
Di apartemen William.
"Sayang... Apa kau masih lama?" Suara William terdengar sedikit berteriak memanggil istrinya dari lantai bawah. Karena sudah sejak dua puluh menit yang lalu menunggu, Rania tak kunjung menampakkan batang hidungnya sedangkan acara pernikahan Sean akan berlangsung satu jam lagi.
"Iya... Ini aku sudah siap." Balas Rania juga berteriak dari lantai atas hendak menuruni tangga.
Melihat istrinya hendak menginjak anak tangga, William pun sontak berlari untuk menghentikan niat istrinya. "Berhenti di situ. Aku akan menuntunmu untuk turun." Titah William. Melihat Rania dengan sedikit ngeri melihat Rania ingin melangkah dengan perut buncitnya.
"Kau ini terlalu berlebihan. Aku bisa sendiri untuk turun!" Sungut Rania saat William sudah memegang tangannya.
"Aku tidak berlebihan. Aku hanya takut kau kesusahan untuk turun dengan perutmu yang bulat itu." Kilah William.
"Huh, kau ini ada-ada saja." Jawab Rania merasa malas dengan alasan suaminya yang tidak masuk akal.
Tak ingin lagi berdebat, mereka pun segera turun untuk langsung berangkat menuju hotel tempat pernikahan Sean dan Keyla.
"Kau sudah lama, Steve?" Tanya William saat masuk ke dalam mobil.
"Lumayan lama, Tuan." Balas Steve dengan jujur. Karena sudah hampir satu jam ia menunggu pasangan suami istri itu masuk ke dalam mobilnya.
Tanpa memperdulikan ucapan Steve, William pun meminta Steve untuk menjalankan mobil setelah Rania duduk dengan nyaman.
"Akhirnya bocah tengik itu akan menikah juga." Ucap William saat sudah berada di dalam perjalanan.
"Kenapa kau berbicara seperti itu?" Tanya Rania sambil menatap wajah suaminya yang terlihat senang.
"Karena bocah tengik itu tak akan lagi berani menggodamu karena ia sudah berpawang." Balas William sedikit kesal saat membayangkan Sean yang selalu menggoda istrinya dengan kata-kata manisnya.
"Kau masih cemburu pada Sean?" Selidik Rania.
William dengan cepat mengangguk. "Aku harus waspada dengan bocah seperti dirinya yang bisa saja diam-diam merebut istriku dari sisiku ." Ucap William dengan tegas.
Mobil pun terus melaju hingga beberapa menit kemudian mereka pun telah sampai di depan hotel tempat acara pernikahan Sean dan Keyla akan diadakan. William pun segera turun dari dalam mobil lalu memutari mobil untuk membukakan pintu untuk istrinya turun.
"Sepertinya tamu undangannya banyak sekali..." Ucap Rania menatap pada mobil-mobil mewah yang sudah terparkir rapi di depan gedung.
"Rania... Ayo masuk." Ajak William yang diangguki oleh Rania. Mereka lalu masuk ke dalam ballrom yang sudah didekorasi begitu mewah.
"Rania..." Mendengar suara yang tidak asing di telinganya membuat Rania mengalihkan pandangan ke sumber suara.
"Deby..." Rania mengembangkan senyumannya. Lalu pandangannya pun jatuh pada dua bayi kecil yang ada di dalam stroller. "Bayi kembarmu?" Tanya Rania yang diangguki oleh Deby.
"Mereka cantik sekali sepertimu..." Puji Rania sambil menatap berbinar wajah bayi kembar Deby yang tertidur.
Deby tersenyum. "Lihatlah, Tuan Sean sangat tampan sekali hari ini." Ucap Deby mengarahkan pandangannya pada Sean yang nampak berjalan menuju kursi di depan penghulu.
"Kau benar... Sean sungguh tampan..." Ucap Rania yang ikut memuji ketampanan Sean tanpa memperdulikan jika saat ini seseorang tengah menatap tajam padanya.
Berani sekali dia memuji pria lain di depan suaminya sendiri! Amuk batin William menatap sebal pada istrinya.
***
Vote, komen dan likenya dulu baru lanjut lagi ya😌
Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (End)