Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Apa maksud perhatiannya?


Calvin mengelap peluh yang nampak membanjiri pelipis Bianca. Pandangannya masih tak lepas pada wajah wanita yang kini terlihat kelelahan karena ulahnya. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibir Bianca. Wanita itu hanya terdiam dengan pandangan tertuju pada wajah pria yang kini masih berada di atasnya.


"Kau harus membersihkan tubuhmu lebih dulu." Calvin berkata dengan nada datarnya. Dan tanpa mengucapkan apapun lagi, tangannya pun sudah bergerak mengangkat tubuh Bianca ke dalam gendongannya.


Bianca sama sekali tak bersuara. Ia membiarkan saja apa yang ingin dilakukan suami sahnya itu. Tangannya pun langsung melingkar di leher Calvin saat kaki Calvin sudah menginjak lantai. Bianca masih tak melepaskan tatapan dari wajah tampan yang saat ini menggendongnya menuju kamar mandi.


"Aku akan memandikanmu." Lagi-lagi hanya kata singkat yang keluar dari bibir Calvin. Namun tidak dengan tanganya yang bekerja dengan cekatan membersihkan tubuhnya dan Bianca bersamaan.


Bianca dibuat melayang dengan perlakuan manis Calvin walau pun pria itu melakukannya dengan wajahnya yang datar dan ... kaku.


"Apa kau sudah selesai menatapku?" Tiba-tiba saja Calvin kembali berbicara setelah membilas tubuhnya.


"A-aku..." suara Bianca bergetar. Ia benar-benar tak dapat bersuara dengan kondisi seperti yang ia rasakan saat ini.


Calvin hanya membalas menatap Bianca data lalu kembali menggendong tubuh Bianca keluar dari dalam kamar mandi.


"Duduklah. Aku akan mengambilkan baju tidurmu." Setelah mengatakannya, Calvin pun segera berjalan menuju walk in closet.


Apa maksud semua perlakuanmu saat ini Calvin? Kau bersikap seolah seperti pria yang begitu mencintai istrinya. Bahkan saat tadi kau menyentuhku, aku dapat merasakan jika kau bukan hanya menjadikanku pelampiasan nafsumu. Bianca hanya bisa membatin. Karena bibirnya benar-benar kelu untuk berbicara. Bianca pun hanya diam sambil menunggu Calvin kembali.


Melihat Calvin keluar dari dalam ruangan walk in closet, Bianca pun seketika berdiri. Kakinya yang hendak melangkah terpaksa ia urungkan saat merasakan perih di area intinya.


"Bukankah aku menyuruhmu untuk duduk?" Calvin berkata dengan tatapannya yang dingin. Calvin pun kembali mendudukkan tubuh Bianca di atas ranjang.


"A-aku bisa memakai pakaianku sendiri." Bianca hendak mengambil dress malamnya dari tangan Calvin namun Calvin menahannya.


"Diamlah dan menurut." Balas Calvin lalu dengan telaten memakaikan dress malam itu ke tubuh istrinya setelah melepas handuk yang melilit tubuh Bianca.


Setelah memakaikan pakaian untuk Bianca, Calvin pun kembali menggendong tubuh Bianca lalu membaringkannya di atas ranjang.


"Tidurlah. Aku ingin melihat Cilla dulu." Ucapnya sambil menyelimuti tubuh Bianca.


Langkah Calvin yang belum sampai di ujung tangga terhenti saat melihat tidak ada siapa pun di ruang tamu. "Apa Cilla sudah masuk ke dalam kamarnya?" Gumamnya. Calvin pun membalikkan tubuhnya. Kembali menaiki anak tangga menuju kamar putrinya.


Saat sudah berada di depan kamar Cilla, seorang pelayan pun keluar dari dalam kamar.


"Apa Cilla sudah tidur?" Tanya Calvin.


"Nona kecil baru saja tidur, Tuan." Balasnya.


"Baiklah. Kau boleh pergi." Ucap Calvin yang diangguki oleh pelayan.


Ceklek


Dengan pelan Calvin membuka pintu kamar Cilla agar tak menimbulkan suara. Pandangan Calvin pun langsung tertuju pada sosok yang kini terlihat terlelap sambil memeluk guling kesayangannya.


***


Lanjut?


Berikan semangat dulu dong dengan vote, komen dan likenya😶


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


Serpihan Cinta Nauvara (End)


Oh My Introvert Husband (End)