Suasana di dalam gedung tua yang berada di pinggir kota itu nampak menegangkan akibat amukan dari Asisten Jimmy yang sedang menghajar satu persatu para pengawalnya. Darah segar nampak mengalir di sudut bibir para pengawalnya yang pecah. Asisten Jimmy menghajar mereka dengan membabi buta tanpa belaskasihan sama sekali. Dan para pengawalnya pun tak melakukan perlawanan sama sekali karena mereka merasa memang bersalah saat ini.


Krek


Suara tulang yang patah dari pengawal yang mengawasi Kyara selama berada di kota A menjadi akhir dari amukan Asisten Jimmy.


"Apa kalian lupa apa tugas utama kalian selama ini, huh?!" Amukan Asisten Jimmy tak terhankan saat membanting beberapa kursi yang ada di sana hingga patah. Ingin sekali ia melanjutkan untuk menghajar para pengawal itu. Namun Asisten Jimmy masih memikirkan konsekuensinya yang akan mengakibatkan para pengawalnya bisa mati saat itu juga.


Para pengawal itu tertunduk. Mereka mengakui kesalahan fatal mereka saat ini karna tidak bisa melindungi tuan dan nona muda keluarga Bagaskara itu.


Asiten Jimmy menghirup udara sebanyak-banyaknya saat ia sudah selesai meluapkan amarahnya. Hingga seorang ketua pengawal itu pun berjalan mendekat ke arahnya dengan sebuah map di tangannya dengan kondisi wajah yang sudah babak belur akibat mendapatkan pukulan pertama oleh Jimmy saat ia baru saja sampai di gedung tua.


"Katakan!" Titah Jimmy menatap tajam pada ketua pengawal.


"Dugaan Tuan benar. Jika dalang dari semua ini adalah Nona Ketty. Target dari Nona Ketty sebenarnya adalah Nona Kyara. Namun tanpa diduga Tuan Gerry tiba-tiba saja datang mendorong tubuh Nona Kyara yang hampir ditabrak. Dan naas, Tuan Gerry tak sempat menghindar hingga ialah yang menjadi korban dari kecelakaan itu."


Tangan Asisten Jimmy terkepal erat. Wajahnya nampak merah padam karena dugaannya adalah benar.


"Sampai saat ini kami dan pihak kepolisian masih berupaya menemukan keberadaan Nona Ketty. Dan kami baru saja mendapat informasi dari pihak kepolisian jika mobil yang digunakan Nona Ketty saat kejadian ditemukan di dalam hutan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.


"Kerahkan semua anggota untuk mencari keberadaan wanita rubah itu. Jika kau sampai gagal kali ini, saya tidak akan mengampunimu!" Hardik Asisten jimmy tepat di depan wajah ketua pengawal.


"Simpan semua bukti yang kau dapatkan untuk menyeret wanita itu ke penjara dan bereskan semua kekacauan yang ada di sini." Titah Asisten Jimmy kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan gedung tua itu. Saat ini tujuannya adalah menuju rumah sakit dimana Gerry berada.


***


"Jimmy..." Suara seseorang yang sangat dikenalinya menghentikan langkah Asisten Jimmy yang hendak pergi menuju ruangan rawat Gerry.


"Tuan Dika." Raut wajah Asisten Jimmy nampak terkejut melihat keberadaan Dika di sana.


Dika berjalan cepat ke arah Jimmy.


Asisten Jimmy mengangguk dengan raut wajah datarnya.


"Kau baru sampai dari Amerika atau kau baru saja menghajar seseorang?" Hardik Dika menyadari jika darah segar yang menempel di baju Jimmy adalah darah manusia.


"Saya baru saja sampai dari Amerika dan saya juga baru saja menghajar para pengawal yang tidak becus menjaga Tuan Gerry." Ucapnya apa adanya.


Dika menghela nafas panjang. "Sebaiknya kau membersihkan tubuhmu lebih dulu dan mengganti pakaianmu sebelum masuk ke ruangan Gerry. Karna saat ini Kyara sedang berada di sana. Apa kau mau Kyara ketakutan melihat ekspresi wajahmu yang seram itu dan aroma bajumu yang berbau amis darah?" Cecar Dokter Dika.


***


Lanjut lagi gak? Komen yang banyak, yuk!


Oh iya... Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺