Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Tidak ingin membahasnya


Perusahaan Bagaskara


Gerry nampak menatap Dika yang duduk di hadapannya dengan kening mengkerut. Wajah Dika terlihat tidak begitu bersemangat dan seperti sedang ada masalah.


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Gerry yang sudah merasa jenuh dengan sikap sahabatnya. "Apa pasienmu ada yang bermasalah?" lanjut Gerry kemudian.


Dika menegakkan tubuhnya. "Tidak." Balasnya singkat.


Gerry berdecak. "Kalau kau memiliki masalah, segeralah selesaikan. Karena aku cukup muak melihat wajah kusutmu itu!" Cecar Gerry.


Dika mendengus. Tanpa menimpali ucapan Gerry, Dika pun mengeluarkan ponsel dari saku celananya kemudian mengetikkan sesuatu di aplikasi pesan chatnya.


"Mari diminum, Tuan." Ucap Nisa yang baru saja mengantarkan dua gelas kopi untuk Gerry dan Dika.


"Kenapa tidak Boby yang mengantarkan kopi untuk saya?" Tanya Gerry dengan heran pada Nisa.


"Boby sedang ada pekerjaan di lantai 15 bersama Asisten Jimmy, Tuan." Jelas Nisa.


Gerry mengangguk tanda mengerti. Setelah Nisa keluar dari dalam ruangannya. Gerry pun menyeruput sedikit kopinya yang masih panas dengan asap menggempul di atasnya.


"Aku baru tahu jika mantan kekasihmu bekerja di rumah sakit milikmu saat ini." Ucap Gerry memecahkan keheningan di antara mereka.


Dika membuang pandangan ke arah lain setelah meletakkan gelas kopinya di atas meja. "Dia sudah lama bekerja di sana." Ucap Dika merasa malas.


"Ya. Setelah aku ketahui, ternyata mantan kekasihmu itu sudah bekerja cukup lama di rumah sakit milikmu." Tambah Gerry.


"Sudahlah. Aku sedang tidak ingin membahasnya." Tekan Dika.


Sebelah alis tebal Gerry terangkat. Pandangannya masih fokus menatap pada wajah Dika yang terlihat masih tidak bersemangat.


"Kemarin sore Hana datang ke mansionku." Ucap Gerry membuat Dika menatapnya dengan tajam.


Gerry melipat bibirnya. Semakin kau menyuruhku untuk tidak membahasnya maka aku akan lebih sering membahasnya. Batin Gerry. "Aku lihat Hana terlihat lebih cantik dan dewasa dari terakhir aku melihatnya." Tambah Gerry kemudian.


Dika berdecak. "Aku baru mendengar kau memuji wanita lain selain istrimu." Sindir Dika.


"Tidak. Aku hanya belum melanjutkan ucapanku. Walau pun Hana terlihat cantik, namun tidak mengalahkan cantiknya Kyaraku." Balas Gerry.


"Terserah kau saja." Balas Dika dengan malas.


"Apa kau tidak berniat menanyakan padanya alasan apa yang membuatnya meninggalkanmu begitu saja dulu?" Tanya Gerry dengan tatapan serius. "Aku rasa Hana memiliki sebuah alasan untuk itu."


Gerry terdiam. "Kau terlalu bersikap keras kepadanya. Apa kau kira dengan sikapmu yang menggunakan orang lain untuk menekannya bekerja akan membuat sakit hatimu mereda? Sikapmu itu justru membuatmu terlibat lebih dalam kepadanya."


"Diamlah, Gerry!" Dika merasa muak.


Ceklek


Kedatangan William masuk ke dalam ruangan Gerry membuat percakapan mereka menghilang di udara.


"Ada apa dengan wajah kalian?" Tanya William dengan dahi mengkerut menatap wajah tegang dari kedua sahabatnya.


Ucapan William pun hanya terbuang begitu saja di udara tanpa mendapatkan balasan dari Dika maupun Gerry. Karena kedua sahabatnya itu sama-sama saling menatap dengan tajam. William mendengus kemudian mendaratkan bokongnya di atas sofa yang berhadapan dengan Dika.


Gerry pun bangkit. Berjalan menuju sofa dan ikut mendaratkan tubuhnya di samping William.


"Apa kau masih mengingat Hana?" Tanya Gerry tanpa memperdulikan raut tidak suka di wajah Dika.


"Ya. Tentu saja. Saat aku mengunjungimu di rumah sakit waktu itu, aku sempat bertemu dengannya di sana. Kenapa kau bertanya tentang Hana? Bukankah dia mantan terindah Dika?" Ledek William saat sudah paham apa yang menjadi penyebab ketegangan diantara kedua sahabatnya.


***


Lagi?


^^^Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!^^^


^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^


^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^


^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^


^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^


^^^Like^^^


^^^Komen^^^


^^^Vote^^^


^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^